Idulfitri di Irlandia, Menebar Manfaat

MuslimahNews.com, IDULFITRI SEDUNIA — Perayaan Idulfitri di Irlandia tetap berlangsung hikmat, meski muslim di sana adalah minoritas. Hari pertama Idulfitri diawali dengan salat Id di masjid, salah satunya di Masjid Dublin yang terletak di Cilcular Road. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan makan bersama keluarga.

Foto: republika.co.id

Menjelang hari raya, muslim Irlandia akan membersihkan rumah, menambahkan lampu hias, dan berbagai ornamen Idulfitri lainnya. Suasana Idulfitri pun terasa meriah, meski sederhana.

Saat hari raya tiba, mereka memakai pakaian terbaiknya untuk dipakai ketika salat Id dan berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Usai salat Id, umat Islam di Irlandia akan mengunjungi rumah kerabatnya terlebih dahulu. Selain itu, kegiatan kunjungan ini sering kali diisi dengan makan bersama dan tentunya saling memaafkan.

Umat Islam di Irlandia juga berziarah ke makam orang-orang tercinta. Tak lupa mengeratkan ukhuwah dengan saling memberikan kado. Hadiah ini bisa berupa sedekah untuk orang yang membutuhkan. Anak-anak pun mendapatkan hadiah berupa uang dan kartu ucapan dari orang tua mereka.

Berdasarkan sensus tahun 2011, muslim Irlandia berjumlah 49 ribu jiwa. Jumlah ini makin bertambah terutama setelah banyaknya pengungsi asal Afrika Barat, eks Yugoslavia, serta Albania, tiba di negara itu pada era 90-an. Dari angka tersebut, tercatat ada dua ribu pelajar, dua ribu dokter, pebisnis, dan profesional.

Foto: suneducationgroup.com

Masyarakat muslim Irlandia sudah diterima secara penuh dalam kehidupan sosial dan politik. Islam pun berkembang secara perlahan. Di Irlandia terdapat dua bangunan masjid yang cukup terkenal. Pertama adalah Ballyhaunis Mosque. Dibangun pada 1987, masjid ini bisa dikatakan sebagai masjid multi-fungsi pertama di Irlandia.

Foto: sariagri.id

Kini, hanya ada dua masjid dengan tipe serupa, yakni Ballyhaunis Mosque dan Mosque of the Islamic Cultural Centre. Masjid Ballyhaunis dapat menampung 100—150 jemaah. Masjid kedua adalah Limerick Mosque yang berada di kota Limerick. Selain kedua masjid tadi, umumnya umat muslim Irlandia di kota Cavan dan Waterford menyewa rumah atau apartemen untuk difungsikan sebagai masjid.

Islam pertama kali hadir di Irlandia sekitar tahun 50-an. Imigran muslim pertama yang datang dari negara-negara Islam berasal dari kalangan terpelajar. Motif mereka hijrah ke Irlandia adalah untuk meneruskan studi di berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama kedokteran.

Gelombang pertama para mahasiswa muslim tersebut berasal dari Afrika Selatan, kemudian menyusul dari Malaysia dan negara-negara Teluk. Setelah mendapatkan gelar akademis, banyak dari mereka yang memilih untuk menetap dan memperoleh status kewarganegaraan permanen. Mereka lantas berkiprah sebagai profesional di berbagai bidang kehidupan.

Pada tahun 70-an, banyak dokter muslim yang membuka praktik pengobatan secara mandiri. Muslim dari profesi lain seperti insinyur penerbangan asal Aljazair, Libya, Arab Saudi, dan Malaysia pun ikut berperan di masyarakat.

Penghargaan dan pengakuan dari berbagai kalangan pun disematkan pada muslim Irlandia. Awalnya warga Irlandia agak menjaga jarak terhadap para imigran muslim karena perbedaan latar negara, budaya, dan agama. Namun, seiring waktu, mereka mengapresiasi sumbangsih muslim pada masyarakat.

Komunitas muslim tidak lagi dipandang sebagai warga negara kelas dua. Mereka sudah sejajar dengan warga asli setempat, khususnya dalam mengambil peran penting dalam pembangunan. Demikianlah hakikat muslim, di mana pun berada, mereka selalu menebar manfaat. [MNews/Rgl]

Tinggalkan Balasan