[Tapak Tilas] Jannatul Baqi’, Pemakaman Kecintaan Nabi

Penulis: Siti Nafidah Anshory, M.Ag.

MuslimahNews.com, TAPAK TILAS – Salah satu tempat penting di Madinah Al-Munawwarah adalah kompleks pemakaman Baqi’. Di sinilah sejumlah jasad keluarga dan sahabat Rasulullah saw. radhiyallaahu ‘anhum dimakamkan.

Sumber foto : hajiumrahplanner.com

Posisinya sendiri ada di sebelah timur Masjid Nabawi. Tepatnya di pinggir jalan (syaari‘) Abu Bakar Shiddiq, sejajar dengan pintu nomor 36 masjid yang langsung menuju makam Rasulullah saw. (Raudhah). Luasnya sekitar 174.962 meter dan dikelilingi pagar setinggi dua meter.

Sumber foto: islamiclandmark.com.

Tempat ini dikenal juga dengan nama Jannatul-Baqi’ yang berarti Taman Surga Baqi’. Sering juga disebut sebagai Baqi’ al-Gharqad.

Sumber foto: hajiumrahplanner.com

Dalam buku Atlas Haji dan Umrah halaman 278 karya Sami Abdullah al-Maghlouth, disebutkan bahwa Baqi’ berarti tempat di mana terdapat tunggul berbagai jenis pepohonan. Sedangkan al-Garqhad adalah nama sebuah pohon berduri yang sangat besar.

Konon dulunya, kawasan ini merupakan kebun yang banyak ditumbuhi pohon gharqad. Namun atas petunjuk Allah, Rasulullah meminta kawasan yang ada di pinggiran kota Madinah ini dijadikan sebagai area pekuburan bagi kaum muslimin. Maka, para sahabat pun menebangi pepohonan yang ada di sana untuk dijadikan kompleks pemakaman.

Lebih dari itu, kebetulan, tanah di tempat ini lebih lembut dibanding wilayah yang lainnya, sehingga kawasan ini dianggap sebagai tempat yang cocok untuk menjadi area pemakaman.

Tak Seperti di Indonesia

Penampakan pemakaman Baqi’ tak seperti pemakaman di Indonesia. Di sini, semua makam hanya berbentuk gundukan tanah dengan nisan dari batu tanpa tulisan nama.

Hanya gundukan tanah, tanpa tembok semen. Sumber: Republika

Di masa pra-Islam, pemakaman ini hanya dikhususkan untuk penduduk Madinah. Namun, pascahijrahnya Rasulullah saw., beliau menjadikan Baqi’ sebagai pemakaman umum bagi mereka yang wafat di Madinah.

Hal ini berlangsung hingga sekarang, bahkan sudah banyak jemaah haji Indonesia yang wafat di kota Madinah, dikuburkan di sana.

Menurut catatan sejarah, ada sekitar 10 ribu sahabat yang dimakamkan di sana. Termasuk para syuhada Perang Badar dan Uhud, beserta keluarga Rasulullah saw., seperti Siti Aisyah, Fatimah az-Zahra, Ruqayyah, Zainab, dan Ummi Kultsum, Utsman bin Affan, Abbas bin Abd al-Muthalib, dan para cucu Nabi saw..

Selain mereka, beberapa ulama Salaf pun dimakamkan di sana. Salah satunya, Imam Malik Rahimahullaah.

Sumber foto: hajiumrahplanner.com.

Meski demikian, tak tampak ada perbedaan antara bentuk makam para sahabat atau ahlulbait dengan masyarakat yang lainnya. Semua makam bentuknya sama saja.

Yang membedakan hanyalah papan penunjuk yang dipasang di area makam sahabat untuk memudahkan para jemaah haji atau umrah yang hendak berziarah.

Gambar Qubah Makam Ahlulbait yang diruntuhkan oleh pemerintah Saudi. Sumber foto: hajiumrahplanner.com.

Sejarah mencatat, di masa Dinasti Mamalik dan Khilafah Utsmaniyah, sempat dibangun kubah khusus di atas makam Ahlulbait dan para sahabat Rasulullah Saw.

Namun seperti disebutkan dalam buku Atlas Haji dan Umrah tadi, di tahun 1120 H, pemerintah Saudi merobohkan kubah itu dan meratakan kuburannya.

Keistimewaan Pemakaman Baqi’

Terdapat Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar yang menceritakan salah satu keistimewaan Baqi. Yakni, bahwa kaum mukmin yang dimakamkan di sini akan menjadi kelompok yang pertama kali dibangkitkan saat setelah kiamat nanti

Rasulullah Saw. bersabda,

أَنَا أَوَّلُ مَنْ تُنْشَقُ عَنْهُ الأرْضُ ثُمَّ أَبُوْ بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرُ فَنُحْشَرُ فَنَذْهَبُ إِلَى الْبَقِيْعِ فَيُحْشَرُوْنَ مَعِى، ثُمَّ أَنْتَظِرُ أَهْلَ مَكَّةَ فَيُحْشَرُوْنَ مَعِى وَنُبْعَثُ بَيْنَ الْحَرَمَيْنِ. رواه أحمد والترمذي

“Aku adalah orang pertama yang akan dikeluarkan dari bumi, kemudian Abu Bakar dan Umar. Kemudian kami dibangkitkan dan kami pergi menuju Baqi’, lalu mereka semua dibangkitkan bersamaku. Setelah itu aku menunggu penduduk Makkah, dan mereka semua dibangkitkan bersamaku. Mereka semua berkumpul memenuhi antara dua tanah haram (Makkah dan Madinah)”. (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Selain itu, terdapat pula hadis yang diriwayatkan Ummu Qais binti Mihshan, yang menyebut bahwa 70 ribu orang yang dimakamkan di Baqi’ akan masuk surga tanpa hisab.

يَا أُمَّ قَيْسٍ، يُبعَث مِنْ هذِهِ الْمَقْبَرَةِ سَبْعُوْنَ ألفًا ي

َدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ. فَقَام رَجُلٌ فَقَالَ: أَنَا مِنْهُمْ؟ قَالَ: نَعَمْ

“Wahai Ummu Qais, akan dibangkitkan dari pemakaman ini (Baqi’) 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa dihisab.” Tiba-tiba ada seorang laki-laki berdiri dan berkata, “Apakah aku termasuk kelompok mereka?” Rasulullah Saw. menjawab, “Iya.”

Senada dengan itu, diriwayatkan oleh Ummu Qais, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Apakah engkau tahu tentang pekuburan ini (pekuburan Baqi)? Allah akan membangkitkan dari pekuburan ini 70.000 hamba Allah di hari kiamat, mereka bersinar seperti rembulan pada malam purnama. Mereka akan masuk surga tanpa hisab.” (HR Ibnu Hibban, Al-Hakim, dll)

Di luar hadis-hadis itu ditemukan pula riwayat yang menceritakan tentang keutamaan muslim yang meninggal di tanah suci. Di antaranya hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا ؛ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

“Siapa yang bisa meninggal di Madinah, maka meninggallah di Madinah. Karena aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di Madinah.” (HR Turmudzi 3917, disahihkan an-Nasai dalam Sunan al-Kubro (1/602) dan al-Albani )

Namun, para ulama, di antaranya Al-Mubarakfury memahami hadis ini bukan sebagai suatu yang mutlak. Mengingat, kematian adalah bagian dari ketetapan Allah Swt..

Hadis ini setidaknya memberikan motivasi kepada kaum muslim untuk tinggal di kota Madinah, mengingat peluang wafat dalam keadaan ibadah di tempat ini jauh lebih besar.

Rasulullah Saw. pun diketahui begitu mencintai ahlul Baqi’. Hingga di tahun-tahun terakhirnya sebelum wafat, Rasulullah sering kali berziarah ke makam ini untuk mendoakan para penghuninya. Sebagaimana kesaksian Aisyah ra., Rasulullah biasa menyempatkan diri berziarah di waktu malam hari saat giliran berkunjung ke tempatnya.

Gerbang Masjid Nabawi menuju kompleks pemakaman Baqi’. Sumber: tripadvisor.com

Adapun doa yang kerap beliau panjatkan di makam Baqi’,

“Semoga keselamatan selalu tercurah atas kalian para penghuni kubur kaum mukmin, kalian telah mendapat apa yang dijanjikan untuk kalian, esok masih ditangguhkan dan insya Allah kami akan menyusul kalian. Ya Allah ampunilah para penghuni Baqi Gharqad.” (HR Muslim)

Pintu masuk peziarah

Khatimah

Bagi kita hari ini, pemakaman Baqi’ menjadi salah satu saksi kesungguhan Rasulullah saw. dan para sahabatnya dalam berjuang menegakkan kemuliaan Islam. Bukan hanya sebatas hingga berdirinya sebuah negara, tapi juga menjaganya dan mengemban dakwahnya, hingga Islam melingkupi keempat penjuru dunia.

Sungguh, karena jasa merekalah, hari ini kita bisa merasakan indahnya hidup dengan hidayah Islam sekaligus merasakan spirit perjuangan yang dibutuhkan dalam mewujudkan kembali kemuliaan Islam dan umatnya yang kini sudah lama hilang.

Semoga kita senantiasa termasuk para penjaga Islam yang tepercaya. Yang diwafatkan dalam keadaan istikamah berjuang sebagaimana mereka. Hingga kita pun layak beroleh syafaat Rasulullah tercinta. [MNews/Juan]

Tinggalkan Balasan