[Nafsiyah] Kekuatan Doa dalam Mengubah Qadar


Oleh: K.H. Hafidz Abdurrahman*


MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Qadar yang saya maksud di sini adalah khashiyat benda yang Allah ciptakan.

Otak adalah benda, yang diberi khashiyat oleh Allah untuk mengikat informasi dan fakta yang diindra. Cepat, lambat, bertahan lama, atau singkat, semua itu khashiyat yang Allah ciptakan pada setiap diri kita

Maka, ketika Imam Syafi’i tak tahu lagi bagaimana caranya agar Rabi bin Sulaiman bisa memahami penjelasannya setelah dijelaskan 39 atau 40 kali tidak paham, nasihatnya agar muridnya itu minta kepada Allah. Karena Allah yang Maha Mengubah khashiyat otak muridnya itu.

Apa yang terjadi? Maka, lahirnya Rabi bin Sulaiman murid Imam Syafi’i yang kemudian dikenal sebagai penyebar Mazhab Syafi’i.

Di sini, qadar (khashiyat) otak Rabi bisa diubah dengan doa. Dari lemot menjadi cepat. Ini hanya satu contoh, masih banyak yang lain.

Suatu ketika, ada ibu-ibu minta didoakan, karena anaknya divonis berkebutuhan khusus. Umurnya lebih empat tahun belum bisa jalan dan bicara. Dokter tidak tahu lagi bagaimana caranya? Dia menelepon saya, “Pak Kiai, saya mau wakaf. Minta doa khusus untuk anak saya.” Beliau cerita masalahnya. Maka, dengan izin Allah, entah dari mulut yang mana, Allah kabulkan. Kini mulai bisa bicara dan berjalan.

Suatu ketika, ada teman tinggal di Australia. Nakes (tenaga kesehatan, ed.) dan sudah 10 tahun menikah. Divonis dokter, 99% tidak bisa punya anak. Pendek kata, akhirnya minta doa. Saya doakan di depan Rukun Yamani dan tempat mustajab lainnya. Dengan saran, harus disertai ikhtiar. Entah, dari mulut siapa doa itu diijabah, akhirnya istrinya hamil dan punya anak

Ini semua hanya contoh kecil tentang pemahaman kita soal qadar (khashiyat) dan kekuatan doa kepada Allah.

Jadi, jika khashiyat benda itu Allah yang menciptakan, maka Allah pula yang bisa mengambil dan mengembalikan. Allah yang bisa menyembuhkan dan menyempurnakan.

Maka, kalau Anda mempunyai masalah, mendekatlah kepada Allah. Insyaallah, Allah akan selesaikan dengan cara-Nya. Tinggal yakin atau tidak? Sabar atau tidak? Itu saja. [MNews/Nsy]

*Khadim Mahad Syaraful Haramain

Tinggalkan Balasan