[Hadits Sulthaniyah] Ke-13 dan 14: Beban Berat Sebuah Tanggung Jawab

Hadis mengenai “Tanggung Jawab Pemimpin” (Hadis ke-11 sampai ke-18)

MuslimahNews.com, HADITS SULTHANIYAH — Hadis ke-13: “Sesungguhnya kalian akan (berlomba-lomba) menginginkan kepemimpinan. Dan kalian akan (menjumpai) penyesalan pada Hari Kiamat. Maka, sebaik-baik (manusia adalah) pengasuh anak dan seburuk-buruknya adalah penyapih.” (HR Bukhari No. 6615)

Hadis ke-14: “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah; dan sesungguhnya (jabatan) itu merupakan amanah, dan sungguh pada Hari Kiamat nanti jabatan itu menjadi sumber kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang memangkunya dengan benar dan mampu menunaikan apa yang telah menjadi kewajibannya.” (HR Muslim No. 3404)

Penjelasan:

a. Imam Nawawi pernah memberikan penjelasan terkait hadis-hadis di atas serta hadis-hadis yang serupa sebagai berikut:

“Hadis ini menjadi dalil untuk tidak memberikan kekuasaan kepada orang yang lemah. Hadis ini juga ditujukan kepada orang-orang yang tidak kompeten dan tidak berlaku adil dalam jabatannya, bahwa mereka akan menyesali kelalaiannya ketika dihinakan pada Hari Kebangkitan.”

“Namun demikian, bagi mereka yang memiliki kompetensi pada jabatannya dan berlaku adil dalam kedudukannya itu, maka mereka akan mendapatkan pahala yang besar, sebagaimana diungkapkan dalam beberapa hadis.”

“Akan tetapi, memangku jabatan seperti itu risikonya sangat besar, sehingga para ulama besar menghindar dari jabatan-jabatan kekuasaan.”

Baca juga:  [Hadits Sulthaniyah] Ke-15: Kepemimpinan Tidak Didasarkan pada Ras atau Kelompok Tertentu

“Dalam sabda beliau saw. ‘Maka sebaik-baik pengasuh anak (yang menyusui seorang bayi)’ bermakna kehidupan dunia ini. Dan ‘seburuk-buruk penyapih’ bermakna kehidupan setelah mati, karena dia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah karena perbuatannya itu.”

“Maka dia seperti seorang anak yang disapih (dari susu ibunya), padahal dia belum mampu makan
dari makanan lain; maka tentu saja berakibat pada kehancurannya.”

“Dan dikatakan ‘sebaik-baik pengasuh (penyusu) bayi‘ bermakna kedudukan, kekayaan, kekuasaan, dan kenikmatan duniawi lainnya yang dapat dinikmati ketika manusia memilikinya.”

“Adapun ‘seburuk-buruk penyapih’ bermakna bahwa ketika seseorang kehilangan itu semua karena salah satu sebab, seperti kematian atau hal yang lain, karena ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Hari Akhir.”

b. Kepemimpinan adalah sebuah amanah dan tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, semestinya jabatan tersebut hanya diberikan kepada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengemban amanah tersebut serta melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.

Tidak selayaknya jabatan tersebut dibebankan kepada orang-orang yang tidak memiliki kepribadian yang kuat serta tidak berpotensi menjadi pemimpin yang adil dan berhasil, sekalipun mereka adalah orang-orang yang bertakwa. [MNews/Gz]


 

Sumber: Abu Lukman Fathullah, 60 Hadits Sulthaniyah (Hadits-Hadits tentang Penguasa), 2010; Dengan penyesuaian redaksi.


 

One thought on “[Hadits Sulthaniyah] Ke-13 dan 14: Beban Berat Sebuah Tanggung Jawab

  • 4 Februari 2021 pada 17:25
    Permalink

    Soal kepemimpinan dalam Islam menjadi tanggung jawab yang besar bukan soal ajang mencari kekuasaan semata

Tinggalkan Balasan