Idulfitri di India, Ramazan-Eid dalam Ketertindasan

MuslimahNews.com, IDULFITRI SEDUNIA – Meski mayoritas penduduknya Hindu, ternyata ada banyak muslim di India, jumlahnya mencapai 200 juta orang. Umat Islam di India menyebar di negara-negara bagian Uttar Pradesh, Bengali Barat, Bihar, Kerala, Assam, Andra Pradesh, Maharashtra, Tamil Nadu, Gujarat, Karnataka, dan Madya Pradesh.

Di negara Bollywood ini, idulfitri dikenal sebagai Ramzan-Eid. Muslim di India merayakan Ramzan-Eid dengan salat Id berjemaah di masjid.

Masjid Jama di Nelhi merupakan salah satu masjid yang digunakan salat Id dan merupakan masjid terbesar di India. Masjid ini didirikan oleh Shah Jahan.

Pada malam hari raya, muslim India biasanya mengadakan acara festival Chaand Raat.  Dalam festival tersebut digelar bazar yang menjual aneka barang seperti pakaian, makanan, perhiasan, henna, barang fashion, barang seni, dan hasil kerajinan. Para perempuan akan menghias tangan dan kaki mereka menggunakan mehndi atau henna.

Saat Ramzan-Eid, umat Islam India biasanya mengenakan pakaian baru. Setelah salat Id, mereka mengunjungi keluarga besar dan teman-teman sambil bertukar permen atau hadiah.

Setelah bersilaturahim, muslim India akan bersama-sama menikmati kuliner khas lebaran, yaitu nasi biryani, daging kambing, samosa berisi daging dan rempah, manisan, kurma, puding, dan makanan lezat lainnya. Termasuk juga Sevaiyan ki Kheer yang terbuat dari susu, safron, gula, dan bubuk cardamom. Tak lupa Sheer Al-Khurmah (vermicelli puding) yang selalu tersaji di setiap rumah.

Baca juga:  [INDIA] Sungguh Zalim, Tragedi Kekerasan Terburuk bagi Muslim di India

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun turut bergembira atas datangnya idulfitri, karena mereka akan mendapatkan ediya (uang saku lebaran). Demikianlah idulfitri di India, semaraknya lebaran tak lepas dari banyaknya muslim di sana.

Islam adalah agama terbesar kedua di India. Umat Islam di India mencapai 15 persen dari populasi yang berjumlah 1,39 Miliar jiwa. Sayangnya, nasib muslim India jauh dari kata sejahtera. Bahkan rasa aman pun tak mereka dapatkan.

Di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi yang Hindu, umat Islam di India terpinggirkan dan tertindas. Sering terjadi penangkapan dan pembunuhan terhadap warga muslim dengan tuduhan sepihak bahwa mereka makan daging sapi yang dianggap suci oleh umat Hindu. Meski sudah ada klarifikasi bahwa yang dikonsumsi adalah daging kerbau, perlakuan anarkis tetap menimpa mereka.

Mahasiswa dan aktivis muslim pun ditangkap dan dijebloskan ke penjara atas dugaan menghasut kerusuhan terkait dengan undang-undang kewarganegaraan, sedangkan penghasut dari kelompok Hindu tak tersentuh sama sekali.

India sudah lama memarjinalkan penduduk muslim. Banyak warga muslim terpinggirkan di perkampungan-perkampungan kumuh di kota-kota yang padat. Perdana Menteri India Narendra Modi telah menargetkan muslim dalam peraturan yang dia buat, ancaman hukuman penjara hingga deportasi mengancam muslim di sana.

Baca juga:  India, Lambang Kegagalan Demokrasi Melindungi Minoritas

India telah mengeluarkan undang-undang kewarganegaraan yang memberikan kewarganegaraan kepada minoritas yang dianiaya dari negara tetangga. UU ini menyediakan rute yang dipercepat bagi warga negara untuk berbagai kelompok agama, namun muslim tidak termasuk dalam RUU tersebut. Perlakuan diskriminatif ini memicu kemarahan dan protes selama berbulan-bulan.

UU Kewarganegaraan ini dipandang dirancang untuk mengusir migran muslim yang masuk ke India. Dengan adanya UU Kewarganegaraan ini, sekitar dua juta orang kini tidak lagi memiliki hak untuk tinggal di India. Semoga segera terwujud kepemimpinan Islam yang tak hanya melindungi muslim India, tapi juga menyejahterakan mereka. [MNews/Rgl]

Tinggalkan Balasan