Kabar Gembira Tegaknya Kembali Khilafah Islamiah


Penulis: Azifah Hikmah
#100TahunTanpaKhilafah


MuslimahNews.com, FOKUS — Khilafah, kini kata ini tidak lagi terdengar asing. Hampir di seluruh penjuru negeri ini membincangkannya, bahkan di seluruh penjuru dunia.

Tidak sedikit yang kontra (insyaallah), pun lebih banyak lagi yang pro dengan Khilafah. Meluasnya opini tentang Khilafah tidak bisa dilepaskan dari “kiprah” para elite negeri ini yang terus menggaungkan Khilafah.

Tentunya, tujuan para elite itu bukan dalam rangka memahamkan umat Islam dengan perkara yang agung ini, melainkan dalam rangka menjadikan Khilafah sebagai common enemy (musuh bersama) rakyat negeri.

Hanya saja, ibarat pepatah “senjata makan tuan”, perbincangan Khilafah justru mendapat tempat tersendiri di masyarakat, baik di kalangan intelektual, politisi, aktivis, lebih-lebih di kalangan para ulama.

Mereka mulai membahas, mendiskusikan, dan menelaahnya, sehingga terbukalah wawasan berpikir mereka yang menilai Khilafah dengan pandangan yang lebih objektif. Bahkan, tidak sedikit dari mereka menegaskan dirinya sebagai pejuang Khilafah.

Hilangnya Pelindung Umat

Khilafah, sebuah kepemimpinan tunggal untuk seluruh kaum muslimin dalam rangka menegakkan hukum Allah dan mengemban dakwah ke seluruh alam. (Taqiyuddin an-Nabhany, Al Khilafah).

Kitab-kitab muktabar yang ditulis para ulama salaf menyebutkan tentang wajibnya menegakkan Khilafah/imamah, bahkan dikatakan sebagai Taajul Furudh (mahkotanya kewajiban).

Baca juga:  Agenda Politik Umat

Khilafah adalah pelindung umat. Dengan Khilafah, nyawa, harta, dan kehormatan kaum muslimin terjaga. Sebaliknya, ketika Khilafah lenyap, umat Islam laksana anak ayam kehilangan induknya, menjadi bulan-bulanan penjajah kafir Barat.

Kondisi umat Islam di Palestina, Suriah, Myanmar, Xinjiang, dan lain-lain adalah bukti nyata umat Islam kehilangan pelindung. Belum lagi persoalan multidimensi yang menjerat umat Islam, menjadi bukti umat Islam terjajah kaum kafir.

Seabad Keruntuhan Khilafah dan Kabar Gembira akan Kembalinya

Khilafah memang telah runtuh. Tahun ini, tepat 100 tahun (hijriah) keruntuhan Khilafah Islamiah. Keruntuhannya menjadi musibah dahsyat yang menimpa umat Islam yang membawa petaka besar dalam kehidupan kaum muslimin.

Namun, di balik petaka ini, sungguh Allah dan Rasul-Nya memberikan kabar gembira akan tegaknya kembali Khilafah Islamiah.

Sebagaimana firman-Nya,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ﴿٥٥﴾

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS an-Nur [24]: 55)

Baca juga:  Ramadan Terakhir Tanpa Junnah

Dalam sebuah riwayat sebagaimana dituturkan Hudzaifah bin al-Yaman, Rasulullah saw. telah bersabda,

Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja zalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya.

Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya.

Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu beliau diam.” (HR Imam Ahmad)

Sungguh, janji Allah Swt. dan Rasul-Nya adalah Haq. Hanya orang-orang yang beriman saja yang meyakininya.

Meski demikian, janji Allah Swt. tidak cukup sekadar diyakini, tetapi benar-benar harus kita wujudkan. Tidak boleh siapa pun berdiam diri menegakkan kembali syariah dan Khilafah.

Meski akan banyak badai menghadang perjuangan menegakkan Khilafah, kita harus yakin Allah akan memberikan balasan yang besar bagi orang-orang yang menolong agama-Nya. [MNews/Gz]

Baca juga:  Syekh 'Atha' Abu ar-Rasytah: Seabad Tanpa Khilafah (Bagian 2/2)

Klik >> #100TahunTanpaKhilafah