[Nafsiyah] Seruan Ulama Al-Quds Soal Palestina

MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Untuk membereskan persoalan tertawannya Masjidilaqsa Palestina, penjajahan negeri-negeri Islam, dan ketundukan para penguasa muslim kepada negara-negara penjajah, kami konsisten menawarkan untuk ditegakkannya kembali Khilafah Islam yang mengikuti metode kenabian.

Lalu, orang-orang yang belum paham (justru) meremehkan solusi berupa penegakan Khilafah itu seolah mereka memiliki solusi lain yang bisa mengatasi dirampasnya Al-Aqsha oleh entitas Yahudi laknatullah. Padahal, mereka tidak memiliki tawaran solusi apa-apa, kecuali tawaran solusi cabang yang kecil pengaruhnya.

Saya sampaikan, perhatikanlah wahai para pemberi solusi selain Khilafah! Bahwa Saudara telah tertipu oleh para penjajah. Karena kenyataannya, Al-Quds masuk dalam naungan Islam pada zaman Khilafah, yakni pada masa kepemimpinan Amirul Mukminin Umar Ibnu Khaththab radhiyalluhu ‘anhu.

Al-Quds bisa dibebaskan dari Pasukan Salib karena kepemimpinan panglima sistem Khilafah, yakni Panglima Shalahuddin Al-Ayubi rahimahullah. Setelah itu, Al-Quds tidak pernah jatuh ke tangan para penjajah—apalagi ke tangan entitas Yahudi—karena dijaga oleh para Khalifah kaum muslimin. Yahudi baru bisa menawan Al-Quds setelah Khilafah Utsmaniyah diruntuhkan oleh penjajah Barat pada 3 Maret 1924.

Oleh karena itu, wahai kaum muslimin, seruan pembebasan dan pertolongan terhadap Al-Quds tidak lengkap kecuali dengan Saudara membuang sekat-sekat nasionalisme buatan Barat. Lalu Saudara menyerukan persatuan umat Islam dalam bingkai Khilafah, bergerak bersama Khalifah dan seluruh tentara kaum muslimin, berjihad membersihkan entitas Yahudi nista dari Al-Quds dan bumi Palestina secara umum.

Sungguh, jalan kemenangan itu sangatlah jelas, maka tempuhlah wahai kaum muslimin!

“Ya Allah, bebaskanlah Masjidilaqsa dan kaum muslimin Palestina dari penjajahan Yahudi.”

“Ya Allah, satukanlah hati dan fisik kaum muslimin dalam negara Khilafah Rasyidah, yang telah disampaikan akan tegak kembali oleh Kekasih-Mu, Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam.”

Keterangan video: Syekh Isham Ameera, Ulama Al-Quds, tahun 2015. [MNews]

Tinggalkan Balasan