Ramadan Sedunia

[Ramadan Sedunia] Ramadan di Bosnia, Wangi Pitaljka dan Maktab yang Dicintai

MuslimahNews.com, RAMADAN SEDUNIA — Wangi aroma roti ramazanija atau pitaljka menjadi ciri khas Ramadan di Bosnia. Ya, roti tipis yang mirip roti Nan asal India-Pakistan ini hanya dibuat ketika Ramadan saja. Tak hanya wangi dan lezat, roti ini juga menyehatkan karena bagian atasnya ditaburi habbatussauda atau jintan hitam.

Masyarakat Bosnia memiliki tradisi iftar keliling, yakni buka puasa dengan bergiliran saling berpindah dari rumah ke rumah. Sedangkan orang-orang kaya akan mengadakan buka bersama untuk umum. Sajian pada acara buka bersama itu sangat lengkap dan mewah. Minuman kopi menjadi penutup menu berbuka.

Waktu berbuka ditandai dengan dua hal, yaitu tembakan dari meriam kayu dan menyala terangnya lampu pada menara mesjid. Lampu ini akan terus menyala hingga waktu imsak.

Tradisi menyalakan meriam saat Ramadan merupakan tradisi umat Islam di Turki, negeri Arab, dan negeri muslim lainnya. Ada keterkaitan di antara negeri-negeri tersebut, yaitu semuanya dulu merupakan wilayah pemerintahan Khilafah Utsmaniyah. Tradisi meriam Ramadan ini merupakan peninggalan Turki Utsmaniyah.

Meriam tidak hanya berbunyi ketika berbuka puasa, tapi juga ketika tiba waktu sahur dan waktu imsak.

Setelah berbuka, muslim Bosnia melakukan salat tarawih di masjid. Setiap hari masjid di Bosnia selalu ramai oleh para jemaah. Puncaknya, pada malam yang ke-27 Ramadan, jemaah memenuhi masjid dengan berbagai aktivitas ibadah

Baca juga:  25 Tahun Srebrenica

Bosnia, merupakan negeri muslim di Benua Eropa. Islam menyebar di Bosnia melalui upaya Turki Utsmaniyah.

Sejak berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah, syariat Islam diterapkan di Bosnia secara kaffah. Pengaturan kehidupan masyarakat berpusat pada ulama dan sekolah agama.

Pascaruntuhnya kekuasaan Utsmaniyah, kaum muslim masih terlibat dalam pembentukan institusi pusat, Mashikha Islamiyya. Sebagai hasil dakwah, Islam menjadi agama terbesar di Bosnia dan Herzegovina. Hukum Islam untuk status pribadi masih pun masih diterapkan hingga tahun 1946.

Namun sayang, pengaruh umat Islam di Bosnia makin melemah. Dulunya syariat Islam diterapkan dalam kehidupan. Namun kini berbagai hukum yang disahkan parlemen tidak memiliki kesan religius. Bahkan hukum status pribadi sepenuhnya sekuler, misalnya, hukum pernikahan.

Meski hukum syariat telah dihapuskan, berbagai peninggalan Khilafah Utsmaniyah masih tampak dan digunakan. Peninggalan Islam yang paling penting adalah Perpustakaan Gazi Huserv Beg. Perpustakaan ini memiliki teks penting dalam bahasa Arab, Persia, Turki, dan bahasa lokal yaitu Bosnia, Serbia, serta Kroasia.

Satu lagi peninggalan Utsmaniyah yang dipertahankan di Bosnia adalah maktab yang menjadi basis pendidikan agama. Maktab atau kuttab, berarti sekolah dasar, di mana anak-anak akan diajarkan membaca, menulis dan tata bahasa termasuk juga belajar Islam dan pembacaan Al-Qur’an.

Baca juga:  [Ramadan Sedunia] Ramadan di Palestina, Saatnya Menghias Masjidilaqsa

Semua anak  kelas satu hingga kelas sembilan dapat mengikuti maktab, yang  dikelola oleh Persatuan Islam Bosnia dan Herzegovina. Para imam mengajari anak-anak membaca Al-Qur’an dan pengetahuan dasar agama sesuai kelompok usia mereka di akhir pekan. Anak-anak memperkaya kehidupan mereka dengan mempelajari dasar-dasar dan nilai-nilai agama Islam.

Sungguh, muslim Bosnia mencintai Islam dan mencintai berbagai tradisinya. Sayang arus sekularisasi mengikis kebaikan ini. Pemimpin yang islami kelak akan mengembalikan tradisi kebaikan ini. [MNews/Rgl]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *