Ramadan di Thailand, Berburu Kuliner Halal

MuslimahNews.com, Ramadan Sedunia — Berpuasa di Thailand yang mayoritas penduduknya beragama Buddha merupakan sebuah tantangan tersendiri. Selain cuaca yang panas, tantangan lainnya adalah budaya masyarakat setempat. Cuaca yang panas menjadikan mereka cenderung berpakaian terbuka.

Selama Ramadan, biasanya masjid menyediakan makanan untuk sahur dan berbuka, setiap hari secara gratis. Sebelum berbuka puasa, diawali dengan berdoa dipimpin oleh imam masjid. Menu berbuka adalah buah-buahan, kurma, minuman manis, dan kacang-kacangan yang dilumuri  bumbu kari.

Foto: tempo.co

Setelah salat Maghrib, semua jemaah menyantap makanan besar yang dihidangkan dalam satu wadah besar untuk empat orang. Menunya adalah nasi dengan lauk daging sapi kuah kari. Suasana kebersamaan sangat terasa karena makan di satu wadah untuk berempat.

Foto: detik.net

Mencari makanan halal di Thailand merupakan hal yang sulit. Banyak makanan halal dan non halal bercampur jadi satu sehingga diragukan kehalalannya. Masyarakat Buddha yang merupakan mayoritas di Thailand terbiasa dengan aneka olahan babi. Minuman keras juga tersedia secara bebas di minimarket, warung makan, dan toko kelontong. Maka kita harus berhati-hati memilih makanan di Negeri Gajah Putih ini.

Ada sebuah tempat di kota Bangkok yang dianggap sebagai surga kuliner makanan halal. Lokasi tersebut bernama Petchaburi Soi 7 (dibaca: soi jet). Tempat ini menjadi lokasi perburuan para pencari takjil, sebab banyak pedagang yang menjual makanan dan minuman halal.

Minuman khas Thailand, seperti Thai-tea (cha Thai/cha yen), green tea (cha kiew), choco, milk tea (cha nom) banyak dijajakan sepanjang jalan. Juga ada bakso dan olahan camilan. Ayam goreng, beef noodle, dan berbagai olahan sayuran pelengkap nasi hangat siap untuk dipilih. Roti, martabak, dan canai juga tersedia. Tak lupa kurma yang khas Ramadan. Yang tak kalah penting, lokasi ini dekat dengan masjid Darul Aman sehingga memudahkan untuk beribadah.

Foto: detik.net

Awalnya, Islam masuk ke Thailand melalui pars pedagang dari Arab, Cina, dan India pada abad ke-10 M. Ada pula yang mengatakan Islam masuk melalui Kerajaan Samudra Pasai di Aceh. Wilayah pertama yang menerima Islam adalah Patani karena memiliki pelabuhan yang strategis.

Para pedagang dari berbagai negara berlabuh di Patani, termasuk para saudagar Islam dari semenanjung Arab dan berbagai wilayah lainnya. Mereka  mendirikan perkampungan penduduk.

Dengan hadirnya perkampungan muslim, penduduk Patani pun mengenal Islam. Sembari berdagang, para saudagar muslim pun berdakwah menyampaikan Islam.

Kini, populasi Muslim di Thailand mencapai sekitar 15 persen dari populasi. Mayoritas umat Islam tinggal di bagian selatan Thailand. Provinsi Patani, Yala, Satun, dan Narathiwat adalah tiga provinsi yang didominasi penduduk muslim. Rata-rata mereka berbahasa Melayu.

Foto: republika.co.id

Banyak muslim Thailand berasal dari bangsa Thai. Di tiga daerah perbatasan Thailand dan Malaysia tersebut kebanyakan populasi muslim berasal dari bangsa Melayu.

Mereka yang dikenal sebagai bangsa Yawi ini berbicara bahasa Melayu yang tidak dimengerti oleh penduduk berbahasa Thai. Sehingga menciptakan identitas unik penduduk muslim di Thailand. Demikianlah kehidupan muslim di Thailand, penuh dengan tantangan, namun tetap penuh semangat meraih rida-Nya. [MNews/Rgl]

Tinggalkan Balasan