Ustazah Najah As-Sabatin, Teladan dalam Dakwah Kaum Muslimah


Penulis: M. Ali Dodiman*


MuslimahNews.com, KISAH INSPIRATIF — Sungguh berita yang mengejutkan bagi saya, karena pada 20/4/2021 (sehari sebelum beliau meninggal), saya kirimkan tulisan tentang sosok beliau sebagai teladan dalam dakwah kaum muslimah.

Berawal dari anak saya yang mengabarkan bahwa Ustazah Najah as-Sabatin telah meninggal, saya penasaran bertanya dari mana sumbernya? Ternyata, dari Instagram @mahadsyarafulharamain.

Kemudian saya cari sumber berita lainnya, [yaitu] https://m.hala.jo, nama beliau tercantum dalam daftar orang-orang yang wafat tanggal 21 April 2021. Satu sumber lagi dari lama Facebook al-Ustaz Mohammad al-Nadi, tokoh pengemban dakwah li isti’nafi al hayah al islamiyyah.

Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. Allohimmaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha. 

Berikut saya sampaikan sekilas biografi sosok almarhumah Ustazah Najah Yusuf Ahmad as-Sabatin.

Hal yang Berbeda (Pengantar dari Penulis)

Perlu penulis sampaikan kepada pembaca beberapa perbedaan/keistimewaan beliau, sehingga penulis menyertakan biografi tokoh kita ini.

Pertama, beliau seorang muslimah, sementara biografi yang lainnya adalah muslim laki-laki. Kedua, beliau baru saja meninggalkan kita semua dengan segala karya dan kisah perjalanan dakwah yang berliku, sementara yang lainnya sudah meninggalkan alam fana ini jauh lebih awal dari beliau. Ketiga, beliau termasuk seorang muslimah yang kreatif dalam menyebarkan opini Islam di media sosial (dunia maya).

Selain itu, yang melatarbelakangi penulis untuk menyertakan keberadaan sosok Ustazah Najah ini adalah agar tidak terkesan bahwa dakwah ideologis ini adalah aktivitas laki-laki muslim saja. Seorang muslimah pun sama terbebani kewajiban dakwah, sebagaimana muslim yang laki-laki.

Oleh karena itu, dengan adanya sekelumit biografinya ini, mudah-mudahan dapat memunculkan insprasi dan memotivasi para muslimah untuk berkiprah dalam aktivitas perjuangan menegakkan syariah dan Khilafah ini.

Semua hal yang penulis paparkan adalah apa yang penulis dapatkan di internet yang secara mudah dapat diakses oleh siapa pun. Penulis hanya mengumpulkan dan menyusunnya.

Keluarga Pengemban Dakwah

Pembaca yang dirahmati Allah, mungkin Anda telah membaca biografi Syekh Yusuf Ahmad Mahmud as-Sabatin, juga telah membaca biografi Al-Ustadz ‘Adil ‘Ali asy-Syuruf. Kedua tokoh tersebut sangat berkaitan dengan sosok Ustazah Najah. Yang pertama adalah ayahnya, adapun yang kedua adalah suaminya.

Baca juga:  [News] Ulama Perempuan dalam Pengarusutamaan Gender

Jadi, Ustazah Najah memang dibesarkan dalam keluarga pengemban dakwah. Aktivitas dakwah yang dilakukan Ustazah Najah as-Sabatin sangatlah variatif. Beliau melakukannya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi saat ini.

Internet dengan berbagai fasilitasnya, beliau manfaatkan untuk berdakwah menyebarkan opini syariah dan Khilafah. Oleh karena itu, forum-forum diskusi di dunia maya, jejaring sosial seperti Facebook, blog, situs YouTube, beliau manfaatkan untuk menyebarkan opini syariah dan Khilafah.

Selain menulis berbagai artikel atas nama beliau, beberapa tulisan ayah dan suaminya pun oleh Ustazah Najah disebarluaskan melalui media internet. Beliau juga sering menyebarluaskan artikel-artikel dari majalah Al-Waie berbahasa Arab, situs-situs resmi kelompok yang berjuang untuk melanjutkan syariat Islam, atau karya aktivis dari kelompok tersebut.

Terakhir, sambutan Ustazah Najah terhadap Konferensi Internasional Perempuan di Tunisia secara khusus beliau unggah ke kanal YouTube-nya.

Ketika revolusi di Timur Tengah sedang berkecamuk, beliau mengunggah sebuah tayangan berupa slide yang menggambarkan sosok-sosok penguasa muslim yang dengan mudah menumpahkan darah umat Islam sendiri. (Tonton YouTube http://www.youtube.com/watch?v=WXrQT-tH26c).

Beliau menebarkan semangat untuk melakukan perubahan di negeri Islam dengan cara mengingatkan para khatib Jumat. Beliau mengajak agar para khatib berperan aktif membeberkan kebobrokan penguasa-penguasa di negeri muslim saat ini. Sebagian terjemahan teks yang beliau sertakan dalam slide adalah sebagai berikut:

Kepada para Khatib Salat Jumat

(Bukankah) Kalian telah melihat apa yang dilakukan Zainal Abidin terhadap rakyat Tunisia?

(Bukankah) Kalian telah melihat apa yang dilakukan Mubarak terhadap rakyat Mesir?

(Bukankah) Kalian telah melihat apa yang dilakukan ‘Ali ‘Abdullah Shalih terhadap rakyat Yaman?

(Bukankah) Kalian telah melihat apa yang dilakukan Qadzafi terhadap rakyat Libya?

(Bukankah) Kalian telah melihat apa yang dilakukan Basyar al-Asad terhadap rakyat Suriah?

(Bukankah) Kalian telah melihat apa yang dilakukan ‘Ali ‘Abdullah Shalih terhadap rakyat Yaman?

Demikian pula yang akan dilakukan Abdullah II terhadap rakyat Yordania.

Demikian pula yang akan dilakukan Abdullah As Su’udiy terhadap rakyat di Jazirah Arab.

Demikian pula yang akan dilakukan Muhammad VI terhadap rakyat Maroko.

Demikian pula yang akan dilakukan Bouteflika terhadap rakyat Aljazair.

Demikian pula yang akan dilakukan para penguasa di seluruh wilayah Arab dan negeri Islam lainnya apabila rakyat mereka meninggikan suara menentang kemungkaran dan kejahatan mereka; menuntut penghentian kezaliman dan intimidasi; menolak perampasan kekuasaan dan kehormatan rakyat; menuntut penerapan syariat Allah.

(Bukankah) Kalian telah melihat orang-orang yang Rasulullah saw. bersabda tentang mereka, “Jika kalian menaati mereka kalian akan masuk neraka, dan jika kalian menyalahi mereka maka mereka akan membunuh kalian.”?

Apakah mereka adalah ulil amri yang harus dipatuhi?

Seharusnya Anda ketahui, wahai para Khatib di masjid-masjid dan ulama syariat, bahwa para penguasa saat ini bukanlah ulil amri, karena mereka bukan bagian dari umat Islam.

Sementara Allah menetapkan “ulil amri di antara kalian (umat Islam)” (berikan seratus garis bawah pada kata “minkum” (di antara kalian)!), mereka bukan bagian dari kita meskipun berbicara dengan bahasa kita (Arab) dan berkebangsaan Arab.

Rasulullah saw. memerangi para penguasa di Makkah, meskipun sesuku dan seketurunan, karena mereka bukan bagian dari umat Islam.

Demikian pula para penguasa saat ini bukan bagian dari umat karena mereka tidak mengimani akidah, syariat dan tidak mengimani “Laa ilaaha illallah”.

Baca juga:  Syekh Abdul Aziz al-Badri, Mujahid Dakwah dari Irak (1930—1969) Bagian 2/2

Secara garis besar, Ustazah Najah memperingatkan para khatib bahwa para penguasa itu—yang telah menghambakan diri mereka kepada Barat—tidak layak untuk didoakan. Sebab, mendoakan mereka menunjukkan pemberian loyalitas terhadap musuh-musuh Allah, musuh Rasulullah saw. dan musuh orang-orang yang beriman.

Mendoakan mereka dalam khotbah Jumat menunjukkan pula pengakuan terhadap kekuasaan, kepemimpinan, dan loyal terhadap pemerintahannya. Mendoakan para penguasa yang jelas-jelas menampakkan kedengkian dan permusuhan terhadap Allah, Rasulullah saw., dan umat Islam, merupakan suatu kemungkaran dan kemaksiatan.

Maka, para Khatib diperingatkan untuk tidak mendoakan mereka, akan tetapi harus mengingkari kemungkaran mereka.

Dalam slide yang beliau sebarkan tersebut. akan sangat terasa betapa tegasnya peringatan dari Ustazah Najah bilamana dibaca secara keseluruhan. Oleh karena itu, silakan akses alamat situs YouTube sebagaimana tertera di atas.

Dai Perempuan yang Produktif

Dalam salah satu sumber (sebilona.blogspot.com), Ustazah Najah as-Sabatin mengaku sebagai seorang penulis, pengemban dakwah, dan pengajar. Beliau juga menyebutkan dalam blog tersebut beberapa buku karyanya, antara lain:

  1. Mafahim Nahdhah Islamiyah.
  2. Asasiyat Tarbiyah Athfal.
  3. ‘Alaqatus Syayathiin bil Amradl an Nafsiyah wa al-Aqliyah
  4. Afghanistan Awwalu Dlahaya al-Aulamah.
  5. dan karya lainnya.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang buku, tulisan, tayangan hasil karya beliau sendiri ataupun orang lain, silakan buka alamat-alamat situs/blog di bawah ini (terlampir). Akun-akun di bawah ini, ada yang masih bisa diakses, ada juga yang sudah tidak bisa diakses. [MNews/SNA-Juan]

Baca juga:  Syekh Abdul Aziz al-Badri, Mujahid Dakwah dari Irak (1930—1969) Bagian 1/2

Lampiran:

sebateen.blogspot.com najah7.maktoobblog.com
sebilona.blogspot.com tam99.maktoobblog.com
kilafeh.blogspot.com radwa789.maktoobblog.com
youtube.com/watch?v=WXrQT-tH26c qanitat.net
groups.yahoo.com/group/ansar_al_khilafah forum.maktoob.com
Salah satu sampul muka buku karya Ustazah Najah as-Sabatin (buku Afgānistān Awwalu Dhahāya al-Aulamah (Afghanistan Korban Pertama Globalisasi)).

*Penulis Memoar Pejuang Syariah dan Khilafah, Al-Azhar Fresh Zone Publishing, 2012


Keluarga besar MuslimahNews.com turut berbelasungkawa atas wafatnya Ustazah Najah as-Sabatin. Semoga Allah Swt. mengumpulkan kami bersamanya di Firdaus, surga tertinggi. Kami hanya mengatakan apa yang diridai oleh Tuhan kami, Allah Swt, yaitu

﴿إِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ﴾

Kami milik Allah dan kami semua akan kembali kepada-Nya.”

Teriring doa,

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَ ارْحَمْهُ وَ عَافِهِ وَ اعْفُ عَنْهُ وَ اَكْرِمْ نُزُلَهُ وَ وَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَ اغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَ الثَّلْجِ وَ الْبَرَدِ وَ نَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ.⁣

اللّهُمَّ أَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارهِ وَ أَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَ أَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Ya Allah, ampunilah ia, kasihilah ia, maafkanlah ia, muliakanlah tempatnya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air, salju dan embun. Sucikanlah ia dari segala kesalahan sebagaimana pakaian disucikan dari najis. Gantikan untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, gantikan untuknya keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Masukkanlah ke dalam surga dan lindungilah ia dari azab kubur dan azab neraka.” Amin.[]

Tinggalkan Balasan