[News] Vandalisme Israel Saat Ramadan, Mesti Menggerakkan Tentara Kaum Muslimin

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL — Disitir dari wafa.ps (14/4/2021), polisi Israel menutup pengeras suara masjid ketika sekitar 10.000 warga Palestina yang telah divaksinasi penuh melakukan salat pada hari pertama bulan puasa Ramadan.

Polisi Israel mendobrak menara Al-Magharba dan Al-Asbat, memutus kabel listrik ke pengeras suara, melepas pintu menara Bab al-Asbat, menyerbu ruang loteng, dan menggeledahnya.

Mereka juga mencegah distribusi makanan iftar (buka puasa) kepada jemaah di dekat Bab al-Asbat, dan menyerang jemaah yang meninggalkan masjid setelah salat Tarawih.

Foto: REUTERS/Ammar Awad, 16/4/2021

Juru Bicara Kepresidenan, Nabil Abu Rudeineh, mengecam tindakan polisi Israel ini sebagai kejahatan rasial, “Ini serangan rasisme terhadap kesucian tempat-tempat suci dan kebebasan beribadah, serta pelanggaran berat terhadap konvensi hak asasi manusia internasional yang dilakukan oleh polisi Israel,” ungkapnya.

“Kebijakan agresif Israel ini konsekuensinya mengubah konflik menjadi perang agama tanpa akhir yang akan merusak perdamaian dan keamanan internasional, dan otoritas Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas konsekuensi tersebut,” tambahnya.

Ia meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan serius untuk mengendalikan agresi Israel yang sedang berlangsung di tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Yerusalem.

Foto: AP Photo/Maya Alleruzzo, 16/4/2021

Pada hari yang lain, pejabat Hamas menyatakan tindakan vandalisme Israel, serta pembatasan dan pengejaran jemaah Palestina ini akan menghasilkan pemberontakan besar-besaran terhadap penjajah dan rencana rasialnya yang menargetkan Masjidilaqsa.

Baca juga:  Akses Air Bersih adalah Hak Asasi Manusia, Lalu Mengapa Tidak untuk Palestina?

Hamas telah meminta rakyat Palestina untuk berbaris menuju Masjidilaqsa dan tinggal di alun-alunnya selama Ramadan, melindungi Masjidilaqsa dari agresi Israel yang sedang berlangsung, dan menghadapi vandalismenya. (middleeastmonitor.com, 17/4/2021).

Rezim Muslim Melupakan Kewajiban Menggerakkan Tentara

Tindakan Israel ini dikecam pengamat politik internasional, Umar Syarifuddin. Ia menegaskan, “Ini bukti kesekian kalinya bahwa Israel memang kurang ajar!” sebagaimana dikutip dari mediaumat.news.

Menurutnya, eksistensi Israel adalah kejahatan besar di dunia. Sehingga, Masjidilaqsa dan Palestina tidak akan dibebaskan kecuali dengan kekuatan yang ada pada tentara umat Islam, baik dari bangsa Arab maupun ajam (non-Arab).

“Harapannya, umat memberi tekanan pada rezim penguasa yang mengontrol kaum muslim dan tentara, agar rezim ini menggerakkan tentara umat untuk memerangi entitas penjahat ini. Melenyapkannya dari peta dunia, kemudian mengembalikan seluruh Palestina ke pangkuan Islam dan kaum muslim,” imbuhnya.

Umar kecewa dengan sikap rezim-rezim muslim yang telah meninggalkan tugas mereka, serta melupakan kewajibannya untuk membebaskan Palestina dengan cara menggerakkan tentara.

“Mereka justru meminta bantuan masyarakat internasional, terutama Komite Quartet, PBB, dan UNESCO agar mereka yang memikul tanggung jawab menjaga Al-Quds dan Masjidilaqsa. Sungguh, dengan semua ini, mereka mengumumkan sejatinya berlepas diri dari kewajibannya atas seluruh Palestina,” tegasnya.

Baca juga:  Israel Jadikan Protes Gaza Tempat Uji Coba Senjata Baru

Isu Palestina Adalah Isu Kaum Muslimin yang Membutuhkan Perisai

Umar berpendapat, peristiwa yang dilakukan Israel saat Ramadan ini menunjukkan dua hal. Pertama, umat Islam harus sadar bahwa isu Palestina adalah isu kaum muslimin, bukan sekadar isu Gaza.

Menurutnya, umat harus memandang Palestina dari perspektif Islam. Umat wajib bekerja sama untuk menyangkal seruan para penguasa muslim yang berusaha membingkai isu itu sebagai isu Arab, kemudian isu Palestina, dan sekarang menjadi isu Gaza semata.

“Palestina merupakan untaian permata dalam sejarah kaum muslimin sejak Allah Swt. mengaitkannya dengan Masjid Suci di Makkah. Yakni ketika Allah Swt. membawa Rasul-Nya pada malam hari dari Masjidilaqsa, ” jelasnya.

Allah Swt. berfirman, “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya.”

Kedua, isu Palestina adalah sesuatu yang dekat dengan hati kaum mukmin di seluruh dunia yang rindu melihat wilayah itu dibebaskan dari pemerintahan tiran Israel.

“Agar hal ini bisa terlaksana, umat harus menyingkirkan sistem kapitalisme dan para penguasa korup itu, menggantikannya dengan penerapan syariat secara kafah, serta menunjuk khalifah yang terpercaya,” jelasnya.

Baca juga:  Ratusan Anak Palestina Ditahan di Penjara Israel

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw. bahwa imam (khalifah) adalah perisai. “Di belakangnya kaum muslim berperang dan melindungi diri mereka,” pungkasnya. [MNews/Ruh]

Tinggalkan Balasan