Dosa Berdiam Diri Atas Kerusakan yang Menimpa Umat


Penulis: Hayyin Thohiro
#100TahunTanpaKhilafah


MuslimahNews.com, FOKUS TSAQAFAH — Saat ini umat Islam genap satu abad hidup tanpa Khilafah. Ketiadaan Khilafah tidak hanya berdampak pada kerusakan di tubuh umat Islam, tapi juga dunia secara keseluruhan.

Tanpa Khilafah, kerusakan merajalela, hingga menjadikan umat terpuruk di berbagai aspek kehidupan, baik ekonomi, sosial, kesehatan, hukum dan keadilan, bahkan keamanan.

Ironis memang, kita bisa melihat begitu mandulnya negara dalam menjaga kehormatan, darah, harta, dan jiwa umat. Inilah kerusakan dan malapetaka yang menimpa umat, baik berupa penjajahan fisik maupun pemikiran yang mendera  di seluruh dunia.

Kerusakan Menimpa Umat

Runtuhnya Khilafah membawa kerusakan besar bagi umat Islam. Sebab runtuhnya Khilafah menjadikan hukum-hukum syariat tidak lagi diterapkan, kepemimpinan Islam tercerai-berai, dan umat Islam seperti anak ayam kehilangan induknya.  Hingga akhirnya permasalahan terus menerus menimpa umat, dan berbagai bencana datang silih berganti.

Semua itu terjadi karena umat tidak lagi punya pelindung ‘junnah’, yaitu Khilafah yang berperan sebagai penjaga urusan kaum muslimin dengan menerapkan hukum-hukum Allah untuk kemaslahatan umat dan dunia. Sebagai gantinya justru diterapkan atas umat berupa hukum-hukum kufur, hukum-hukum sekuler, hukum buatan manusia yang menyelisihi bahkan menentang hukum-hukum Allah.

Sebagaimana disampaikan oleh Syekh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, bahwa ajaran Islam sungguh indah dan mulia. Dalam setiap hukumnya tidak ada yang sia-sia.

Beliau menyebutkan dalam qowa’idul fiqhiyyah (kaidah fikih), tentang keistimewaan ajaran Islam dalam bait sya’irnya “Addiinu mabniyyun ‘ala al masholih fii jalbiha wa addar’u al qoba’aikh”, yaitu bahwa “Ajaran Islam dibangun di atas maslahat, dan menolak kerusakan (mafsadat) dan bahaya (mudarat)”

Karena itulah dengan terhapusnya Khilafah menjadikan hukum-hukum Islam tidak lagi diterapkan oleh institusi negara. Lihat saja bagaimana kondisi umat saat ini yang diatur dengan sistem Kapitalis Sekuler Demokrasi, maka menjadikan kondisi ekonominya kapitalistik, pendidikannya sekuler, gaya hidupnya hedonistik, hukum dan peradilannya materialistik-tebang pilih-bisa dibeli-tajam ke bawah tumpul ke atas, dan masih banyak lagi dampak kerusakan lain yang ditimbulkannya.

Lebih dari itu, atas dasar moderasi musuh-musuh Islam menyerang hukum-hukum Allah melalui tangan-tangan anak umat Islam sendiri. Kerudung dan jilbab mereka permasalahkan, jenggot dan poligami juga disudutkan. Dana wakaf dan zakat tak ketinggalan ikut disikat diambil keuntungannya. Dan atas nama moderasi pula Khilafah malah dituding sebagai pemecah-belah bangsa.

Karena itu harus ada langkah aktif yang wajib diambil untuk kembali menerapkan hukum-hukum Allah dengan memperjuangkan tegaknya Khilafah. Umat Islam mesti memahami bahwa menegakkan Khilafah Islamiyah wajib diupayakan.

Umat Islam harus bersuara lantang menyuarakan Khilafah sebagai solusi dari berbagai permasalahan dan kerusakan yang menimpa umat dan dunia. Karena hanya Khilafahlah yang akan mampu menerapkan hukum-hukum Allah di muka bumi ini dan mengantarkan umat Islam kembali pada kegemilangannya.

Dosa Berdiam Diri Atas Kerusakan Yang Menimpa Umat

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh Kaum Muslimin di dunia untuk menegakkan Syariat Islam dan mengemban dakwah ke segenap penjuru dunia. Kewajiban menegakkan Khilafah didasarkan pada perintah yang tegas di dalam Al-Qur’an, Sunah, Ijmak Sahabat.

Keberadaannya sebagai sistem kehidupan meniscayakan pada tegaknya hukum syariat. Sebaliknya, ketiadaannya berkonsekuensi pada lenyapnya hukum syariat dan lahirnya kerusakan atau ummul jaraiy (induk kerusakan).

Tanpa Khilafah, eksistensi Islam sebagai solusi persoalan umat dan pembawa rahmat seluruh alam akan hilang. Mestinya umat memahami bahwa kekuatan Islam terletak pada sistem Khilafah.

Tidakkah kita merindukan masa kegemilangan Islam, yang menjadi mercusuar bagi peradaban dunia? Bahkan diakui oleh Will Durant, dalam The Story of Civilization, vol. XIII, menulis: Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka.

Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapa pun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti ini belum pernah tercatat dalam sejarah setelah zaman mereka.

Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan tersebar luas, hingga lahirnya berbagai ilmu, seperti sastra, filsafat dan seni yang mengalami kemajuan pesat di masa Islam, hingga menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.

Imam Al-Ghazali pernah menyampaikan, “…agama adalah fondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya.

Segala sesuatu yang tidak berfondasi niscaya akan roboh, dan segala sesuatu yang tidak berpenjaga niscaya akan hilang lenyap. Kita bisa melihat bagaimana kondisi umat Islam tanpa adanya Khilafah yang menaungi kehidupannya.

Karena itu wajib bagi kaum muslimin untuk terlibat aktif dalam perjuangan menegakkan Khilafah. Sebaliknya, bagi siapa pun umat Islam yang berdiam diri atas kerusakan yang menimpa umat, tidak terlibat dalam dakwah untuk tegaknya kembali Khilafah, maka ia berdosa.

Hal ini sejalan dengan perintah dakwah yang hukumnya wajib bagi setiap pribadi muslim yang telah balik dan berakal baik laki-laki maupun wanita diperintahkan untuk berdakwah. Allah SWT berfirman ;

فَلِذَلِكَ فَادْعُ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ

“Karena itu berdakwahlah dan beristikamahlah sebagaimana diperintahkan kepada kamu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (QS asy-Syura [42]: 15).

Hal ini sejalan dengan perintah dakwah yang hukumnya wajib bagi setiap pribadi muslim yang telah balik dan berakal baik laki-laki maupun wanita diperintahkan untuk berdakwah. Allah Swt. berfirman,

Berdasarkan ayat tersebut, maka sudah seharusnya umat Islam tidak berdiam diri atas kerusakan yang menimpanya, berusaha dengan sungguh-sungguh untuk terlibat aktif dalam dakwah untuk tegaknya Khilafah yang akan menghentikan kerusakan tersebut, serta istikamah di jalan-Nya. [MNews/Gz]


#100TahunTanpaKhilafah