[Hadits Sulthaniyah] ke-28: Larangan Menggelapkan Harta Orang Lain

Hadis mengenai “Memerintah Berarti Memelihara Urusan Umat dengan Syariat Islam.” (Hadis ke-19—30)

MuslimahNews.com, HADITS SULTHANIYAH — Hadis ke-28: “Lelaki yang mengambil harta Allah tanpa hak, maka pada Hari Kiamat mereka akan mendapatkan neraka.” (HR Bukhari No. 2886)

Penjelasan:

a. Hadis di atas sering kali dialamatkan kepada orang-orang yang bertanggung jawab atas harta kekayaan orang lain, yaitu tentang beratnya beban amanah yang mereka pikul. Hadis itu mengandung makna bahwa mereka tidak boleh mengeluarkan harta yang menjadi tanggung jawabnya, kecuali untuk hal-hal yang wajib dan sesuai keperluan.

b. Sebagaimana penjelasan Imam al-‘Ayni, kata “yatakhuudhuuna” menunjukkan kesengajaan mereka dalam membelanjakan harta, dengan mengambil sebagian dari harta tersebut di luar kebutuhan. Itulah para penanggung jawab harta yang mendapatkan ancaman dari hadis di atas, baik mereka itu adalah penjaga harta pribadi milik anak yatim maupun para penguasa yang bertanggung jawab atas harta milik umum.

c. Rasa tanggung jawab inilah yang membuat sejumlah penguasa muslim, seperti Khalifah Umar bin Abdul Aziz merasa sangat takut untuk sekadar memanfaatkan cahaya lilin yang dibeli dengan uang negara demi kepentingan pribadinya. Keadaan ini sangat jauh berbeda dengan sikap para pemimpin dunia saat ini, yang menguasai dan memanfaatkan sumber-sumber kekayaan milik umum demi kepentingan dan kesenangan pribadinya, sembari mengabaikan kepentingan masyarakat. [MNews/Gz]

Baca juga:  [Hadits Sulthaniyah] Ke-11: Imam Adalah Penanggung Jawab Urusan Umat

Sumber: Abu Lukman Fathullah, 60 Hadits Sulthaniyah (Hadits-Hadits tentang Penguasa), 2010; Dengan penyesuaian redaksi.

Tinggalkan Balasan