[Ramadan Sedunia] Ramadan di Palestina, Saatnya Menghias Masjidilaqsa

MuslimahNews.com, RAMADAN SEDUNIA — Di Palestina, bulan Ramadan ditandai dengan munculnya para Mesaharaty yang berkeliling di jalanan membangunkan orang-orang untuk sahur. Mereka menabuh drum dan menyanyikan lagu khusus Ramadan.

Sebelumnya, menjelang bulan suci tiba, warga Palestina menghiasi jalanan dengan bendera warna-warni dan lampu-lampu yang meriah. Rumah-rumah memasang dekorasi berbentuk bulan bintang.

Gambar: Ahmad Gharabli, AFP

Masyarakat menyalakan fanous yang merupakan lampu tradisional dari Mesir.

Gambar: myoliveroots.org

Masjidilaqsa pun dibersihkan dan dihias dengan indah. Tenda didirikan di halamannya untuk menampung jemaah salat tarawih.

Gambar: Reuters

Area sekitar Masjidilaqsa dihias dengan lampu warna-warni nan indah.

Gambar: Reuters

Untuk menandai waktu berbuka puasa, di Jerusalem terdapat tradisi menembakkan meriam. Tradisi ini sudah berlangsung berabad-abad dan menjadi tradisi khas di beberapa negara muslim lainnya. Sementara di kota Qalqilya, saat berbuka puasa ditandai dengan zamour iftar atau sirene berbuka puasa.

Menu khas berbuka puasa di Palestina adalah kunafa. Kuliner ini terbuat dari adonan tepung semolina bercampur keju panas yang lembut. Jika sudah jadi, baru ditaburi sirop manis dan diberi pistachio pada bagian atasnya, serta pewarna makanan alami hingga berwarna oranye terang.

Baca juga:  [News] Vandalisme Israel Saat Ramadan, Mesti Menggerakkan Tentara Kaum Muslimin

Kota Nablus terkenal sebagai pembuat kunafa terbaik di dunia. Meski biasa dikonsumsi sepanjang tahun, ketika Ramadan, kunafa terasa spesial karena dibuat dalam porsi satu loyang bundar besar.

Gambar: shutterstock

Sementara di Gaza, kaum muslim biasanya mengonsumsi maqluba, sumaghiyyeh, dan maftoul. Di Tepi Barat, makanan khasnya bernama musakhan dan mansaf. Tak lupa acar dan salad yang menemani santap sahur.

Juga ada qatayef yang merupakan menu favorit, yaitu seperti pastel Arab berisi krim atau kacang-kacangan. Meskipun begitu, muslim Palestina umumnya berbuka puasa menggunakan kurma, sebagaimana anjuran Rasulullah saw..

Minuman khas Ramadan di Palestina adalah kharrub atau jus wortel, qamar al-din, atau jus aprikot kering, jus likoris, dan teh hibiskus.

Sayangnya, di bawah pendudukan Yahudi Israel, banyak wilayah Palestina yang hancur terkena serangan bom, sehingga mereka terpaksa sahur dan berbuka puasa di antara reruntuhan rumah.

Gambar: thenational.ae

Ada tradisi unik di Palestina, yaitu fakdat Ramadan, mengunjungi anggota keluarga perempuan yang sudah menikah untuk sahur bersama dan membawa makanan, bahan makanan, dan pencuci mulut.

Sebagai gantinya, para perempuan ini akan mengunjungi keluarga mereka ditemani oleh suami dan anak, sehingga bisa merasakan kehangatan berkumpul keluarga.

Baca juga:  Gaza Kembali Terluka, Siapa Sudi Membela?!

Meski telah bertahun-tahun menjalani bulan Ramadan di bawah pendudukan, kaum muslimin Palestina tetap semangat melakukan aktivitas ibadah. Salah satunya di Masjid Agung Omari atau disebut juga Masjid Raya Gaza yang merupakan masjid terbesar dan tertua di jalur Gaza.

Selama Ramadan, masjid penuh sesak dengan orang-orang yang beribadah. Di siang hari mereka membaca Al-Qur’an dan malam harinya melakukan iktikaf. Sementara anak-anak kecil dan remaja di pengungsian juga ceria menyambut bulan suci Ramadan dengan bermain petasan buatan mereka sendiri.

Semoga segera terwujud pemimpin umat Islam sehebat Umar bin Khaththab yang akan membebaskan Palestina, sehingga kaum muslimin di sana bisa menikmati Ramadan dengan aman. [MNews/Rgl]

Tinggalkan Balasan