Israel, Alat Penjajahan Barat di Timur Tengah

Penulis: Ummu Naira Asfa (Forum Muslimah Indonesia ForMind)

MuslimahNews.com, OPINI — Pemerintah Inggris menetapkan Deklarasi Balfour pada 2 November 1917. Deklarasi ini menjanjikan orang Yahudi mendapat tanah di Palestina. Berbagai kekerasan dan kerusuhan mengiringi deklarasi ini yang mengakibatkan 2.000 orang tewas dan 4.000 lainnya terluka akibat berbagai kerusuhan. Pada tahun 1918 Jendral Allenby berhasil merebut Palestina dari tangan Khilafah Turki Usmani.

Setahun kemudian, PBB memberikan mandat resmi kepada Inggris untuk “mengurus” Palestina”. Pada 1946 dibentuk Komite Investigasi Anglo-Amerika yang kemudian menyetujui rekomendasi Amerika Serikat (AS), yaitu memindahkan sebanyak 100.000 pengungsi Yahudi di Eropa ke Palestina (internasional.kompas.com, 15/05/2021). Saat itu, bangsa Yahudi dibantai di Jerman dibawah pemerintahan Hitler. Sebagian yang tersisa kemudian mengungsi ke Eropa Barat, AS dan Palestina. Sejak peristiwa itu, bangsa Yahudi mulai membuat pemukiman-pemukiman ilegal di tanah Palestina hingga sekarang.

Palestina adalah tanah milik kaum muslimin. Dengan seenaknya Yahudi menambah pemukiman-pemukiman mereka di atas tanah warga Palestina. Sampai hari ini konflik warga Yahudi – Palestina tak terelakkan. Konflik ini adalah konflik terlama di Timur Tengah selain Perang Salib. Konflik yang dinilai tidak hanya konflik antara dua negara, tapi lebih kepada konflik antara ideologi Islam vs Zionisme Yahudi.

Pada tahun 1947 PBB dengan sewenang-wenang membagi wilayah Palestina menjadi dua bagian. Akhirnya pada tahun 1948 dideklarasikanlah negara bernama Israel di atas tanah Palestina.

Berdirinya negara Israel di wilayah pemukiman illegal bangsa Yahudi tersebut adalah bukti kekalahan ideologi negeri-negeri muslim di kawasan Timur Tengah. Dengan backing-an Amerika Serikat (AS), Israel dengan leluasa melakukan apa yang ia mau tanpa takut dengan sanksi internasional karena AS banyak menggunakan hak veto di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk melindungi kepentingan Israel dan negara-negara pelindungnya.

Konflik Israel – Palestina dibiarkan berkepanjangan dan tidak ada ketegasan sikap terhadap sikap warga Israel yang selalu licik mengembangkan pemukimannya. Wilayah Palestina saat ini hanya tersisa di wilayah Gaza dan Tepi Barat. Sungguh sangat mengenaskan. Sikap negeri-negeri muslim saat terjadi serangan Israel atas Palestina dan menimbulkan ratusan bahkan ribuan korban nyawa hanya sekadar mengutuk, mengecam dan tidak segera mengirimkan pasukan terbaik untuk menghentikan kebiadaban Israel atas Palestina. Jika ini dibiarkan terus, lama-lama wilayah Palestina akan habis dimakan keserakahan Israel dan Palestina hanya tinggal sejarah. Na’uzubillahi minzalika.

Israel adalah alat penjajahan Barat di Timur Tengah. Mau sampai kapan pun, konflik Israel-Palestina tidak akan berhenti tanpa ada ketegasan dari negeri-negeri muslim di dunia. Negeri-negeri Muslim di dunia harus bersatu-padu mengumpulkan tentara terbaik dan armada perang terbaik mengalahkan Israel. Namun, jika hanya mengandalkan organisasi dunia semacam OKI dan PBB semua itu tidak akan pernah terlaksana dan berhenti pada resolusi, de-eskalasi, perjanjian damai, gencatan senjata atau apapun namanya. Yang suatu saat nanti Israel akan kembali “nakal” dengan seenaknya membunuhi warga Palestina demi keinginannnya menguasai tanah Palestina. Tentu kebiadaban ini harus diakhiri.

Hanya dengan berdirinya kembali institusi Islam sebuah negara Khilafah Islamiyah dimana kaum muslimin bersatu tanpa sekat nasionalisme-lah yang akan menolong kaum muslimin yang tertindas di dunia. Tak hanya muslim Palestina, tapi juga muslim Uighur, muslim Rohingya, muslim Moro, dan lain-lain semuanya akan diri’ayah (diurusi) dengan baik oleh negara Islam dan dilindungi keamanan dan nyawanya dari kejahatan orang-orang kafir laknatullah alaih. Semoga akan segera datang pertolongan Allah Swt tersebut. Laa haula walaa quwwata illaaa billaah. Wallahu a’lam bish-shawwab.[]

Tinggalkan Balasan