[Internasional] Kelaparan Akut Membunuh Anak-Anak Yaman

MuslimahNews.com, YAMAN — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan 400 ribu anak balita di Yaman bisa meninggal karena kelaparan tahun ini. Hal ini bisa terjadi di tengah melonjaknya tingkat kekurangan gizi parah akibat perang dan pandemi virus corona.

Peringatan PBB ini muncul hampir enam tahun setelah pecahnya perang yang membuat 80 persen populasi bergantung pada bantuan kemanusiaan. PBB memproyeksikan peningkatan 22 persen dalam kekurangan gizi akut di antara anak-anak balita di Yaman, dibandingkan dengan 2020.

Aden, Hodeidah, Taiz, dan Sanaa termasuk di antara daerah yang paling parah terkena dampak.

“Angka-angka ini adalah seruan lain untuk bantuan dari Yaman di mana setiap anak yang kekurangan gizi juga berarti keluarga yang berjuang untuk bertahan hidup,” kata Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) David Beasley dalam pernyataan bersama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (Reuters, Sabtu, 13/2/2021).

Six-year-old Salem Abdullah Musabih is held by his mother in an intensive care unit in the Red Sea port of Hodaida. Photograph: Abduljabbar Zeyad/Reuters

Diperkirakan 2,3 juta anak balita dan 1,2 juta wanita hamil atau menyusui akan menderita kekurangan gizi akut pada 2021. Malnutrisi akut di antara anak-anak dan ibu-ibu di Yaman meningkat setiap tahun akibat konflik. Hal ini diperparah dengan tingginya tingkat penyakit dan kerawanan pangan.

Kelaparan tidak pernah diumumkan secara resmi di Yaman, namun PBB mengatakan negara itu sedang mengalami krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Seiring dengan konflik, kemerosotan ekonomi, dan pandemi, kekurangan sumbangan tahun lalu juga berkontribusi pada memburuknya krisis kemanusiaan di negeri Islam ini.

Badan-badan tersebut mengatakan mereka hanya menerima US$1,9 miliar dari US$3,4 miliar yang dibutuhkan untuk tanggapan kemanusiaan. Program ini sudah mulai ditutup dan diperkecil.

Akibat Ulah AS, Arab Saudi, dan Iran

Perang di Yaman terjadi ketika koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk memulihkan pemerintah Yaman yang digulingkan dari kekuasaan di ibu kota Sanaa oleh gerakan Houthi pada akhir 2014. Houthi mengatakan mereka memerangi korupsi. Konflik pun terus berkepanjangan hingga hari ini.

Kaum muslim Yaman saat ini tengah menderita krisis kemanusiaan yang mengerikan akibat perang brutal yang digerakkan AS, antara koalisi yang dipimpin Saudi dengan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Namun, yang menjadi korban utama konflik bertahun-tahun ini adalah anak-anak Yaman yang tidak berdosa. Hari ini, perang, kelaparan, dan penyakit sedang menghabisi anak-anak Yaman.

Sebuah genosida telah kembali menggilas kaum muslim Yaman dengan anak-anak sebagai korban utama, sementara pemerintah dunia hanya menonton. Entah terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan ini atau mengabaikannya secara memalukan.

Sebagai Umat Islam, kita tidak bisa mengabaikan malapetaka manusia dan kejahatan dahsyat terhadap saudara-saudara kita, laki-laki, perempuan, dan anak-anak Yaman. Kita harus bertindak untuk mengakhiri kehidupan bak neraka yang dihadapi umat Islam di negeri ini.

Namun hal ini mengharuskan kita untuk aktif memperjuangkan sebuah solusi nyata yang akan mengakhiri pertumpahan darah dan kelaparan yang menimpa umat kita menuju kebaikan, Insya Allah, dan memberikan kehidupan yang bermartabat dan aman untuk mereka. [MNews/Rgl]

2 thoughts on “[Internasional] Kelaparan Akut Membunuh Anak-Anak Yaman

  • 15 Februari 2021 pada 20:57
    Permalink

    Semoga Khilafah segera tegak sehingga tidak ada lagi penderitaan kemanusiaan di tengah tengah kaum muslimin

  • 15 Februari 2021 pada 19:19
    Permalink

    Astaghfirullah….sampai kapan keadaan seperti ini akan berakhir?saat inilah kita membutuhkan satu aturan yang sama yang akan menyelesaikan seluruh permasalahan manusia dan kehidupan ini, satu kepemimpinan yang akan menerapkan hukum yang hakiki,hukum Allah tegaknya kembali KHILAFAH ALLA MINHAZ NUBUWAH

Tinggalkan Balasan