[Sirah Nabawiyah] Sakit dan Wafatnya Rasulullah saw.


Oleh: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, SIRAH NABAWIYAH — Ketika kaum muslimin sedang bersiap-siap untuk berangkat bersama Usamah bin Zaid ra menuju peperangan melawan Romawi, Rasulullah saw. jatuh sakit. Peristiwa itu diawali dengan perginya Rasulullah saw. ke Baqi’ al Gharqad, tempat pemakaman penduduk Madinah. Beliau saw. memintakan ampunan untuk orang-orang yang dimakamkan di sana.

Rasulullah saw. bersabda, “Assalamualaikum wahai para penghuni pemakaman ini, hendaklah kalian senang dengan keberadaan kalian daripada keberadaan orang-orang yang masih hidup. Sebab berbagai fitnah telah datang, bagaikan potongan malam yang gelap gulita. Fitnah-fitnah itu datang silih berganti, fitnah pertama belum berakhir datang lagi fitnah yang baru, di mana keburukannya tidak kurang dari fitnah yang pertama.”

Pesan-pesan Rasulullah saw. di Tengah Sakitnya

Ketika sakitnya semakin parah, Rasulullah saw. sedang berada di tempat Maimunah ra. dan beliau memanggil semua istrinya. Beliau saw. meminta izin kepada mereka untuk dirawat di rumah Aisyah ra. Beliau saw. dipapah Fadhl bin Abbas ra dan Ali bin Abi Thalib ra menuju rumah Aisyah ra.

Rasulullah saw. keluar menemui orang-orang dengan kepala diikat, lalu beliau saw. duduk di atas mimbar. Ungkapan pertama yang terlontar dari beliau saw adalah banyak mendoakan dan memintakan ampunan untuk syuhada perang Uhud. Setelah itu Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya salah seorang hamba di antara hamba-hamba Allah disuruh memilih antara dunia dan apa yang ada disisi-Nya, ternyata hamba tersebut memilih apa yang ada disisi Allah.

Baca juga:  Menjaga Dua Warisan Rasulullah Saw.

Mendengar sabda Rasulullah saw. ini, Abu Bakar ash Shiddiq ra menangis dan berkata, “Kami akan menebusmu dengan jiwa kami dan anak-anak kami.” Rasulullah saw. bersabda, “Pelan-pelan wahai Abu Bakar.” Kemudian beliau saw. bersabda, “Lihatlah pintu-pintu menuju masjid ini, tutuplah pintu-pintu itu semuanya, kecuali pintu rumah Abu Bakar, sebab aku tidak mengetahui orang yang lebih baik persahabatannya denganku daripada Abu Bakar.

Rasulullah saw. mendirikan salat bersama kaum muslimin. Beliau saw. memintakan ampunan untuk para syuhada perang Uhud dan menyebutkan kemuliaan mereka. Setelah itu Rasulullah saw. bersabda, “Wahai kaum Muhajirin, aku ingin kalian berbuat baik kepada kaum Anshar. Sebab manusia keadaaannya terus bertambah, sedang kaum Anshar keberadaannya tetap, tidak bertambah. Sesungguhnya kaum Anshar adalah orang-orang dekatku di mana aku berlindung kepada mereka. Untuk itu berbuat baiklah sebagai balasan atas kebaikan-kebaikan mereka dan lupakanlah keburukan-keburukan mereka.”

Rasulullah saw. Wafat

Kemudian Rasulullah saw. masuk ke dalam rumahnya dan sakitnya semakin parah. Pada hari Senin, 12 Rabiul Akhir tahun kesebelas Hijriah beliau saw. wafat. Para sahabat merasa sangat sedih setelah mendengar berita wafatnya Rasulullah Muhammad saw.

Baca juga:  Menjaga Dua Warisan Rasulullah Saw.

Ketika Umar bin Khaththab ra mendengar berita bahwa Rasulullah saw. telah wafat, Umar berdiri lalu berkata, “Sesungguhnya orang-orang munafik yang telah mengatakan bahwa Rasulullah saw. telah wafat. Padahal Rasulullah saw tidak wafat, namun beliau hanya pergi kepada Tuhannya, sebagimana Musa bin Imran yang meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari, setelah itu Musa pun kembali kepada kaumnya, sesudah Musa dikatakan wafat. Demi Allah Rasulullah saw. akan kembali sebagaimana Musa kembali. Sungguh, aku akan memotong tangan dan kaki orang-orang yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. telah wafat.

Abu Bakar ra Menyadarkan Kaum Muslimin

Abu Bakar ra datang dan segera masuk ke tempat Rasulullah saw. di rumah Aisyah ra. Ketika itu wajah Rasulullah saw. ditutupi dengan pakaian burdah Yaman. Abu Bakar ra mendekat pada Rasulullah saw., membuka wajah beliau saw. dan  menciumnya. Abu Bakar berkata, “Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, kematian yang telah ditetapkan Allah kepadamu sekarang telah engkau rasakan, dan setelah kematian ini engkau tidak akan merasakannya lagi selamanya.

Abu Bakar ra keluar dan menghadap kepada orang-orang. Abu bakar ra memuji Allah dan menyanjung-Nya, lalu  berkata, “Wahai manusia, siapa saja yang menyembah Muhammad maka sesungguhnya beliau sudah wafat. Dan siapa saja yang menyembah Allah, maka Allah itu hidup dan tidak akan mati.

Baca juga:  Menjaga Dua Warisan Rasulullah Saw.

Setelah itu Abu Bakar ra membaca firman Allah Swt., “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Siapa saja yang berbalik ke belakang, maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.(QS. Ali Imran: 44)

Umar bin Khaththab ra berkata, “Demi Allah, ketika Abu Bakar membacakan ayat, aku kaget tidak tahu apa yang harus aku kerjakan, hingga akhirnya aku terjatuh sebab kedua kakiku sudah tidak mampu lagi menopang tubuhku. Ketika itulah aku mulai menyadari Rasulullah saw telah wafat.[MNews/Rgl]

Sumber: Sirah Nabawiyah, Sisi Politis Perjuangan Rasulullah saw., Prof. Dr. Muh. Rawwas Qol’ahji, Al Azhar Press

Tinggalkan Balasan