Ketegasan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq terhadap Kaum Murtad


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA — Setelah berita wafatnya Rasulullah saw. tersebar ke berbagai penjuru daerah, beberapa kelompok bangsa Arab murtad, kembali kepada kekufuran. Mereka keluar dari Islam karena menganggap ajaran Islam telah lenyap dengan wafatnya Muhammad saw..

Bahkan, orang-orang Arab Badui berkali-kali mencoba menyerang Madinah. Mereka menyangka kaum muslimin di Madinah jumlahnya tinggal sedikit dan tidak akan mampu melakukan perlawanan, terlebih pasukan Usamah bin Zaid sedang berada di luar Madinah.

Sebagai Khalifah, Abu Bakar ra. mengambil sikap tegas dengan mengutus beberapa ekspedisi pasukan untuk memberi peringatan dan menumpas kaum murtad. Kebijakan Abu Bakar ini untuk memuliakan Islam dan kaum muslimin serta menghinakan kaum kafir dan para pemberontak.

Pesan Khalifah Abu Bakar kepada Pimpinan Ekspedisi

Ada sebelas panji perang yang diamanahkan oleh Khalifah Abu Bakar ra.. Sebelas bendera perang tersebut diserahkan kepada para pemuka sahabat, yaitu Khalid bin Walid, Ikrimah bin Abi Jahal, Syurahbil bin Hasanah, Muhajir bin Abi Umayyah, Hudzaifah bin Muhsin al Ghathfani, Arfajah bin Hurtsumah, Suwaid bin Muqrin, Khalid bin Sa’id bin Ash al Umawi, Amr bin Ash, Al Ala bin Hadhrami, dan Tharifah bin Hajiz.

Baca juga:  Tarikh Khulafa’ur Rasyidin: Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu 'anhu

Abu Bakar ra. membekali mereka masing-masing dengan sebuah surat. Pesan di dalam surat Khalifah Abu Bakar ra. adalah agar pasukan tersebut selalu bertakwa kepada Allah dalam berbagai keadaan. Beliau juga memerintahkan pasukan supaya bersungguh-sungguh dalam pelaksanaan perintah Allah memerangi orang yang keluar dari Islam setelah sebelumnya mereka diberi peringatan.

Abu Bakar ra. juga berpesan agar pasukan tersebut harus berbelas kasih kepada kaum muslimin yang mereka temui dalam perjalanan dan menjaga ukhuwah sesama mereka.

Surat Khalifah Abu Bakar kepada Kaum Murtad

Sebagai Khalifah, Abu Bakar ra. juga menulis surat yang ditujukan untuk kaum murtad. Surat ini dibacakan oleh pemimpin ekspedisi di setiap tempat kaum murtad berkumpul.

Setelah membuka suratnya dengan pujian kepada Allah, syahadatain, dan menyatakan bahwa surat tersebut dari Khalifah, Abu Bakar ra. memerintahkan mereka untuk kembali kepada Islam dan berpegang teguh kepada Islam.

Khalifah Abu Bakar juga mengingatkan mereka bahwa Allah Swt. telah mengutus Muhammad saw. dengan membawa risalah Islam yang benar dari Rabb-nya. Rasulullah saw. sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan, mengajak ke jalan Allah dengan izin-Nya, sebagai lentera yang menerangi perjalanan hidup manusia.

Baca juga:  Fenomena Murtad, Akibat Kemiskinan atau Pemiskinan?

Allah akan memberikan hidayah kepada mereka yang mau menyambut seruannya. Rasulullah akan memerangi dengan seizin Allah orang yang berpaling darinya, sampai mereka masuk Islam, baik terpaksa atau sukarela.

Di dalam suratnya, Abu Bakar ra.  menyampaikan firman Allah Swt., “Muhammad hanyalah seorang Rasul, telah lewat utusan-utusan sebelum Muhammad. Seandainya dia mati atau dibunuh, apakah kalian semua akan berpaling (murtad)? Barang siapa murtad maka Allah tidak merasa rugi, dan Allah akan membalas orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran: 144)

Khalifah Abu Bakar ra juga menyampaikan firman Allah, “Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka dialah orang yang mendapat petunjuk. Dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka kamu tidak dapat menemukan seorang pemimpin pun yang bisa memberi petunjuk kepadanya.” (QS Al Kahfi: 17)

Di dalam surat tersebut, Abu Bakar menyebutkan nama sahabat  bersama pasukannya dari kalangan Muhajirin, Anshar dan kalangan tabiin. Perintah Abu Bakar kepada pasukan ini adalah tidak memerangi siapa pun dan jangan membunuh siapa pun sampai mereka diajak kembali kepada Allah.

Jika kaum murtad menerima ajakan tersebut, berikrar untuk taat, berhenti dari kemurtadannya dan beramal saleh, maka mereka diterima kembali dan ditolong. Namun jika mereka  menentang, maka pasukan ini diperintahkan untuk memerangi mereka dengan segala cara karena sikapnya tersebut sampai mereka tidak mampu melawan lagi. Perempuan dan anak-anak mereka akan ditawan.

Baca juga:  Hal-hal yang Terjadi pada Masa Kekhalifahan Abu Bakar ash-Shiddiq (Bagian 1/2)

Menurut Umar bin Khaththab, Abu Bakar benar-benar melaksanakan komitmennya dan semakin yakin dengan keputusannya memerangi mereka dan mengajak manusia untuk melakukan hal-hal yang dampaknya bisa dirasakan kaum muslimin saat Umar  memimpin mereka.

Umar pun berkata, “Demi Allah, aku tahu bahwa Abu Bakar mengatakan hal itu setelah Allah melapangkan hatinya untuk memerangi mereka dan aku yakin bahwa itulah yang benar.” (Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i). [MNews]

Sumber: Tarikh Khulafa, Prof. Dr. Ibrahim al Quraibi, Qisthi Press

Tinggalkan Balasan