[News] Israel Serang (lagi) Muslim Palestina, Ini Serangan terhadap Dua Miliar Muslim!

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL — Dilansir dari Al Jazeera (7/5/2021) lebih dari 170 kaum muslim Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjidilaqsa pada Jumat (7/5/2021), juga di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki. Selama berminggu-minggu, ketegangan antara Israel dan Palestina atas Yerusalem meningkat kembali.

Polisi Israel menyerang jemaah yang sedang salat di Masjid al-Qiblatain di dalam kompleks Masjidilaqsa dengan granat kejut dan peluru karet. Jemaah Palestina yang berbagi video dari dalam Masjidilaqsa memperlihatkan polisi Israel menembakkan granat setrum yang menyebabkan jemaah berlarian saat asap memenuhi masjid.

Beberapa jam setelah bentrokan pertama kali terjadi, bala bantuan besar dari pasukan polisi Israel terus mengalir ke kompleks Masjidilaqsa. Aktivis Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel terus menargetkan jemaah di kompleks itu ketika sejumlah besar warga Palestina mengadakan salat di dalam masjid.

Bentrokan juga terjadi antara pasukan keamanan Israel dan warga Palestina yang mencoba memasuki kompleks Masjidilaqsa melalui Bab Al-Silsila, salah satu gerbang menuju masjid, serta menyerang pemuda Palestina di depan gerbang Damaskus dan Es-Sahire Kota Tua.

Selain itu, polisi menggunakan meriam air yang dipasang pada kendaraan lapis baja untuk membubarkan pengunjuk rasa Palestina dan aktivis solidaritas yang berkumpul di dekat rumah keluarga yang menghadapi potensi penggusuran pemukiman.

Baca juga:  Teror Bendera Israel dan UU Anti-Terorisme, Membidik Siapa?

Atas kejadian serangan Israel tersebut, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 88 orang Palestina dibawa ke rumah sakit, sebagian besar terluka di wajah dan mata oleh peluru berlapis karet dan pecahan granat setrum yang ditembakkan oleh polisi Israel.

Menurut Nida Ibrahim dari Al Jazeera, situasi kemungkinan akan berkobar lagi dalam beberapa hari mendatang karena pada Senin, Israel menyebutnya sebagai Hari Yerusalem. Bertepatan dengan Lailatulqadar, yang merupakan malam paling suci selama Ramadan.

Di sisi lain, kepala biro politik Hamas, Ismail Haniya, telah memperingatkan konsekuensi atas agresi di Al-Aqsha. Ia meminta dukungan sejumlah pejabat di wilayah tersebut untuk menghadapi serangan terhadap jemaah Palestina.

Mahmoud al-Zahhar, anggota lain dari biro politik Hamas, mengutuk para pemimpin Arab karena tetap diam saat mereka menyaksikan serangan terhadap Masjidilaqsa.

“Satu-satunya solusi untuk situasi di Yerusalem adalah melalui perlawanan bersenjata,” katanya.

Tantangan Terang-terangan bagi Umat Islam dan Tentaranya

Atas kejadian ini, sebuah media ideologis di sana menuliskan panggilan kepada pihak tentara. “Ketika Al-Aqsha menangis untuk Anda, apakah ada yang menjawab panggilan tersebut?” serunya.

Serbuan Israel ini menurutnya merupakan tantangan terang-terangan bagi umat Islam dan tentaranya. “Ini adalah agresi terhadap dua miliar muslim, bukan hanya agresi terhadap rakyat Yerusalem dan Palestina, bahkan mengabaikan kekuatan umat,” cetusnya.

Baca juga:  [News] Krisis Palestina, Momen Men-challenge Konsep Sekuler dengan Konsep Islam

“Yang mendorong entitas Israel melakukan tindak kejahatannya adalah adanya kepastian kurangnya reaksi dari rezim pengkhianat yang berjaga sepanjang malam untuk menjaga keamanannya. Dan bangsa dan tentaranya dibelenggu untuk bergerak ke pembebasan Palestina,” imbuhnya.

Media ini mengungkapkan langkah nyata mendukung Al-Aqsha bukanlah permintaan perlindungan dari lembaga internasional, Dewan Keamanan, atau dengan kecaman dan kecaman, melainkan dengan memobilisasi tentara untuk mencabut kejahatan entitas ini dari akarnya dan dari kaum muslimin.

Maka, hendaknya para tentara negeri muslim dan para pemimpinnya, bergerak menuju kemenangan Islam dan apa yang disenangi Rasulullah. Melepaskan diri dari rezim pengkhianat yang telah melindungi keberadaan orang Yahudi selama beberapa dekade.

Sebagaimana firman-Nya,

“Wahai orang-orang yang beriman. Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS At-Taubah: 38—39). [MNews/Ruh-SNA]

Tinggalkan Balasan