Ramadan di Afghanistan, di Antara Desing Peluru dan Dentuman Bom

MuslimahNews.com, RAMADAN SEDUNIA — Di Afghanistan, beberapa hari sebelum Ramadan, warga biasanya berbelanja berbagai macam kebutuhan rumah tangga. Hari pertama puasa ditetapkan sebagai hari libur nasional. Pada siang hari, tidak seorang pun diperbolehkan minum atau makan di muka umum.

Ada satu makanan yang menjadi ciri khas Ramadan di Afghanistan, yaitu, chatni atau chutney, dates, dan jelabi. Kuliner ini selalu disajikan ketika sahur dan berbuka. Di Afghanistan juga ada tradisi memberi makan untuk berbuka puasa bagi orang miskin.

Foto: liputan6.com

Setiap Ramadan, digelar acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ/lomba baca Al-Qur’an. Namun tahun ini MTQ berujung tangis, karena adanya serangan bom. Ini terjadi setelah sebuah roket tiba-tiba menghantam kompleks kegubernuran Provinsi Kunar.

Di Afghanistan terdapat makanan khas, yaitu bolani. Hidangan ini merupakan roti gepeng dengan isian. Selain gurih, Bolani juga sangat mengenyangkan. Roti ini dimasak dengan cara dipanggang maupun digoreng. Roti ini punya isian, bisa berupa daun bawang maupun sayuran lain.

Foto: dream.co.id

Bolani yang dimasak dengan cara digoreng akan bertekstur garing dan juicy dari minyak. Sementara, roti bolani yang dipanggang akan menghasilkan tekstur lebih kering.

Baca juga:  [Ramadan Sedunia] Ramadan di Cina, Berusaha Taat meski Tekanan Makin Kuat

Foto: liputan6.com

Untuk menikmatinya juga bisa dengan berbagai macam cara. Bolani bisa langsung dimakan atau disajikan bersama cocolan. Orang Afghanistan biasanya menggunakan yoghurt sebagai cocolan. Rasanya renyah berpadu dengan rasa asam yoghurt.

Foto: tstatic.net

Afghanistan merupakan negara di Asia Tengah. Penduduk Afghanistan sebagian besar adalah campuran dari bangsa Persia, Arab, Turki, Mongolia, dan Asia lain. Hampir seluruh penduduk Afghanistan menganut Islam. Islam sangat berpengaruh dalam segala aspek kehidupan mereka.

Foto: republika.co.id

Islam masuk ke Afghanistan sejak masuknya Asim bin Umar Attamimi pada masa khalifah Umar bin Khattab. Pada masa pemerintahan Usman bin Affan, Islam telah memasuki Kabul. Pada 870 M, pengaruh Islam telah mengakar di seluruh negeri.

Sejak tahun 2001, AS melakukan pendudukan terhadap Afghanistan. 11 September 2021 menandai 20 tahun pendudukan AS atas Afghanistan. Selama itu desing peluru dan dentuman bom mengisi hari-hari warga Afghanistan.

Mereka pun terpaksa puasa dalam kondisi yang tidak aman dan kota yang porak-poranda. Semoga agresor segera pergi dan umat Islam Afghanistan kembali hidup damai. Aamiin. [MNews/Rgl]

Tinggalkan Balasan