[Sirah Nabawiyah] Pengiriman Satuan Perang Sepulang dari Makkah Al Mukarramah

Penulis: Nabila Ummu Anas

MuslimahNews.com, SIRAH NABAWIYAH — Rasulullah Saw. selesai membagi-bagikan harta rampasan perang Hunain di Ji’ranah. Beliau Saw. memerintahkan agar seperlimanya yang merupakan bagian Negara Islam dari harta hasil rampasan perang, dipindahkan ke Mijannah dan disimpan di sana.

Kemudian, Beliau Saw. menuju Makkah al Mukarramah. Di Makkah, Beliau menyaksikan sendiri reaksi masyarakatnya setelah pembagian harta rampasan perang Hunain. Rasulullah Saw. dengan penuh kedermawanan telah membagikan ganimah kepada para pemimpin kabilah dan orang-orang yang memiliki pengaruh di Makkah. Khususnya para pemimpin Quraisy yang telah mendapatkan bagian yang sangat banyak.

Selama Beliau Saw. berada di Makkah, Rasulullah Saw.  memasuki tanah Haram dan menunaikan hak Allah di Makkah dengan melakukan umrah.

Di Makkah, Rasulullah Saw. mendengar orang-orang membicarakan beliau dan selalu memuji kebaikannya serta melupakan ejekan-ejekan sebelumnya ketika mereka memusuhi Rasulullah Saw.

Setelah Rasulullah Saw. tenang menyaksikan situasi dan kondisi di Makkah tidak keruh lagi, maka Beliau Saw. mengangkat Atab bin Usaid sebagai wali di Makkah. Beliau Saw. menentukan gajinya satu dirham setiap harinya.

Rasulullah Saw. memerintahkan seperlima harta rampasan perang yang ada di Mijannah dipindahkan ke Madinah. Harta ini digunakan untuk membantu pembiayaan pengelolaan  urusan-urusan Negara Islam. Kemudian Beliau Saw. berangkat kembali ke Madinah al Munawwarah.

Setelah selesai melakukan pembersihan terhadap kekuatan politik suku Quraisy, kabilah Hawazin, kabilah Tsaqif dan lain-lain, di Jazirah Arab masih tersisa kantong-kantong kelompok yang berpotensi menyerang Negara Islam. Keberadaan mereka telah menyebar ke seluruh penjuru jazirah Arab.

Upaya memperlemah kantong-kantong  kelompok ini di suatu tempat sangatlah penting. Keberadaannya akan menjadi sumber masalah bagi Negara Islam di kemudian hari. Pengiriman beberapa satuan pasukan ini juga bertujuan menciptakan stabilitas keamanan di jazirah secara menyeluruh.

Untuk itu, setelah Rasulullah Saw. kembali ke Madinah, beliau mulai menyiapkan pasukan untuk menyerang kelompok-kelompok ini. Targetnya mereka tunduk terhadap kekuasaan dan kedaulatan Negara Islam.

Mengirim Pasukan ke Bani Tamim

Pada bulan Muharam tahun kesembilan Hijriyah, Rasulullah Saw. menyiapkan pasukan yang dipimpin Uyainah bin Hisn al Fuzari. Pasukan ini berkekuatan lima puluh penunggang kuda yang semuanya berasal dari bangsa Arab. Dalam pasukan ini tidak ada seorang pun yang berasal dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar.

Latar belakang pengiriman satuan pasukan ini adalah karena Bani Tamim telah mengganggu beberapa kabilah lain dan menghalangi mereka untuk membayar jizyah. Rasulullah Saw memerintahkan pasukan Uyainah  agar menyerang Bani Tamim. Uyainah dan pasukannya bergerak pada malam hari dan bersembunyi pada siang hari.

Ketika pasukan Uyainah menyerang, mereka pun melarikan diri. Uyainahberhasil menggiring dan membawa binatang-binatang ternak mereka dan menahan wanita dan anak-anak mereka. Uyainah membawa mereka semuanya ke Madinah al Munawwarah.

Tidak lama kemudian delegasi dari Bani Tamim menyusul datang ke Madinah. Mereka menyatakan ketaatan, ketundukan, dan loyalitas mereka kepada Negara Madinah.

Mengirim Pasukan ke Khats’am

Pada bulan Safar, Rasulullah Saw. mengirim Qathbah bin Amir dengan kekuatan dua puluh orang menuju perkampungan orang-orang Khats’am melalui arah lembah Baisyah yang termasuk wilayah Turbah.

Qathbah melancarkan serangan terhadap mereka, sehingga terjadi pertempuran yang sengit. Namun akhirnya kemenangan berpihak pada kaum muslimin. Qathbah menggiring dan membawa hewan-hewan ternak dan wanita-wanita ke Madinah al Munawwarah.

Mengirim Pasukan Ke Thaiy

Pada bulan Rabiulawal, Rasulullah Saw. mengirim Ali bin Abi Thalib dengan kekuatan seratus lima puluh orang dari kalangan Anshar ke Thaiy untuk menghancurkan berhalanya ‘al Fuls’. Ali dan pasukannya pergi menghancurkan dan membakar berhala tersebut.

Ali bin Abi Thalib kembali ke Madinah dengan membawa para tawanan, binatang ternak dan perak. Dan diantara para tawanan itu adalah Saffanah bintu Hatim ath Thaiy.

Mengirim Pasukan ke Jeddah

Sampai informasi kepada Rasulullah Saw. bahwa orang-orang Habasyi telah tiba di Jeddah. Orang-orang Habasyi berhimpun di sana untuk merampok dan menjarah penduduk Makkah.

Pada bulan Rabiulakhir Rasulullah Saw. mengirim Alqamah bin Muharrij dengan kekuatan tiga ratus mujahid. Ketika melihat pasukan Alqamah, mereka melarikan diri. Ketika kembali, sebagian dari mereka meminta izin untuk menemui keluarganya. Alqamah pun memberi izin kepada mereka dan mengangkat Abdullah bin Hudzafah sebagai pemimpin mereka.

Mengirim Pasukan ke Jubbab dan Baliya

Pada bulan Rabiulakhir, Rasulullah Saw. juga mengirim Ukasyah bin Mihshan dengan kekuatan sekelompok kaum muslimin ke Jubbab dan Baliya. Keduanya adalah kabilah dari Qudha’ah. Ukasyah berhasil menundukkan mereka dan kembali lagi kepada Rasulullah Saw.

Aktivitas pengiriman beberapa satuan pasukan ini berhasil menciptakan stabilitas keamanan di Jazirah Arab. Di samping itu, semakin bertambah orang-orang yang masuk Islam juga tunduk kepada kekuasaan dan kedaulatan Negara Islam Madinah. [MNews/Rgl]


Disarikan dari:

  1. Sirah nabawiyah, Syaikh Shafiyyur Rahman AlMubarakfury, Pustaka AlKautsar
  2. Sirah Nabawiyah, Sisi Politis Perjuangan Rasulullah Saw., Prof. Dr. Muh. Rawwas Qol’ahji, Al AzharPress

Tinggalkan Balasan