Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Sebelum Menjadi Khalifah


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA — Sebelum masuk Islam, Abu Bakar tergolong pembesar, pemuka, dan salah seorang pemimpin Quraisy. Dia orang yang paling paham tentang nasab Quraisy dan sejarah mereka yang baik maupun buruk.

Orang-orang Quraisy selalu datang dan menghormatinya karena keilmuannya atau untuk keperluan dagang. Bagi mereka, bermitra dagang dengan Abu Bakar akan banyak mendapatkan untung.

Ketika ada diyat dan denda kala itu, masyarakat Quraisy akan mengkoordinasikannya dengan Abu Bakar. Jika ia diberi sebuah tugas kemudian meminta bantuan orang Quraisy, mereka akan membantunya. Namun jika yang menjalankan tugas itu bukan Abu Bakar, mereka tak akan memberikan bantuan.

Abu Bakar berakhlak mulia dan berkepribadian baik. Selain itu ia punya harta yang banyak, punya karisma, kebaikan, dan keutamaan di antara kaumnya. Sehingga di masyarakat Quraisy, Abu Bakar dikenal sebagai orang mulia, baik, dan pemurah kepada keluarga dan kaumnya. Semua penduduk Makkah mengakui hal itu.

Masuk Islamnya Abu Bakar

Berita kenabian Muhammad saw. telah tersebar di kalangan kaum Quraisy. Abu Bakar sedang dalam perjalanan pulang dari Syam. Setelah cukup beristirahat di rumahnya, Abu Bakar bergegas ke rumah Nabi Muhammad saw.

Setelah bertemu Nabi saw., Abu Bakar bertanya, “Wahai Muhammad, benarkah apa yang aku dengar dan mereka katakan kepadaku, wahai saudaraku?” Nabi saw. balik bertanya, “Apa yang telah mereka katakan kepadamu, wahai Abu Bakar?” Abu Bakar menjawab, “Mereka telah berkata bahwa dirimu telah diutus oleh Allah kepada kami agar kami menyembah dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain.” Rasulullah saw. melanjutkan pertanyaannya, “Lalu apa jawabanmu kepada mereka, wahai Abu Bakar?” “Jika engkau berkata demikian, maka benarlah engkau wahai Muhammad,” jawab Abu Bakar.

Mendengar perkataan Abu Bakar, Rasulullah saw. memeluk Abu Bakar. Rasulullah saw. menceritakan kepada Abu Bakar mulai dari awal kedatangan wahyu di Gua Hira. Kemudian beliau saw. menyeru, “Sesungguhnya aku ini adalah Nabi dan Rasul-Nya. Allah telah mengutus aku untuk menyampaikan risalah-Nya dan mengajakmu kepada agama yang benar. Demi Allah itu adalah hak. Aku mengajakmu Abu Bakar,  janganlah engkau menyembah berhala! Sembahlah Allah, patuh dan taatlah kepada Allah semata.

Kemudian tanpa ragu Abu Bakar pun langsung menyatakan diri masuk Islam. Karakter mulia yang dimiliki Abu Bakar, mendorongnya untuk langsung menerima dakwah baru dari Nabi Muhammad saw. dengan semangat dan penuh kerinduan. Ia seakan mendapatkan mutiaranya yang hilang dan selama ini ia nantikan.

Abu Bakar ra termasuk orang yang pertama kali menyambut dan memeluk Islam, membawa panjinya, dan bahu-membahu mendakwahkan Islam bersama Nabi Muhammad saw. Ia memiliki peran besar dalam keislaman beberapa sahabat.

Dakwah Abu Bakar ash-Shiddiq ra.

Imam Nawawi menjelaskan, bahwa Allahlah yang menamakan Abu Bakar melalui lisan Nabi Muhammad saw. dengan nama ash-Shiddiq, karena Abu Bakar segera membenarkan (tasdik) dan terus membenarkan Rasulullah saw. Abu Bakar tidak pernah menunda atau menangguhkan pembenarannya terhadap Muhammad saw. dalam kondisi apa pun.

Beberapa orang masuk Islam berkat jasa Abu Bakar. Di antaranya adalah lima orang dari sepuluh orang yang mendapatkan kabar baik dengan surga, yaitu Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Abdurrahman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqqas.

Abu Bakar juga memerdekakan budak yang disiksa di jalan Allah, di antaranya Bilal bin Rabbah dan Ammar bin Yasir.

Keislaman Abu bakar sudah teruji dengan sangat baik. Ia menghibahkan dirinya, hidup, anak-anak, dan hartanya untuk Allah Swt. Allah memuliakannya hingga seluruh keluarganya masuk Islam. Seluruh keluarganya menjadi perisai dan mewakafkan hidupnya untuk membela Islam. Hal ini terlihat jelas dalam peristiwa perjalanan hijrahnya Nabi Muhammad  saw. ditemani Abu Bakar ra.

Dalam sejarah Islam, sebelum menjadi Khalifah, Abu Bakar ash-Shiddiq telah menorehkan kisah-kisah cemerlang, di antaranya:

  1. Kisahnya di malam Isra’.
  2. Ketetapan hati dan jawabannya terhadap kaum kafir Quraisy yang menyangsikan peristiwa isra’ dan mi’raj.
  3. Menemani Rasulullah saw. dalam perjalanan hijrah ke Madinah. Dan dia meninggalkan keluarga dan anak-anaknya.
  4. Ucapannya pada peristiwa perang Badar dan perjanjian Hudaibiyah, saat masalah keterlambatan memasuki kota Mekah dipertanyakan orang lain.
  5. Tangisnya saat Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba diberi pilihan oleh Allah antara dunia dan apa yang ada disisi Allah.”
  6. Keteguhan hatinya saat Rasulullah saw. meninggal dunia. Ia juga berkhotbah di hadapan kaum muslimin dan menenangkan mereka.
  7. Tindakannya dalam kisah pembaiatan demi kemaslahatan kaum muslimin.

Bersegera menerima kebenaran, berpetang teguh kepada Islam, bersemangat, juga berani mendakwahkan Islam dan membelanya adalah karakter Abu Bakar ash-Shiddiq  yang patut dicontoh oleh kaum muslimin. Dengan sikapnya itulah Allah Swt. memuliakan Abu Bakar ash-Shiddiq ra.. Wallahua’lam bishshawab. [MNews/Rgl]

Sumber :

  1. Tarikh Khulafa/ Prof. Dr. Ibrahim al Quraibi/ Qisthi Press
  2. Hikayah Empat Khalifah/ Budi Yuwono/ Penerbit Khairul Bayaan

Tinggalkan Balasan