[Nafsiyah] Menjadi Pemenang

Bukan yang paling cepat puas,
Bukan yang paling cepat lelah,
Bukan yang paling cepat mengeluh.
Tapi yang berhasil mencapai garis finish dengan membawa keberhasilan bersumber keistikamahan.

Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan dalam sabdanya,

“Bahwa nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan,

“Sungguh, bulan Ramadan akan segera pergi dan tidaklah tersisa waktunya kecuali sedikit. Karena itu, siapa saja yang telah beramal baik di dalamnya hendaklah dia menyempurnakannya dan siapa saja yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia mengakhirinya dengan yang terbaik.”

Perpisahan pasti terjadi, berikan yang terbaik, sebelum Ramadan pergi. Garis finish di depan mata, maka jangan kalah sama kuda.

Al-Imam Ibnu Al-Jauziy rahimahullah berkata,

“Seekor kuda pacu jika sudah berada mendekati garis finish, dia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan. Karena itu, jangan sampai kuda lebih cerdas darimu. Sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya. Ketika kamu termasuk orang yang tidak baik dalam penyambutan, semoga kamu bisa melakukan yang terbaik saat perpisahan.”

Mau jadi pemenang? Tingkatkan power ibadah di detik-detik akhir yang tersisa. Salatnya, tilawahnya, doanya, sedekahnya dan kebaikan lainnya. #JanganKasihKendor

Sumber: Telegram Budi Ashari Official

Tinggalkan Balasan