[Nafsiyah] Berkhidmat untuk Islam, 24 Jam pun Terasa Kurang

MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Imam al-Muhasibi ra. rahimahulLah berkata,

والله لو كان الوقت يشترى بالمال لأنفقت كل أموالي غير خاسر أشتري بها أوقاتًا لخدمة الإسلام والمسلمين.* فقالوا له: فممن تشتري هذه الأوقات؟ فقال: *من الفارغين.

“Demi Allah. Andai waktu bisa dibeli dengan uang, aku akan membelanjakan semua hartaku–tanpa merasa rugi–untuk membeli waktu agar aku bisa lebih leluasa melayani Islam dan kaum muslim.” Orang-orang bertanya, “Dari siapa Anda membeli waktu?” Ia menjawab, “Dari orang-orang yang banyak menganggur.” (Ali bin Nayf asy-Syuhud, Al-Waqt wa Ahammiayatuhu fi Hayah al-Muslimin, 1/160).

Pesan Moral:

Begitulah Imam al-Muhasibi. Perhatiannya begitu besar terhadap urusan Islam dan kaum muslim. Waktu 24 bagi Imam al-Muhasibi terasa kurang untuk berkhidmat melayani Islam dan kaum muslim. Beliau sampai berandai-andai bisa membeli waktu orang-orang yang banyak menganggur, yang banyak menyia-nyiakan waktu mereka.

Bagaimana dengan kita? Dari 24 jam waktu yang kita miliki setiap hari, berapa jam yang kita alokasikan untuk melayani kepentingan Islam dan kemaslahatan kaum muslim?

Wa ma tawfiqi illa bilLah, ‘alayhi tawakkaltu wa ilayhi unib. [MNews/Gz]

Sumber: Telegram Arief B. Iskandar, berjudul “Berkhidmat untuk Islam dan Kaum Muslim”

Tinggalkan Balasan