Ramadan di Somalia, Tak Ada Makanan untuk Berbuka

MuslimahNews.com, RAMADAN SEDUNIA — “Seringnya cuma berbuka puasa dengan minum air. Ada atau tidak ada makanan kita harus berpuasa. Puasa kan wajib, jadi kita puasa agar Allah senang,” tutur seorang muslimah di kamp pengungsian di Somalia.

Apa menu berbuka Anda hari ini? Kebanyakan kita berbuka dengan aneka makanan dan minuman yang nikmat dan menggugah selera. Namun, tak semua umat Islam bisa menikmati kebahagiaan berbuka puasa.

Seperti yang terjadi di Somalia. Nestapa terus merundung negeri yang terletak di Tanduk Afrika ini. Betapa tidak, sekitar 615 ribu warga Somalia meninggalkan rumah untuk mencari tempat tinggal yang dekat sumber makanan.

Lebih dari enam juta orang atau separuh populasi Somalia hidup dalam kondisi rawan pangan akut hingga mencapai tahap “darurat”. Lebih dari 363 ribu anak mengalami malnutrisi, dan 71 ribu di antaranya menderita gizi buruk parah.

Sejak tahun 2011 Somalia telah menjadi negara yang terancam risiko kelaparan ekstrem. Kekeringan dan invasi militer AS menjadi penyebabnya. Kini kondisi muslim Somalia sungguh sengsara, mereka hanya bisa makan ketika ada bantuan makanan.

Meski setiap hari didera kelaparan, mereka tetap berpuasa Ramadan. Bahkan, anak-anak juga belajar puasa.

“Sebab kami sedang dilanda kelaparan, toh kami juga telah melewati beberapa hari belakangan tanpa makanan. Itu kami anggap puasa tanpa pahala. Setidaknya puasa kali ini terinspirasi dan kami tujukan untuk Allah,” tutur seorang muslimah di sana.

“Bagaimana aku bisa berbuka jika tak punya makanan? Seluruh anggota keluargaku kelaparan dan aku tak punya apa pun untuk mereka makan,” ujar pengungsi lainnya.

Tak hanya menghadapi krisis pangan, hampir 5,5 juta orang Somalia terancam penularan penyakit lewat air. Lebih separuhnya adalah perempuan dan balita. Saat sakit, kurang dari setengah penduduk Somalia memiliki akses layanan kesehatan dasar.

Meski sudah ada bantuan pangan, tapi Somalia masih butuh lebih banyak dana bantuan agar mereka bisa bertahan hidup. Semoga nestapa Somalia segera sirna dan berganti suka cita dengan adanya Khilafah Sang Perisai. [MNews/Rgl]

Tinggalkan Balasan