[Nafsiyah] Menjadi Pengemban Dakwah Islam Ideologis


Penulis: Adi Victoria


MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Ingin jadi pria atau wanita, maka tidak ada pilihan bagi manusia. Terlahir sebagai laki-laki atau wanita, maka itu qadha’ dari Allah سبحانه و تعالى.

Begitu pula ingin terlahir dari suku apa pun, tidak bisa memilih. Namun, menjadi seorang muslim atau kafir, maka perkara tersebut adalah pilihan.

Allah سبحانه و تعالى telah memberikan hidayah berupa Al-Qur’an, tinggal mau atau tidak manusia mengikuti petunjuk yang ada di dalam Al-Qur’an itu.

Saat telah menjadi muslim, ia pun memiliki pilihan, ingin menjadi muslim yang taat atau muslim yang fajir (pelaku maksiat). Saat menjadi muslim yang taat, dia pun memiliki pilihan, ingin menjadi pengemban dakwah atau tidak. Karena dakwah sebuah kewajiban.

Ada berbagai macam bentuk dakwah, salah satunya adalah dakwah dengan mengemban ideologi Islam. Tidak banyak yang mau mengemban dakwah Islam ideologis ini, karena dakwah ini berhadapan dengan pengemban ideologi lain, yakni ideologi kapitalisme sekuler yang diemban oleh negara kafir Barat dan oleh para penguasa yang menjadi kaki tangan Barat di berbagai negeri, termasuk di beberapa negeri muslim sendiri.

Dakwah dengan mengemban ideologi ini artinya dakwah yang bersifat politik. Menurut Syekh M. Husain Abdullah dalam kitabnya At-Thariqah asy-Syar’iyah li Isti’naf al-Hayah al-Islamiyah, salah satu konsekuensi dakwah politik yakni akan menghadapi perlawanan dari penguasa sistem sekuler yang menjadi antek-antek kafir penjajah. Mereka akan menggunakan berbagai cara dan sarana untuk menghancurkan dakwah politik yang ada.

Baca juga:  [Nafsiyah] Karamah Pengemban Dakwah

Maka, jika Antum termasuk di dalam barisan pengemban dakwah Islam ideologis, maka bersyukurlah. Semoga selalu bersabar dan istikamah di jalan dakwah ini. [MNews/Nsy]

Tinggalkan Balasan