[Maqalah Ulama] Pendapat Apa pun dan dari Siapa Pun yang Menyelisihi Wajibnya Khilafah Adalah Batil dan Tertolak


Oleh: Ustaz Azizi Fathoni


MuslimahNews.com, TSAQAFAH — Al-Imam Abu Al-Hasan Ibnu Al-Qaththan Al-Maliki (W. 628 H) dalam kitabnya Al-Iqnâ’ fî Masâ`il al-Ijmâ’ menyebutkan,

ذكر الإمامة والسمع والطاعة لمن ولاه الله تعالى أمر المسلمين. ٢٠٧: واتفقوا أن الإمامة فرض، وأنه لابد من إمام إلا التجدات، وأراهم قد بادوا، والإجماع قد تقدمهم.

“Tentang imamah/Khilafah dan patuh serta taat terhadap siapa pun yang Allah kehendaki menjadi pemegang urusan (ulil amri) kaum mukmin. (Ijmak ke-:) 207- Para ulama telah bersepakat bahwa imamah/Khilafah itu fardu, dan bahwa keberadaan seorang khalifah itu suatu keharusan, kecuali an-najadat, aku lihat saat ini mereka telah tiada, sedangkan ijmak telah ada lebih dulu sebelum mereka.”

Ibnu al-Qaththan, Ali bin Muhammad bin Abdul Malik. 2004. Al-Iqnâ’ fî Masâ`il al-Ijmâ’. (Kairo: al-Faruq al-Haditsah) vol. 1 hlm. 60

Fawaid:

  • Kewajiban Khilafah serta keberadaan khalifah adalah perkara yang telah disepakati (mujma’ ‘alaih) sejak awal, yakni tepatnya oleh para sahabat pasca wafatnya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wasallam.
  • Dalam keterangan para ulama, yang tidak mewajibkan Khilafah di masa lalu berkisar antara empat saja dan semuanya bukan dari golongan Ahlussunnah wal Jama’ah, yaitu:
    1. Najdah bin ‘Amir beserta pengikutnya (an-Najdat) ini,
    2. Abdurrahman bin Kaisan al-Asham,
    3. Hisyam bin Amru al-Fuwathi, dan
    4. Dhirar bin Amru.

Yang pertama dari kalangan khawarij, sedangkan tiga lainnya dari muktazilah.

  • Pendapat mereka dan siapa pun yang datang setelah adanya ijmak di masa lalu adalah tertolak, sebagaimana ditegaskan ushuliyyun,

خرم الإجماع حرام

“Melanggar ijmak itu hukumnya haram.”

Oleh karenanya, pendapat apa pun dan dari siapa pun yang menyelisihi wajibnya Khilafah adalah batil dan tertolak. [MNews/Juan]


Sumber: tsaqofah.id/pendapat-apapun-dan-dari-siapapun-yang-menyelisihi-wajibnya-khilafah-adalah-batil-dan-tertolak/

Tinggalkan Balasan