[Nafsiyah] Hati-Hati, yang Berpuasa pun Bisa Bangkrut di Akhirat


Penulis: Ustaz Arief B. Iskandar*


MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Umar bin Abdul Aziz rahimahulLah berkata,

قائم الليل وصائم النهار ، إن لم يحفظ لسانه أفلس يوم القيامة

“Orang yang biasa melakukan salat malam dan biasa berpuasa pada siang hari—jika tidak bisa menjaga lisannya—bakal bangkrut pada Hari Kiamat.” (Ibnu Abdil Barr, At-Tamhid, 17/443)

Pesan Moral:

Orang bangkrut (muflis), kata Nabi saw., adalah orang yang di akhirat nanti membawa pahala seluruh amalnya (termasuk pahala puasa dan salatnya).

Namun, karena saat di dunia ia banyak menzalimi orang lain dan tidak bisa menjaga lisannya (seperti gemar membicarakan aib orang lain (gibah), suka mengadu-domba orang lain (namimah), menuduh orang lain tanpa bukti, sering mencaci-maki orang lain, memakan harta orang lain tanpa hak, dll.), maka pahala-pahala amalnya akan dipindahkan kepada orang-orang yang dia zalimi. Jika pahala amalnya habis, dosa-dosa orang-orang yang ia zalimi akan dipindahkan dan dibebankan kepada dirinya. (Lihat HR Muslim, hadis nomor 4678)

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang bangkrut di akhirat nanti. Amin. Wa ma tawfiqi illa bilLah’alayhi tawakkaltu wa ilayhi unib. [MNews/Nsy]

Baca juga:  Puasa dan Khilafah adalah Perisai

Tinggalkan Balasan