Syekh Dr. Muhammad Bin Hamid Hawari, Sosok Ulama dan Intelektual Pejuang Islam


Penulis: Ali Dodiman*


MuslimahNews.com, KISAH INSPIRATIF — Beliau lahir pada tahun 1931, bulan Rabiuts Tsani 1350 Hijriah. Beliau termasuk keturunan dari murid Nabi saw., yakni Al-Zubair bin Al-Awwam ra. yang juga merupakan salah seorang sahabat Nabi.

Al-Zubair bin Al-Awwam ra. sendiri adalah anak bibinya Rasulullah saw., yakni Shafiyyah binti Abdul Muthalib, radliyallahu ‘anha.

Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah saw. yang merupakan keturunan tokoh Quraisy, Qusay bin Kilab. Bibi Al-Zubair adalah Khadijah binti Khuwailid. Dua pamannya adalah Hamzah dan Al-Abbas. Sepupunya, Ali bin Abi Thalib dan Ja’far. Mertuanya adalah Abu Bakar ash-Shiddiq ra., sementara anaknya adalah Abdullah. Semoga Allah Swt. meridai mereka semua.

Dengan demikian, Syekh Muhammad adalah keturunan dari sosok-sosok mulia. Ayahnya sendiri, yakni Hamid, dan pamannya, Al Wahid, keduanya mati syahid dalam perjuangan melawan kolonialisme di Tanah Syam pada tahun 1930-an.

Riwayat Pendidikan

Syekh Muhammad Hawari adalah lulusan Universitas Suriah di Damaskus (kini berganti nama menjadi Universitas Damaskus). Lulus dengan gelar B.A. (Lc.) dalam Sastra dan B.A. (Lc.) dalam bidang pendidikan.

Kemudian, beliau memperoleh gelar M.A. (Magister) dan Ph.D. (Doktor) dalam bidang Ilmu Perbandingan Agama dan PhD dalam Kajian Tafsir Al-Qur’an.

Syekh Hawari telah menerbitkan penelitian dalam bidang Perbandingan Agama sebagai bagian dari bukunya yang berbahasa Arab ‘Li Man Kaana Lahu Aql’. 

Juga penelitian dalam bidang tafsir yang telah dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul Da’wah min Jami’ al-Ahkam. Buku ini terdiri dari empat jilid dan merupakan kajian lengkap terhadap tafsir Imam Al-Qurthubi.

Aktivitas Dakwah Beliau

Syekh Muhammad Hawari telah bergabung dalam barisan dakwah Khilafah sejak dari awal. Beliau termasuk generasi awal di organisasi yang memperjuangkan penerapan syariat Islam. Yakni sejak terbitnya sinar dakwah Khilafah di Masjidilaqsa, ketika Syekh Taqiyuddin, sang pendiri, melakukan kontak dengan beberapa tokoh ulama dan cendekiawan.

Di salah satu rumah ulama tersebut, Syekh Taqi mengajak mereka untuk bergabung. Salah seorang yang menyambut ajakan tersebut adalah Dr. Muhammad Hawari.

Beliau tercatat aktif mengemban dakwah di wilayah Thulkiram yang mana saat itu beliau menjadi pengajar di beberapa sekolah. Beliau juga aktif berdakwah di kamp perkemahan pengungsi di Palestina dan Yarmuk.

Kemudian Syekh Hawari pindah ke Suriah untuk menempuh jenjang pendidikan di universitas. Selain itu, beliau pun berdakwah di Kuwait sambil bekerja di sana. Yang beliau lakukan antara lain mengontak tokoh-tokoh ulama dan cendekiawan Kuwait.

Dengan jenjang pendidikan yang tinggi dan kemampuan bahasa Inggrisnya, beliau adalah orang yang pertama berusaha menerjemahkan kitab Nizham Islam ke dalam bahasa Inggris.

Karya Syekh Muhammad Hawari

Setelah lulus dari Universitas Suriah, Syekh Muhammad Hawari menghabiskan waktu selama 30 tahun di Kuwait, sampai tahun 1990.

Beliau bekerja di berbagai bidang baik pendidikan, pengawasan teknis, administrasi studi dan penelitian; menerjemahkan, serta aktivitas intelektual dan politik lainnya. Selama periode ini, beliau menyelesaikan kurikulum Diploma Tinggi dalam Studi Islam Tinggi di Kairo, Mesir.

Ia juga menulis lebih dari 120 penelitian di berbagai bidang baik pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, maupun komunikasi. Itu di luar tulisan berseri yang diterbitkan di harian dan majalah mingguan Kuwait.

Sejak 1990, Beliau tinggal di Tanah Syam dan telah menulis beberapa buku dalam bahasa Arab yang diiklankan di website bekerja sama dengan penerbit.

Beberapa buku karya beliau, antara lain:

  1. Dakwah Min Jami’I al-Ahkam. Buku ini—yang terdiri empat jilid—merupakan kajian terhadap Tafsir Imam Qurthubi.
  2. Al-Iman Yughayyiru Al-Insan (Dar adl-Dliya, Tahun 2007). Buku ini berisi penjelasan tentang akidah Islam dibandingkan dengan akidah kapitalisme dan sosialisme; kewajiban menjadikan syariat Islam dalam menyelesaikan berbagai permasalahan manusia; dan perbandingan agama.
  3. Aimmah Asy-Syari’ah Al-Islamiyah (Dar adl-Dliya, Tahun 2007). Buku ini berisi tentang biografi imam mazhab yang empat dan imam-imam lainnya, seperti: Syekh Islam Ahmad Taqiyuddin Ibnu Taimiyah, Imam Jabir bin Zaid, Imam Zaid bin ‘Ali, Imam Jafar Ash-Shaddiq, dan Imam ‘Ali bin Hazm.
  4. Li man Kana lahu ‘Aql (Dar adl-Dliya 2007). Buku ini merupakan kumpulan makalah yang membahas berbagai topik keislaman. Beberapa pembahasan yang terdapat dalam buku ini antara lain: Syura, Baiat, at Ta’min, Idariyah dan lain-lain.
  5. As-Salaam Ila Aina? (Dar adl-Dliya, 2007). Buku ini menyoroti berbagai perjanjian yang pernah terjadi antara umat Islam dengan Yahudi, Arab dengan Yahudi dan Palestina dengan Yahudi. Adakah jalan damai dengan Yahudi?

Dalam buku ini juga terdapat kajian terhadap beberapa buku yang berbicara tentang Yahudi, di antaranya: kitab Shira’unaa Ma’a Al Yahuudi, kitab Al Yahuudu fi Al Qur’an al Kariim, dan kitab al Yahuudu al Mu’taduuna wa Daulatuhum (Israil).

  1. Wuluj al-Ma’rifat, (Dar adl-Dliya, 2008) Kitab ini, jika diterjemahkan secara harfiah artinya Jalan Masuk/Akses Pengetahuan.

Intinya kitab ini merupakan kumpulan kajian Syekh Dr. Hawari terhadap beberapa kitab, baik yang membahas tentang pemikiran, tasawuf, politik, sejarah maupun kejiwaan.

Beberapa buku yang dikaji oleh Syekh Dr. Hawari tersebut antara lain: Zaadul Ma’ad, Talbis Iblis, Tanbihul Ghaafilin, Huquuqu Ahli Dzimmah fi ad Daulah al Islaamiyyah, dan Shadaamu al Hadlaarah.

  1. Al Qur’an Al Kariim, Maadzaa Yaquulu: Hal Al Insaanu Musayyar au Mukhayyar? Hal Kullu Aayatillaah Mafhuumatun lil Qari? (Dar ath Thayibah, Tahun 2009) Kitab ini merupakan tafsir ringkas Al Qur’an dan pemahaman global atas setiap surat yang ada dalam Al Qur’an.
  2. Imam Jabir bin Zaid Imam Madzhab al ‘Ibadliy (2007). Buku ini berbicara tentang keberadaan mazhab ‘Ibadliy yang kurang begitu dikenal oleh umat Islam. Imam Jabir sendiri adalah Tabi’iy yang juga murid Ibnu Abbas ra..

Ada juga beberapa buku karya beliau yang tidak dipublikasikan, misalnya: syarah kitab Nizham Islam yang telah diterjemahkan dan diterbitkan dengan judul Re-ideologi Islam oleh Al Azhar Press, serta Syarah Kitab At-Takatul Hizbiy yang diterbitkan oleh Idea Pustaka dan Al Azhar Press dengan judul Politik Partai.

Selain berupa buku, sumbangan pemikiran Syekh Muhammad Hawari dapat juga kita simak dari ceramah-ceramah beliau. Ceramah-ceramah Syekh Muhammad Hawari sekarang dapat disimak di YouTube. Ada beberapa topik yang bisa kita unduh, terutama yang berkaitan dengan masalah keimanan, akhlak, perbandingan agama, dan politik.

Penampilan Syekh Muhammad Hawari di situs YouTube.

Berikut ini beberapa topik kajian yang dibahas dalam tayangan di situs YouTube.

  1. Al Iman Yughayyirul Insan, at Thariqah as Saliimah lil Iman, diunggah pada 28/10/2008. Terdiri dari beberapa seri.
  2. Aqidah al Qadla wa al-Qadar, diunggah pada 22/10/2008 dengan durasi 9,34 menit.
  3. Masyru’u Tathbiq Al Islam fil Hayah, diunggah pada 29/10/2008 dengan durasi 3,14 menit.
  4. Tabanni Al Ahkam Asy Syar’iyyah, diunggah pada 29/10/2008 dengan durasi 7,25 menit.
  5. Hal al Islamu Qadirun ‘ala Qiyadatil Basyariyah? diunggah pada 29/10/2008 dengan durasi 6,16 menit. dll.

Wafat Beliau

Syekh Muhammad bin Hamid Hawari wafat tanggal 11 Juni 2011 lalu dalam usia 80 tahun. Setidaknya, beliau mempunyai dua orang anak yang juga intelektual dan pengemban dakwah. Mereka adalah Dr. Mos’ab bin Hawari dan Dr. Ammar bin Hawari.

Semoga Allah Swt. berkenan menerima seluruh amal ibadah dan dakwah beliau. Semoga pula, kelak Allah menempatkannya bersama baginda Rasulullah saw. beserta para Sahabatnya serta kaum muslimin yang istikamah memperjuangkan tegaknya kembali Khilafah di sebaik-baik tempat, yakni Surga Firdaus. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. [MNews/SNA-Juan]

Foto syekh Dr. Muhammad Hawari setelah wafat

*Penulis buku Memoar Pejuang Syariah dan Khilafah, Al-Azhar Fresh Zone Publishing, 2012

Tinggalkan Balasan