Mengajak Anak Suka Bersedekah Saat Ramadan


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, KELUARGA — Saat Ramadan, berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari keinginan hawa nafsu. Ketika berpuasa hingga sore, biasanya muncul keinginan untuk mengonsumsi beraneka makanan lezat dan minuman yang menyegarkan, terlebih bagi anak yang sedang berpuasa.

Sehingga, Ramadan menjadi momentum untuk melatih anak mengendalikan hawa nafsu, terutama terhadap makanan/minuman dan berbagai barang yang diinginkan anak.

Salah satu cara untuk menahan keinginan memiliki atau menikmati—sebagai manifestasi dari gharizah baqa’—adalah dengan mengajak anak sering bersedekah. Anak diajak berbagi harta yang dimiliki kepada saudara sesama muslim. Sebab, bersedekah merupakan salah satu ibadah utama Ramadan yang harus dilakukan oleh tiap muslim yang mampu mengerjakannya.

Nak, Nabi Muhammad Saw. adalah Orang yang Paling Dermawan

Orang tua sering berbagi cerita kepada anak tentang keteladanan Rasulullah saw., termasuk bagaimana meneladani Rasulullah saw. dalam bersedekah di bulan Ramadan. Bahkan, Rasulullah saw. sangat sering bersedekah di bulan Ramadan, hingga di dalam hadis, beliau saw. dikatakan sebagai orang yang paling dermawan.

”Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan, yaitu ketika Jibril menemuinya. Jibril selalu menemuinya setiap malam bulan Ramadan, lalu memantau bacaan Al-Qur’an beliau. Pada saat ditemui Jibril, Rasulullah lebih dermawan dengan penuh kebaikan (lebih cepat) daripada angin yang ditiupkan.” (HR Bukhari Muslim)

Baca juga:  Teladan Aisyah ra. dalam Bersedekah

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan tambahan,

Dan beliau tidak pernah dimintai sesuatu kecuali memberikannya.” Menurut riwayat Al-Baihaqi, dari Aisyah ra., “Rasulullah saw. jika masuk bulan Ramadan, membebaskan setiap tawanan dan memberi setiap orang yang meminta.

Bulan Ramadan Bulan Memperbanyak Sedekah

Setelah meneladani Rasulullah saw., anak juga hendaknya mendapatkan contoh nyata dari kedua orang tua atau keluarganya. Keluarga sebaiknya telah merancang program untuk bersedekah setiap hari di bulan Ramadan. Sabda Rasulullah saw., “Sebaik-baik sedekah adalah di bulan Ramadan.” (HR Muslim)

Mungkin anak mendapatkan uang jajan sebagai reward baginya ketika dia berpuasa, atau orang tua menjanjikan hadiah untuk anak yang berpuasa. Hendaknya apa yang diberikan orang tua kepada anak juga dibarengi dengan mengajak anak menyisihkan harta yang dia miliki untuk dibagi kepada orang yang membutuhkan.

Reward yang akan Allah berikan kepada orang yang beramal saleh termasuk bersedekah di bulan Ramadan sangat besar. Motivasi ruhiyah ini harus ditanamkan orang tua berulang-ulang kepada anak.

Orang tua dan anak bersama-sama menyiapkan kotak infak keluarga di rumah, sehingga menjadi pengingat bagi seluruh anggota keluarga agar bersedekah setiap harinya di bulan Ramadan.

Baca juga:  Siapa yang Dimaksud dengan “Asnaf fii Sabilillah”?

Sedekah Makanan Berbuka kepada Orang yang Berpuasa

Keinginan anak untuk membeli atau membuat beraneka makanan minuman untuk berbuka, hendaknya juga diarahkan oleh orang tua. Anak diberikan pemahaman bahwa saat berbuka bukanlah saat “balas dendam” setelah seharian berpuasa. Anak diajak untuk melihat orang-orang yang kekurangan berbuka puasa. Mereka berbuka hanya sebatas mengganjal perutnya, memenuhi hajatul uduwiyah bukan memenuhi selera nafsu nalurinya.

Ibu bisa mengajak anaknya untuk menyusun menu dan memasak makanan untuk berbuka. Makanan yang nanti tidak hanya dinikmati oleh keluarga, namun juga akan mereka bagi kepada tetangga atau orang muslim yang lain.

Islam memberikan keutamaan bagi muslim yang berbagi makanan untuk berbukanya orang yang berpuasa. Dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa tersebut dan akan mendapatkan kenikmatan surga.

Barang siapa memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikit pun dari pahalanya.(HR Ahmad dan At-Tirmidzi)

Dari Ali bin Abi Thalib ra. bahwa Nabi saw. bersabda,

“Sungguh di Surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.” Maka berdirilah kepada beliau seorang Arab Badui seraya berkata, “Untuk siapakah ruangan-ruangan itu wahai Rasulullah?” Jawab beliau saw., “Untuk siapa saja yang berkata baik, memberi makan, selalu berpuasa, dan salat malam ketika orang-orang dalam keadaan tidur.” (HR At-Tirmidzi)

Baca juga:  Teladan Aisyah ra. dalam Bersedekah

Keluarga juga akan memberikan makanan berbuka yang mereka sukai kepada orang berpuasa yang tidak mampu.

Di dalam kitab Larhaa’iful Ma’arif Ibnu Rajab dikatakan, untuk itu disyariatkan baginya memberi hidangan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa bersamanya, karena makanan ketika itu sangat disukainya. Maka, hendaknya ia membantu orang lain dengan makanan tersebut, agar ia termasuk orang yang memberi makanan yang disukai dan karenanya menjadi orang yang bersyukur kepada Allah Swt. atas nikmat makanan dan minuman yang dianugerahkan kepadanya, di mana sebelumnya ia tidak mendapatkan anugerah tersebut. Sungguh nikmat ini hanyalah dapat diketahui nilainya ketika tidak didapatkan.

Rasulullah saw. juga bersabda, “Barang siapa memberi makanan atau minuman untuk berbuka puasa kepada orang yang berpuasa dari harta yang halal, maka para malaikat mendoakannya di jam-jam bulan Ramadan dan Jibril juga mendoakannya di malam Lailatulkadar.” (HR Tabhrani). [MNews]

Tinggalkan Balasan