Tudingan “Radikalis Ngaji Bisik-Bisik di Masjid” Sangat Tendensius!

MuslimahNews.com, NASIONAL — Baru-baru ini Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meminta pengurus masjid mewaspadai kelompok jemaah yang membuat kajian berisi ajaran radikalisme. Ia mengatakan, mereka patut diwaspadai jika berbisik-bisik saat menghadiri kajian.

“Hati-hati kalau ada di masjid kelompok-kelompok terdiri dari 4-5 orang dan kemudian ada gurunya, kajian sambil berbisik-bisik. Pengurus masjid harus tegur itu, jangan sampai mereka sedang kajian radikalisme,” tegasnya.

Pernyataan ini mendapat tanggapan dari mubaligah nasional, Ustazah Asma Amnina. Ia mengatakan, pernyataan ini sangat tendensius dan secara tidak langsung telah melakukan tuduhan kepada umat Islam sebagai biang kerok radikalisme.

“Ini sangat menyakitkan umat Islam dan bisa jatuh kepada fitnah!” tandasnya.

Ustazah Asma juga merasa aneh dengan pernyataan ini. Sebab, sebelumnya JK sendiri yang mengatakan bahwa masjid sebenarnya tidak pernah dijadikan tempat merencanakan dan merancang aksi teror. Umumnya, JK bilang, pelaku teror merencanakan aksi mereka di rumah kontrakan.

Jelas, pernyataan tersebut menurut Ustazah Asma saling bertolak belakang. Ia pun sangat menyayangkan mengapa pernyataan seperti ini bisa muncul.

“Tidak seharusnya JK sebagai ketua dewan masjid mengatakan hal ini. Karena Allah Swt. telah melarang sesama muslim saling curiga-mencurigai dan saling memata-matai,” tegasnya.

Baca juga:  Perempuan Penyangga Peradaban, Bukan Korban Deradikalisasi

Beliau juga menyitir firman Allah Swt. dalam surah al-Hujurat ayat 12 yang jelas melarang tajassus (memata matai),

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱجۡتَنِبُوا۟ كَثِیرࣰا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمࣱۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا یَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَیُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن یَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِیهِ مَیۡتࣰا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابࣱ رَّحِیمࣱ﴾

“Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

Dalam pandangannya, JK semestinya tampil membela umat Islam dari segala tuduhan orang orang kafir terkait radikalisme yang dituduhkan kepada umat Islam.

Ia pun menyampaikan harapan, “Seharusnya beliau berdiri membela Islam dan umat Islam dari segala tuduhan yang tak pernah terbukti dari proyek global war on terrorism [GWoT, ed.].”

Apalagi menurutnya, fungsi masjid adalah untuk beribadah, tempat menuntut ilmu Islam secara kafah, serta tempat untuk bicara segala hal terkait ipoleksosbudhankam sesuai syariat Islam. [MNews/SNA-Gz]

Tinggalkan Balasan