[Hadits Sulthaniyah] Ke-12: Tidak Berambisi Mengejar Kedudukan dalam Pemerintahan

Hadis mengenai “Tanggung Jawab Pemimpin” (Hadis ke-11 sampai ke-18)

MuslimahNews.com, HADITS SULTHANIYAH — Dari Abu Musa berkata, “Aku dan dua orang dari kabilah pamanku menghadap Rasulullah saw.”

Salah seorang dari keduanya berkata, “Wahai Rasulullah, angkatlah aku untuk memangku salah satu
jabatan yang telah dikaruniakan Allah Ta’ala kepadamu.”

Orang yang satunya lagi juga mengutarakan hal yang serupa.

Maka Nabi bersabda, “Sungguh, demi Allah, aku tidak akan memberikan jabatan tersebut kepada
orang-orang yang memintanya atau orang-orang yang menginginkannya.” (HR Muslim No. 3402)

Penjelasan:

a. Berambisi meraih jabatan dalam pemerintahan sesungguhnya bukan merupakan karakteristik
pemimpin yang baik. Oleh karena itu, orang yang berambisi meraih jabatan tidak sepantasnya
mendapatkan kedudukan tersebut.

b. Prinsip-prinsip ini tentu saja bertolak belakang dengan lembaga-lembaga politik yang tidak islami,
di mana jabatan politik dianggap sebagai sebuah profesi dan salah satu cara untuk mendapatkan
uang serta kekuasaan. Oleh karena itu, ambisi dan saling berkompetisi untuk mendapatkan jabatan politik—seberapa pun kompetensi mereka dalam jabatan tersebut—merupakan suatu fenomena yang wajar dalam sistem perpolitikan seperti itu. [MNews/Gz]


Sumber: Abu Lukman Fathullah, 60 Hadits Sulthaniyah (Hadits-Hadits tentang Penguasa), 2010; Dengan penyesuaian redaksi.


 

Baca juga:  [Hadits Sulthaniyah] Ke-11: Imam Adalah Penanggung Jawab Urusan Umat

Tinggalkan Balasan