Melayakkan Dakwah Menjemput Bisyarah Kembalinya Khilafah


Penulis: Nindira Aryudhani, S.Pi., M.Si.
#ReturnTheKhilafah


MuslimahNews.com, OPINI — Sungguh Allah Swt. telah berfirman dalam Surah An-Nuur [24] ayat 55,

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Pun adanya bisyarah Rasul-Nya saw., yang artinya:

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan yang zalim. Ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi dan al-Bazzar).

Janji Allah dan bisyarah Rasul-Nya hanya bisa diyakini orang-orang yang beriman, serta hanya bisa diwujudkan orang-orang yang melaksanakan. Pun kemenangan akan Dienullah itu hanya bisa diraih orang-orang yang memperjuangkannya.

Baca juga:  Tahun 1924 Khilafah Runtuh, karena Wajib Ada, maka Harus Ditegakkan Kembali

Boleh jadi, musuh-musuh Islam memandang kemenangan dan kejayaan umat Islam adalah mustahil dan omong kosong belaka. Kemudian, ketika visi capaian kemenangan itu dicemooh musuh-musuh Islam hingga menancapkan keraguan dalam benak kaum muslimin akan kemenangan itu sendiri, maka sungguh itu semata-mata serangan mereka demi menutupi ketakutan mereka akan tegaknya kembali Islam dan Khilafah.

Barat beserta seluruh sekutu penjajah kafir itu telah melancarkan berbagai makar busuk untuk menghalangi kebangkitan dunia Islam. Tentu agar mereka dapat menggerogoti wilayah negeri-negeri muslim.

Saat keruntuhan Khilafah di Turki pada 1924, Inggris melalui Menteri Luar Negerinya saat itu, Lord Curzon, pernah meminta empat syarat penghapusan Khilafah dan sekularisasi dunia Islam.

Keempat syarat tersebut adalah penghapusan Khilafah secara total, pengusiran Khalifah sampai keluar batas-batas negara, penyitaan kekayaan Khalifah, dan pernyataan sekularisasi negara.

Tidak heran hingga detik ini, keempat syarat itu ibarat pilar yang masih dengan setia mereka jaga. Betapa besar upaya mereka untuk terus menghalangi kebangkitan Islam dari masa ke masa.

Tidak kalah besar pula usaha mereka untuk bersiap menghancurkan Khilafah yang kedua pada awal tegaknya nanti. Na’udzu billaahi min dzaalik.

Modal Besar Kebangkitan Umat

Modal besar kebangkitan kaum muslimin harus terus dipupuk dan ditumbuhsuburkan. Dipupuk melalui dakwah dan ditumbuhsuburkan dengan sikap istikamah di jalan dakwah tersebut. Sementara, modal besar itu tak lain adalah ideologi Islam.

Baca juga:  Khilafah Menjaga Keluarga, Masyarakat, dan Negara

Kebangkitan hakiki kaum muslimin sesungguhnya bermula dari adanya ideologi Islam tersebut. Ideologi ini berupa akidah Islam yang melahirkan peraturan untuk mengatur seluruh urusan negara dan umat, serta menjadi pemecahan seluruh problematik kehidupan.

Berikutnya, Islam harus didakwahkan secara universal ke seluruh dunia hingga diperoleh tempat terlayak bagi tegaknya ideologi Islam tersebut dalam format sebuah negara independen yang kemudian kita sebut dengan negara Khilafah.

Itulah hari ketika janji Allah dan bisyarah Rasul-Nya terbukti kebenarannya. Inilah kemenangan sejati.

Karenanya, sungguh, untuk mewujudkan visi besar menuju kemenangan tersebut, kaum muslimin harus tetap yakin dengan janji Allah bahwa bumi ini akan diberikan pada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh.

Ini bukanlah mimpi atau ilusi. Sebaliknya, hal ini adalah manifestasi  keimanan sempurna kepada Allah dan kebenaran semua janji-Nya.

Pada titik ini dibutuhkan peran serta semua komponen umat Islam untuk terus berlomba mewujudkan cita-cita dakwah agar janji-Nya dan juga bisyarah Rasul-Nya itu terartikulasi di tangan-tangan para pejuang yang mukhlis dan layak.

Atas dasar ini, peran semua bagian umat dari berbagai latar belakang dan kelompok harus ditata sesuai panduan metode dakwah Rasulullah saw., menduplikasi marhalah dakwah beliau saw. di era modern ini tanpa sedikit pun mencederai metode tersebut.

Dari sinilah kebangkitan itu lahir. Kebangkitan umat Islam harus diawali dari perubahan pemikirannya. Yang mana, bangkitnya manusia ditentukan oleh pemikirannya tentang hidup, alam semesta, dan manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang ada sebelum dan sesudah kehidupan. Proses berpikir yang diharuskan di sini adalah proses berpikir secara mustanir (cemerlang).

Baca juga:  Ramadan Terakhir Tanpa Junnah

Dari pemikiran cemerlang terhadap ketiga hal ini, dapat diperoleh solusi fundamental pada diri seorang muslim. Ketika solusi fundamental ini terurai, akan terurai pula berbagai masalah lainnya. Sebab, ciri khas solusi fundamental tersebut adalah sesuai fitrah manusia, memuaskan akal, dan menentramkan jiwa.

Inilah solusi yang bersumber dari akidah Islam. Akidah yang menegaskan bahwa di balik alam semesta, manusia, dan kehidupan, terdapat Allah Swt. yang telah menciptakan ketiga hal tersebut yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.

Sungguh, keberadaan ideologi Islam dalam segala aktivitas dakwah yang dilakukan golongan ini adalah unsur pemberdaya mereka. Ideologi Islam adalah faktor yang melayakkan mereka meraih kemenangan agama Allah dengan bukti tegaknya Khilafah ats-tsaniyah sebagaimana janji Allah dan bisyarah Rasul-Nya tadi.

Aktivitas dakwah yang mereka jalankan demi kemenangan Islam, semata murni untuk Islam, membawa konten murni dari Islam, tidak tercampur dengan ide dari luar Islam, serta meneladani metode dakwah Rasulullah saw. secara sempurna.

Tak heran, jika Allah Swt. juga mengaruniakan nilai tambah dengan menyebut mereka selaku khairu ummah (umat terbaik), sebagaimana firman-Nya,

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imran [03]: 110). [MNews/Gz]


Klik >> ##ReturnTheKhilafah


Tinggalkan Balasan