[Ramadan Sedunia] Ramadan Bersama Al-Azhar di Mesir

MuslimahNews.com, RAMADAN SEDUNIA — Nuansa Ramadan di Mesir, tentu tak lepas dari adanya al-Azhar sebagai universitas Islam yang memiliki pengaruh terbesar. Dulu, pada masa Khilafah, al-Azhar menjadi universitas terkemuka dunia, bukan hanya di antara negeri-negeri muslim.

Berdirinya al-Azhar merupakan bukti bahwa peradaban Islam saat itu lebih maju dibandingkan dengan Barat. Sebab, Barat baru membangun lembaga pendidikan tinggi sekitar dua abad pasca berdirinya al-Azhar.

Al-Azhar awalnya hanya berupa masjid yang juga difungsikan untuk aktivitas pendidikan. Masjid al-Azhar pertama berdiri pada bulan Ramadan, tepatnya pada tanggal 7 Ramadan 361 H (972 M).

Saat itu, untuk pertama kalinya ibadah salat Jumat dilaksanakan di masjid bersejarah ini. Maka saat ini al-Azhar telah berumur 1.081 tahun hijriah.

Masjid al-Azhar didirikan oleh Dinasti Fatimiyah. Namun kemudian Shalahuddin al-Ayyubi berhasil menaklukkan Dinasti Fatimiyah pada abad ke-6 Hijriah.

Peran penting dan pengaruh besar al-Azhar di Mesir dan dunia Islam pun semakin nyata. Posisinya sebagai pusat keilmuan pun tak tergantikan di mata umat Islam.

Selain itu, al-Azhar juga memiliki pengaruh besar dalam kehidupan politik. Pada masa Khilafah Turki Utsmani misalnya, al-Azhar mempunyai semacam kekuatan untuk menentukan calon Gubernur Mesir dengan syarat-syarat tertentu. Al-Azhar juga bisa meminta Khalifah menurunkan sang gubernur bila terbukti tidak lagi amanah, adil, dan bijaksana.

Baca juga:  [Ramadan Sedunia] Ramadan di Rusia, Pesatnya Pertumbuhan Muslim di Negeri Beruang Putih

Hal ini sesuai dengan prosedur muhasabah terhadap gubernur dalam Khilafah. Yakni wakil masyarakat setempat mengadukan kezaliman Sang Gubernur terhadap Khalifah. Lantas, Khalifah memberikan keputusan berdasarkan aduan tersebut.

Ada tradisi unik saat Ramadan di Mesir. Saat memasuki bulan suci, warga akan berbondong-bondong ke pasar untuk membeli lampu tradisonal yang disebut Fanus. Lampu itu kemudian digantung sebagai hiasan di rumah-rumah dan gang-gang tempat tinggal. Tradisi ini sudah berlangsung sejak era Dinasti Fatimiyah.

Selain itu, sebagian warga Mesir akan berdiri di tengah jalan dan membagikan kurma untuk takjil pada pengguna jalan. Pada waktu berbuka puasa, kebanyakan mahasiswa al-Azhar akan mampir di Maidah Rahman. Itu adalah tempat yang  menghidangkan menu berbuka gratis dari para dermawan Mesir. Baik menu makanan ringan atau berat.

Saat salat tarawih di masjid Al-Azhar amatlah berkesan, meski durasinya lumayan panjang yakni dua jam lamanya. Namun, suara bacaan salat yang dipimpin oleh tiga imam dengan suara khas masing-masing membeti kesan istimewa. [MNews/Rgl]

Disarikan dari berbagai sumber.

Rubrik #RamadanSedunia adalah rubrik khusus yang dipersembahkan MuslimahNews.com untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan. Klik #RamadanSedunia untuk membaca kisah lainnya.

Tinggalkan Balasan