[Hadits Sulthaniyah] ke-18: Larangan Kepemimpinan Perempuan

Hadis mengenai “Tanggung Jawab Pemimpin” (Hadis ke-11 sampai ke-18)


MuslimahNews.com, HADITS SULTHANIYAH — Hadis ke-18: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang urusan (pemerintahan) mereka dipimpin oleh seorang perempuan.” (HR Bukhari No. 4013)

Penjelasan:

a. Diriwayatkan, hadis ini diucapkan Rasulullah saw. ketika beliau mendengar kabar bahwa putri Kisra diangkat menjadi pemimpin bangsa Persia, yang menunjukkan dengan jelas bahwa kepemimpinan tersebut berhubungan langsung dengan urusan pemerintahan (kekuasaan).

b. Sebagaimana dijelaskan Imam Shan’ani, hadis tersebut menunjukkan adanya larangan bagi kaum perempuan untuk memegang jabatan pemerintahan umum atas kaum muslim.

c. Menurut mazhab Hanafiyah, perempuan diperbolehkan memegang jabatan-jabatan tertentu, seperti hakim (qadhi), sejauh mereka tidak ikut terlibat dalam penetapan sanksi hudud.

d. Redaksi hadis secara umum juga dapat dijadikan dalil untuk melarang kaum perempuan duduk dalam jabatan-jabatan pemerintahan, baik itu Khalifah, Wali (gubernur), atau jabatan-jabatan pemerintahan di bawahnya. [MNews/Gz]


Sumber: Abu Lukman Fathullah, 60 Hadits Sulthaniyah (Hadits-Hadits tentang Penguasa), 2010, hal. 37; Dengan penyesuaian redaksi.

Baca juga:  Jebakan “Kamala Harris Effect” dan Kepemimpinan Perempuan