Mengenal Pribadi Rasulullah ﷺ


Penulis: Shezan Adzkayra Gerung


MuslimahNews.com, PRIBADI RASULULLAH — Rasulullah ﷺ berasal dari keluarga terpandang. Kakek beliau, Abdul Muthalib bin Hasyim adalah seorang pemuka Quraisy dan merupakan orang yang paling sepuh dari keluarga Abdul Manaf.

Beliau memiliki beberapa orang anak, salah satunya adalah ayah baginda Rasulullah yakni Abdullah. Abdul Muthalib memilih Aminah binti Wahab sebagai pasangan hidup putranya, Abdullah. Aminah berasal dari keluarga Zuhrah bin Kilab yang juga terbilang sebagai keluarga terhormat di kalangan Quraisy.

Abdullah meninggal saat isterinya sedang mengandung Rasulullah ﷺ. Singkat cerita, pada hari Senin 9 Rabiul awal tahun pertama setelah peristiwa serangan pasukan gajah, lahirlah Rasulullah ﷺ di lembah Bani Hasyim di Makkah.

Ketika sang ibunda melahirkan Rasulullah, ia segera mengutus orang untuk mengabarkan kelahiran anaknya pada sang kakek. Abdul Muthalib datang dengan hati riang dan memilih Muhammad sebagai nama bayi tersebut.

Bentuk Tubuh Rasulullah

Dalam Kitab Asy-Syamailul Muhammadiyyah karya Imam At-Tirmidzi, dituliskan bahwa dalam suatu riwayat yang bersumber dari Anas bin Malik ra. diceritakan bahwa Rasulullah ﷺ bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek. Kulitnya tidak putih, tapi tidak juga sawo matang. Rambutnya ikal, tidak terlalu keriting dan tidak pula lurus kaku.

Beliau diangkat Allah (menjadi Rasul) dalam usia 40 tahun. Beliau tinggal di Makkah (sebagai Rasul) sepuluh tahun dan di Madinah sepuluh tahun.

Baca juga:  [Pribadi Rasulullah] Bentuk Khatamun Nubuwwah

Beliau pulang ke Rahmatullah dalam usia 60 tahun [perawi menghilangkan bilangan satuannya dari puluhan (digenapkan)]. Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai 20 lembar rambut yang telah berwarna putih.

Dalam riwayat yang bersumber dari al-Barra’ bin ‘Azib ra. diceritakan, “Rasulullah ﷺ adalah seorang pria yang berperawakan sedang, bahunya bidang. Rambutnya yang lebat mencapai daun telinganya. Bila beliau mengenakan pakaian merah, tiada seorang pun yang pernah terlihat lebih tampan dari padanya.”

Dalam satu riwayat yang bersumber dari Ali bin Abi Thalib ra. dikemukakan, “Rasulullah ﷺ tidak berperawakan terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek. Beliau berperawakan sedang di antara kaumnya. Rambutnya tidak keriting bergelung dan tidak pula kaku, melainkan ikal bergelombang. Badannya tidak gemuk, dagunya tidak lancip dan wajahnya agak bundar. Kulitnya putih kemerah-merahan. Matanya hitam pekat dan bulu matanya lentik. Bahunya bidang. Beliau memiliki bulu lebat yang memanjang dari dada sampai ke pusat. Telapak tangan dan kakinya terasa tebal. Bila beliau berjalan, berjalan dengan tegap seakan-akan beliau turun ke tempat yang rendah. Bila beliau berpaling, maka seluruh badannya ikut berpaling. Di antara kedua bahunya terdapat Khatamun Nubuwwah, yaitu tanda kenabian. Beliau memiliki hati yang paling pemurah di antara manusia. Ucapannya merupakan perkataan yang paling benar di antara semua orang. Perangainya amat lembut dan beliau paling ramah dalam pergaulan. Barang siapa yang melihatnya, pastilah akan menaruh hormat padanya. Dan barang siapa yang pernah berkumpul dengannya, kemudian kenal padanya, tentulah Ia akan mencintainya. Orang yang menceritakan sifatnya, pastilah akan berkata, ‘Belum pernah aku melihat sebelum dan sesudahnya orang yang seistimewa beliau ﷺ'”

Dalam sebuah riwayat, Jabir bin Samurah mengemukakan, “Rasulullah ﷺ mempunyai mulut  yang lebar (serasi dengan wajahnya), mata yang lebar, dan tumit yang tipis.”

Syu’bah berkata, “Aku bertanya kepada Simak perihal pengertian mulut yang lebar.” Ia menjawab, “Besar bentuk mulutnya, (seimbang dengan raut mukanya).” Aku bertanya lagi, “Apa artinya bermata lebar?” Ia menjawab, “Belahan matanya panjang.” Aku bertanya lagi, “Apa artinya bertumit tipis?” Ia menjawab, “Daging tumitnya sedikit.”

Dalam sebuah riwayat yang juga bersumber dari Jabir bin Samurah diungkapkan, “Aku melihat Rasulullah ﷺ di suatu malam yang berbulan purnama. Waktu itu beliau memakai pakaian merah. Aku berganti-ganti memandang antara beliau dengan rembulan, ternyata beliau lebih indah dari pada rembulan.”

Dari Abu Ishaq ra. dikemukakan, ada seorang laki-laki bertanya kepada al-Barra’ bin ‘azib ra., “Apakah wajah Rasulullah ﷺ itu lancip bagaikan pedang?” Al-Barra’ menjawab, “Tidak, wajah beliau bagaikan rembulan.”

Abu Hurairah ra. pernah menceritakan perihal jasmaniah Rasulullah ﷺ sebagai berikut, “Rasulullah ﷺ berkulit putih, seakan-akan terbentuk dari perak dan rambutnya ikal bergelombang.”

Dalam riwayat yang bersumber dari Sa’id al-Jurairi dikemukakan, “Aku mendengar Abu Thufail berkata, ‘Aku telah melihat Rasulullah ﷺ sekarang, tak seorang pun yang pernah melihatnya hidup selain aku di permukaan bumi ini.'”

Sa’id al-Jurairi bertanya, “Coba jelaskan sifatnya kepadaku!” Ia menjawab, “(warna kulitnya) putih, tampan dan berperawakan sedang.”

Masyaallah, membayangkan perawakan Rasulullah ﷺ saja mampu menumbuhkan rindu yang mendalam bagi kita, umat Rasulullah ﷺ. Hal ini tentu memberi kita motivasi untuk giat beribadah, agar kelak bisa termasuk dalam golongan yang mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ.

Baca juga:  Serban, Sarung, dan Kain Penyeka Kepala Rasulullah

Sungguh berbahagia siapa pun yang diberi karunia memandang wajah Rasulullah ﷺ. Sebagaimana salah satu doa yang senantiasa dipanjatkan seorang hamba, tentunya adalah berharap dikumpulkan bersama Rasulullah ﷺ di akhirat kelak.

Semoga kita termasuk umat Rasulullah yang mendapatkan keistimewaan itu. Wallaahu a’lam bi showwab. [MNews/Gz]

Referensi: Asy-Syamailul Muhammadiyyah karya Imam At-Tirmidzi

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *