[Resensi Buku] Peradaban Islam, Sumbangan Kegemilangan yang Tak Terbantahkan

#ResensiBuku Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia


Peresensi: Nindira Aryudhani, S.Pi., M.Si. (Koordinator LENTERA)


MuslimahNews.com, RESENSI BUKU — Buku ini sejatinya terdiri dari dua buku yang dijadikan satu. Menilik jumlah halamannya yang hampir mencapai 870 halaman, jelas sekali buku ini terlalu tebal untuk diabaikan kontennya.

Di antara keistimewaan buku ini adalah pemaparan penulis, Prof. Dr. Raghib As-Sirjani, yang ilmiah, realistis, dan detail. Semuanya menegaskan bahwa Islam pernah berjaya dalam naungan peradaban selama 14 abad yang tak terbantahkan.

Peradaban Islam adalah sebuah peradaban yang mengagumkan. Peradaban ini dibangun di atas fondasi iman yang terpancar darinya tata aturan kehidupan yang benar dan khas. Mulai dari pandangannya terhadap manusia, kehidupan, dan alam semesta; mengenai makna kebahagiaan, serta hakikat amal dan perilaku manusia; juga pengaturan sektor-sektor kehidupan, termasuk di dalamnya sistem pemerintahan, politik, ekonomi, peradilan, militer, pergaulan, pendidikan, pertanian, kemaritiman, kesehatan, bahkan kesenian. Semuanya memiliki kekhasan sebagaimana kekhasan akidah Islam yang melahirkannya.

Sebagai sebuah peradaban, Islam juga melahirkan bentuk-bentuk fisik sains dan teknologi, yang di kemudian hari menjadi landasan bagi ragam teknologi modern saat ini. Sains dan teknologi dalam Islam senantiasa dijiwai oleh ketakwaan kepada Allah.

Sementara, sebagai sebuah sistem kehidupan, Islam melahirkan sosok-sosok muslim yang beriman, berilmu pengetahuan, serta berkepribadian Islam. Demikian pula masyarakatnya, yang mana masyarakat Islam adalah masyarakat yang gemar beramar makruf nahi mungkar.

Tak heran, jika visualisasi peradaban Islam ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surah Ali Imran [3] ayat 110,

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Selanjutnya, penyebaran ajaran Islam ke berbagai penjuru dunia melalui politik luar negeri yang terwujud dalam dakwah dan jihad, telah berhasil membawa kebaikan dan keberkahan pada setiap kesempatan, hingga Islam layak disebut sebagai rahmatan lil ‘alamiin.

Tak pelak, peradaban Islam memberikan transformasi pada peradaban dunia, bahkan telah memberi kontribusi besar bagi dunia Barat yang hari ini sering diklaim sebagai pusat peradaban dunia.

Padahal, lembaga-lembaga pendidikan Islam adalah pendahulu sejumlah universitas di Eropa. Islam telah mentransfer ilmu pengetahuan ke dunia Barat, di antaranya pengetahuan tentang rumah sakit, sanitasi, makanan, ilmu fisika, kimia, dan berbagai dasar teknologi modern. Terdapat banyak bukti otentik bahwa peradaban Islam telah memberikan investasi besar pada pencapaian peradaban dunia modern saat ini.

Maka, tentu sangat menyedihkan ketika menyadari fakta keruntuhan peradaban Islam tersebut melalui pembubaran Khilafah Islamiah pada 3 Maret 1924 di Turki. Itulah malapetaka besar bagi dunia Islam. Khilafah Sang Perisai Umat itu telah hancur berkeping-keping di tangan seorang keturunan Yahudi agen Inggris, Mustafa Kemal.

Pada saat itulah gelar “khairu ummah” tercabik. Umat Islam terhina di mana-mana. Negeri-negeri Muslim dijajah dan dijarah. Wilayah Khilafah pun terpecah belah menjadi lebih dari 50 negara bangsa. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban syar’i kaum Muslim diaborsi melalui tegaknya sistem demokrasi. Kehidupan mereka dipasung dalam sekularisasi. Yang semua itu adalah produk ideologi kapitalisme Barat.

Demokrasi telah menipu dunia Islam dengan mencukupkan definisinya pada lingkup momentum pemilihan pemimpin semata-mata. Yang dengannya, demokrasi berlindung di balik slogan “kedaulatan di tangan rakyat”. Padahal, konsekuensinya sungguh celaka, karena kewenangan membuat hukum yang semestinya di tangan syariat, dialihkan pada tangan durjana manusia.

Allah Swt. berfirman,

“…Menetapkan hukum itu hanyalah milik Allah…” (QS Yusuf [12]: 40)

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS An-Nisaa [4]: 65)

Sungguh, tak semestinya kemuliaan umat ini terus-menerus disesatkan melalui demokrasi. Sebaliknya, kebangkitan umat harus diupayakan. Modal besar kebangkitan kaum muslimin harus terus dipupuk dan ditumbuhsuburkan. Modal itu tak lain adalah ideologi Islam.

Dengannya, Islam harus terus didakwahkan secara universal ke seluruh dunia demi kembali tegaknya ideologi Islam tersebut dalam format sebuah negara independen, yakni negara Khilafah Islamiah ats-Tsaniah. Itulah hari ketika janji Allah dan bisyarah Rasul-Nya terbukti kebenarannya. Inilah kemenangan sejati.

Sungguh Allah Swt. telah berfirman dalam Surah An-Nuur [24] ayat 55,

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Pun adanya bisyarah Rasul-Nya saw.,

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan yang zalim. Ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi, dan Al-Bazzar).

Janji Allah dan bisyarah Rasul-Nya hanya bisa diyakini oleh orang-orang yang beriman, serta hanya bisa diwujudkan oleh orang-orang yang melaksanakan. Pun kemenangan akan Dienullah itu hanya bisa diraih oleh orang-orang yang memperjuangkan.

Karena itu, bangunlah wahai Khairu Ummah! Bersegeralah menyambut janji Allah Swt. dan bisyarah Rasul-Nya saw.. Bangkit dan berjuanglah demi kembali tegaknya Khilafah Islamiah. [MNews/Gz]

Tinggalkan Balasan