[Hadits Sulthaniyah] ke-29 dan 30: Larangan Berlaku Curang dalam Pemanfaatan Tanah

Hadis mengenai “Memerintah Berarti Memelihara Urusan Umat dengan Syariat Islam.” (Hadis ke-19—30)


MuslimahNews.com, HADITS SULTHANIYAH — Hadis ke-29: “Barang siapa yang berlaku zalim dengan merampas sejengkal tanah, maka ia akan dikalungi dengan tanah (sebanyak tujuh lapis bumi).” (HR Bukhari No. 2273)

Hadis ke-30: “Barang siapa yang merampas sebidang tanah tanpa hak, maka pada Hari Kiamat nanti ia akan ditenggelamkan dengannya hingga tujuh lapis bumi.” (HR Bukhari No. 2274)

Penjelasan:

  1. Pada hakikatnya, merampas tanah milik seseorang dengan kekerasan, tanpa hak yang dibenarkan syariat, merupakan suatu perbuatan yang diharamkan.
  2. Riwayat kedua menjelaskan apa yang dimaksud dengan “kezaliman” sebagaimana disebutkan dalam hadis pertama, yakni mengambil alih tanah atau segala sesuatu yang berada di atas tanah dengan kekerasan atau tanpa hak.
  3. ‘Aisyah meriwayatkan ucapan Rasulullah tersebut ketika beliau mendengar ada sebuah perselisihan mengenai sebidang tanah antara Abu Salamah dan salah seorang dari kabilahnya.
  4. Maka dari itu, diharamkan menyerahkan tanah milik kaum muslim—meskipun hanya sejengkal—kepada penjajah asing, karena hal tersebut termasuk dalam kondisi yang disebutkan oleh hadis di
    atas. [MNews/Gz]

Sumber: Abu Lukman Fathullah, 60 Hadits Sulthaniyah (Hadits-Hadits tentang Penguasa), 2010; Dengan penyesuaian redaksi.

Baca juga:  [Hadits Sulthaniyah] Ke-13 dan 14: Beban Berat Sebuah Tanggung Jawab

Tinggalkan Balasan