[Hadits Sulthaniyah] Ke-15: Kepemimpinan Tidak Didasarkan pada Ras atau Kelompok Tertentu

Hadis mengenai “Tanggung Jawab Pemimpin” (Hadis ke-11 sampai ke-18)

MuslimahNews.com, HADITS SULTHANIYAH — “Dan seandainya seorang budak hitam diangkat sebagai pemimpin atas kalian untuk memerintah dengan Kitabullah, maka dengarkanlah dan taatilah ia.” (HR an-Nasai No. 4121)

Penjelasan:

a. Hadis ini menjadi dalil bagi kalangan yang berpendapat bahwa keturunan Quraisy bukanlah
syarat menjadi seorang penguasa, namun hanya merupakan karakter (sifat) yang lebih
diutamakan saja.

b. Kepemimpinan dalam Islam tidak didasarkan kepada karakteristik pribadi seorang pemimpin
(seperti ras atau asal negeri), tetapi berlandaskan pada sumber aturan yang mereka terapkan.

c. Ketaatan kepada pemimpin merupakan sebuah kewajiban jika pemimpin mengatur dengan Al-Qur’an dan Sunah.

d. Riwayat serupa juga ditemukan pada Shahih Muslim yang tidak menyebutkan kata “habasyi”, dan
ditemukan pula pada riwayat-riwayat lain, karena hadis tersebut merupakan bagian dari khotbah
Wada’ Rasulullah saw. pada ibadah haji terakhir.

e. Semua riwayat yang serupa menekankan tentang pentingnya sikap taat kepada pemimpin;
bahkan andai kata seseorang yang dipandang paling rendah oleh masyarakat telah diangkat
menjadi pemimpin, maka ia pun harus ditaati, sepanjang ia memerintah dengan syariat Islam.

Baca juga:  [Hadits Sulthaniyah] ke-20: Hudud Diberlakukan Meski Tidak Ada Pihak yang Menyampaikan Tuntutan

f. Aspek lain yang perlu diperhatikan pada hadis di atas adalah bahwa sistem pemerintahan Islam
bersifat nonrasial. Konsep ini berbeda dengan sistem pemerintahan Barat yang berlaku hingga
sekarang, yang menganggap sebagai suatu hal yang luar biasa bila ada seseorang dari kalangan
etnis minoritas berhasil meraih kedudukan tertentu di pemerintahan. [MNews/Gz]


Sumber: Abu Lukman Fathullah, 60 Hadits Sulthaniyah (Hadits-Hadits tentang Penguasa), 2010; Dengan penyesuaian redaksi.


 

Tinggalkan Balasan