Khuf dan Sandal Rasulullah


Penulis: Shezan Adzkayra Gerung


MuslimahNews.com, PRIBADI RASULULLAH – [Khuf Rasulullah saw.] Khuf mungkin bukanlah istilah asing. Pembahasan mengenai khuf banyak kita temukan di berbagai kitab fikih para ulama, khususnya di bab thaharah/bersuci.

Khuf ialah sejenis kaos kaki, tapi terbuat dari kulit binatang. Khuf dibuat amat tipis dan tingginya menutupi mata kaki. Khuf biasanya hanya digunakan pada musim dingin untuk mencegah kulit kaki agar tidak pecah-pecah.

Biasanya, orang memakai khuf ketika melakukan perjalanan di musim dingin, dan masih memakai sepatu luar lagi. Sepatu ini namanya jurmuq.

Para ulama Indonesia sering menggunakan istilah mujah untuk terjemahan khuf. Tapi kadang-kadang diterjemahkan juga dengan sepatu khuf.

Terkait khuf Rasulullah saw., Buraidah ra. bercerita,

“Sesungguhnya Raja An-Najasyi menghadiahkan sepasang khuf hitam pekat kepada Rasulullah saw.. Lalu Nabi saw. memakainya dan kemudian ia berwudu dengan (hanya) menyapu keduanya (yakni tidak membasuh kaki).”

Diriwayatkan dari Qutaibah bin Sa’id dari Yahya bin Zakaria bin Abu Zaidah dari al-Hasan bin Iyasy dari Abu Ishaq dari Sya’bi yang bersumber dari al-Mughirah bin Syu’bah ra., ia bercerita bahwa Diyah memberi hadiah sepasang khuf kepada Nabi saw., kemudian Nabi saw. memakainya.

Menurut riwayat Isara’il dari Jabir dari Amir adalah sebagai berikut,

“… dan baju jubah, Lalu Nabi saw. memakai keduanya sampai rusak, Nabi saw. tidak mengetahui apakah sepasang khuf itu berasal dari kulit binatang yang disembelih atau tidak.”

Sandal Rasulullah saw.

Dalam sebuah riwayat oleh Muhammad bin Basyar dari Abu Daud at-Thayalisi dari Hammam yang bersumber dari Qatadah ra, bahwa Qatadah pernah bertanya kepada Anas bin Malik ra.,

“Bagaimanakah sandal Rasulullah saw. itu?”

Anas menjawab,

“Kedua belahnya mempunya tali qibal.”

Tali qibal ialah tali sandal yang bersatu pada bagian mukanya dan terjepit di antara dua jari kaki. Ibnu Abbas pernah bercerita bahwa sandal Rasulullah saw. mempunyai dua tali qibal yang talinya bercabang dua.

Dalam suatu riwayat, Isa bin Thahman bercerita,

“Anas bin Malik ra. mengeluarkan (memperlihatkan) sepasang sandal yang tak berbulu (kulitnya) kepada kami. Sandal tersebut mempunya dua tali qibal.”

Isa bin Thahman selanjutnya berkata,

“Kemudian Tsabit menerangkan kepadaku, yang katanya bersumber dari Anas bin Malik ra. bahwa keduanya adalah sandal Nabi saw..”

Ubaid bin Juraih (salah seorang tabiin Madinah) bertanya kepada ibnu Umar ra.,

“Kulihat Anda memakai sandal sibtiyah (sandal kulit yang tak berbulu).”

Selanjutnya ibnu Umar menjelaskan,

“Sungguh aku melihat Rasulullah saw. memakai sandal yang tak berbulu dan ia berwudu dengan memakai sandal itu. Oleh sebab itu, aku senang memakainya.”

Ini diriwayatkan oleh Ishaq bin Musa al-Anshari dari Ma’an dari Malik Sa’id bin Sa’id al-Maqbari yang bersumber dari ‘Ubaid bin Juraih ra.

Abu Hurairah pernah bercerita, bahwa sandal Rasulullah saw. mempunyai dua tali qibal. ‘Amr bin Huraits ra., seorang sahabat kecil Rasulullah (tatkala Rasulullah saw. meninggal dunia, ia masih kecil), juga bercerita bahwa ia melihat Rasulullah saw. salat dengan memakai sandal yang dijahit.

Diriwayatkan oleh Ishaq bin Musa al-Anshari dari Ma’an dari Malik dari Abu Zinad dari al-A’raj yang bersumber dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda,

“Janganlah di antara kalian berjalan dengan sandal sebelah. Hendaklah memakai keduanya atau melepaskan keduanya.”

Jabir ra menjelaskan  bahwa sesungguhnya Nabi saw. melarang seorang laki-laki makan dengan tangan kiri dan berjalan dengan sandal sebelah.

Abu Hurairah ra. menceritakan bahwa sesungguhnya Nabi saw. bersabda,

“Bila salah seorang di antara kalian hendak memakai sandal, hendaklah memulainya dari yang sebelah kanan. Dan bila ia melepasnya, maka hendaklah dimulai dengan yang sebelah kiri. Hendaklah posisi kanan dijadikan yang pertama kali dipasangi sandal dan yang terakhir kali dilepas.”

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Aisyah ra. dikemukakan bahwa Rasulullah saw. menyenangi bagian yang sebelah kanan dan diusahakannya sekuat tenaga tatkala bersisir, memakai sandal, demikian pula sewaktu bersuci.

Abu Hurairah juga mengungkapkan bahwa sandal Rasulullah saw. mempunyai dua tali qibal. Demikian pula halnya dengan sandal Abu Bakar ra. dan Umar ra.. Sedangkan orang yang pertama kali mengikatkan satu ikatan adalah Utsman ra. Wallaahu a’lam bish shawwab.[MNews/Juan]

Referensi: Asy-Syamailul Muhammadiyyah karya Imam At-Tirmidzi

Tinggalkan Balasan