[News] Dr. Fika Komara: Dampak Positif bagi Perempuan Pengemban Dakwah Syariah Khilafah

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL — Dr. Fika Komara dalam acara Women & The Global Call for The Khilafah yang diselenggarakan secara virtual menyampaikan dakwah memberikan banyak dampak positif kepada para perempuan yang turut mengembannya.

“Dakwah syariah dan Khilafah ini sangat relevan dalam menyelesaikan persoalan perempuan,” ujarnya sembari menjelaskan beberapa dampak positif tersebut,

Pertama, terhadap pribadi dan keluarga. Perempuan yang mengemban dakwah ini akan menjadi lebih paham apa tujuan hidup sehingga membuat hidupnya lebih berarti, termasuk semakin menyadari peran sentralnya di dalam keluarga.

Ini bisa terjadi karena seorang pengemban dakwah sebelum berdakwah harus belajar tentang Islam. Ia akan semakin kuat dan mampu menyelesaikan persoalan kehidupannya dalam pandangan Islam, contohnya parenting. Pengemban dakwah akan mengetahui kewenangannya sebagai seorang ibu, mengelola rumah tangga dan keluarganya, yang saat ini sarat nilai feminisme dan kapitalisme.

“Pengemban dakwah akan memahami hubungan yang jelas antara tugasnya dengan terbentuknya generasi emas di masa depan,” ucapnya.

Sesuai sabda Rasulullah saw., “Barang siapa yang mempersiapkan (bekal) orang yang berperang di jalan Allah berarti dia telah berperang (mendapat pahala berperang). Dan barang siapa yang menjaga (menanggung urusan rumah) orang yang berperang di jalan Allah dengan baik berarti dia telah berperang.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An Nasai).

Dr. Fika menilai akibat deislamisasi, dan sekularisasi oleh penjajah Barat di dunia Islam, banyak muslimah saat ini yang tidak melihat relasi kuat antara tugas seorang ibu dengan tercetaknya generasi tangguh yang berjuang di jalan Allah.

Ia mengutip penjelasan Muhammad Ismail dalam Fiqrul Islam yang menggambarkan saat Khilafah eksis, para ibu sangat peduli terhadap kondisi umat, tentang sebuah pertarungan, dan bagaimana kaum muslimin memenangkannya.

Ini bukan persoalan tentang apakah anggota keluarganya menang atau tidak, namun lebih dari itu, pertanyaan pertama yang ada di benak mereka adalah kemenangan pasukan kaum muslimin.” Inilah salah satu gambaran kesadaran politik Islam,” tegasnya.

Gambaran ini akan diperoleh perempuan jika mereka terjun sebagai pengemban dakwah. “Karena dakwah syariah dan Khilafah, literasi Islam, serta kesadaran politik perempuan dengan tugasnya yang penting di dalam keluarga akan melindungi mereka dari sekularisme, nilai liberal, feminisme, dan sejenisnya,” lanjutnya.

Kedua, dampak sosial. Dalam Islam, perempuan adalah ‘irdhun (kehormatan –red.), pemilik umat ini. Sehingga ketika perempuan melakukan dakwah syariah dan Khilafah, dampaknya bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi memiliki dampak sosial yang besar. Karena perempuan memiliki kekuatan opini sepuluh kali lipat dibandingkan laki-laki.

Di era  ini, jika dilihat dalam isu global, perempuan dalam kondisi tidak aman. Jutaan perempuan menjadi korban perang dan konflik, seperti di Palestina, Suriah, dan Afghanistan akibat adanya kejahatan global oleh Barat. Belum lagi persoalan ekonomi, kekerasan dan lainnya.

“Jika perempuan melakukan dakwah syariah dan Khilafah, akan memberikan dampak yang luas. Memberikan peningkatan kesadaran politik Islam dan memahami bagaimana Islam menjawab persoalan kehidupan yang dihadapi. Serta kesadaran bahwa saat ini tidak ada negara yang menerapkan visi politik Islam yang akan menjaga kemuliaan dan kehormatan perempuan,” cetusnya.

Ketiga, dampak global. Dr. Fika menekankan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan untuk menyelamatkan anak-anak dari nilai-nilai sekuler liberal, namun jika dilakukan bersama-sama dalam langkah dakwah ini, maka akan menjadi langkah yang besar.

This baby steps will be giant steps (langkah kecil ini akan menjadi langkah raksasa – red.),” tukasnya.

Ia mengutip firman Allah Swt.,

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahagagah lagi Mahabijaksana.” (QS al-Anfal: 63).

Oleh sebab itu perlu ada resonansi dan akan terjadi jika langkah-langkah kecil tadi dilakukan bersama dengan arah yang sama. “Ini adalah kewajiban yang mesti dipenuhi para muslimah agar kemuliaan itu lahir,” pungkasnya. [MNews/Ruh]