[Syarah Hadis] Puasa Adalah Perisai

MuslimahNews.com, SYARAH HADIS —

فَقَالَ عُثْمَانُ بْنِ أَبِيْ اَلْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ

” اَلصِّيَامُ جُنَّةُ مِنَ النَّارِ , كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ ”

[صحيح : رواه ابن ماجه 1639 , النسائي 2230, أحمد 16278 , ابن خزيمة 2125 , ابن حبان 3649]

Dari Utsman bin Abu al-Ash Radhiyallahu’anhu, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Puasa adalah pelindung dari neraka, sebagaimana pelindung kalian di saat bertempur.'”

Takhrij Hadis

  1. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah di dalam kitab Sunan-nya, hadis no. 1639. Sanad-nya sahih. Disahihkan oleh Syekh Al-Albani di dalam Sahih Sunan Ibnu Majah dan Syekh Syu’aib di dalam Takhrij Sunan Ibnu Majah.
  2. Diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i rahimahullah di dalam kitab Sunan-nya, hadis no. 2230. Disahihkan oleh Syekh Al-Albani rahimahullah di dalam Sahih Sunan an-Nasa’i.
  3. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad rahimahullah di dalam kitab Musnad-nya, hadis no. 16278. Dengan sanad sahih. Sesuai dengan syarat Imam Muslim rahimahullah. Disahihkan oleh Syekh Syu’aib rahimahullah di dalam Takhrij Musnad Imam Ahmad.
  4. Diriwayatkan juga oleh Imam Ibnu Khuzaimah rahimahullah di dalam kitab Sahih-nya, hadis no. 2125. Dengan sanad yang sahih. Disahihkan oleh Syekh Al-A’zhami hafizhahullah di dalam Takhrij Shahih Ibnu Khuzaimah.
  5. Diriwayatkan juga oleh Imam Ibnu Hibban rahimahullah di dalam kitab Sahih-nya, hadis no. 3649. Sanadnya sahih berdasarkan syarat Imam Muslim rahimahullah. Disahihkan oleh Syekh Syu’aib di dalam Takhrij al-Ihsan.

Syarah Hadis

Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menjelaskan, “Puasa merupakan perisai selama tidak dirusak dengan perkataan jelek yang merusak. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda,

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa.'” (HR Bukhari dan Muslim)

Perisai (جُنَّةٌ) adalah yang melindungi seorang hamba, sebagaimana perisai yang digunakan untuk melindungi dari pukulan ketika perang. Maka demikian pula puasa akan menjaga pelakunya dari berbagai kemaksiatan di dunia, sebagaimana Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)

Jika hamba mempunyai perisai yang melindunginya dari perbuatan maksiat maka dia akan memiliki perisai dari neraka di akhirat. Sedangkan bagi yang tidak memiliki perisai dari perbuatan maksiat di dunia maka dia tidak memiliki perisai dari api neraka di akhirat. (Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam) [MNews/Rgl]

Tinggalkan Balasan