Biden dan Janji Keadilan bagi Muslim AS

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL — Merespons pelantikan Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), Imam Besar Islamic Cultural Center di New York Shamsi Ali mengatakan, dengan resminya Joe Biden menjadi Presiden, ada harapan keadilan bagi muslim di AS. Shamsi menyebut, dengan sistem demokrasi di dalam negeri yang masih kuat, masih ada keadilan khususnya bagi muslim di sana.

“Terkadang kita melihat, misalnya dalam negeri Amerika, karena sistemnya masih sangat kuat, maka terasa bahwa ada keadilan, kalau Presidennya itu masih agak rasional, ada keadilan orang Islam masih diberikan jaminan,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan suatu ketika kekuatan yang tersembunyi di Amerika, hidden power kita nanti bisa diimbangi dengan kekuatan yang lain,” lanjut Shamsi Ali.

Tidak Mengubah Apa pun

Sejatinya, kemenangan Biden tidak memberi harapan perdamaian dan tak mengubah apa pun. Umat Islam semestinya cermat dan bisa membedakan sosok Biden dalam kapasitas sebagai pribadi (individu) dan sosok Biden sebagai kepala negara sebuah negara adidaya.

Dalam status sebagai kepala negara, Biden tetap setia menjalankan politik luar negeri (polugri) AS yang berbasis ideologi kapitalisme sekuler yang mengidap Islamofobia. Politik luar negeri AS berdampak terbunuhnya jutaan kaum muslimin.

Baca juga:  Tanda-Tanda Kematian Demokrasi, Akankah Berakhir dengan "Civil War"?

Meski Presiden AS berganti–ganti, tidak akan ada perubahan yang benar-benar nyata. Menurut tradisi politik di Amerika, presiden terpilih biasanya melupakan sebagian janjinya.

Misal Presiden Amerika lalu, Barack Obama, pada 2008 mengumbar janji-janji seperti penutupan penjara Guantanamo, menghindari perang lintas batas, dan menyelesaikan isu imigran gelap. Namun, tidak ada satu pun janjinya yang terealisasi. Oleh karena itu, nasib janji-janji Biden juga tidak akan jauh dengan pendahulunya.

Dalam kebijakan politik, di bawah kepemimpinan Biden, Pemerintah AS juga tidak akan keluar dari khittah [khiththah] polugri. Mereka akan tetap menjaga dominasinya atas berbagai wilayah di dunia ini untuk kepentingan politik dan ekonomi AS.

Jadi, Biden tidak akan berbeda dengan presiden sebelumnya. Pemerintah AS selalu berupaya melebarkan sayap mereka ke negara-negara lain. Dengan cara itulah, negara AS selalu mencari cara untuk mempertahankan dominasi di dunia dan terus melanjutkan agenda eksploitasi kapitalisnya.

Yang jelas, AS tetaplah negara agresor. Pemerintah AS yang didukung medianya telah mengambil setiap kesempatan untuk melawan konsep ajaran Islam ‘Khilafah’ dan merusaknya dalam pikiran umat Islam dan nonmuslim. Pertempuran ideologis di seluruh dunia menjadi semakin meninggi.

Setelah perang selama satu dekade di berbagai wilayah, pasukan AS menderita kelelahan perang. Konflik di Timur Tengah yang direkayasa AS telah menimbulkan mimpi buruk yang membebani pemerintah Amerika secara berturut-turut.

Baca juga:  Pesan Moderasi Internasional: Dari Menlu Blinken Hingga Paus Fransiskus

Secara budaya, Barat khususnya AS, tetap akan menggunakan media massa untuk membawa pandangannya dan mengekspor ide-ide kapitalisme liberal kepada dunia Islam. [MNews/Rgl]

Disarikan dari berbagai sumber.

3 thoughts on “Biden dan Janji Keadilan bagi Muslim AS

  • 26 Januari 2021 pada 11:02
    Permalink

    Sangat disayangkan jika sebagian besar Islam masih berharap dengan negara agresor macam Amerika. Padahal sudah jelas-jelas selama ini Amerika hanya memanfaatkan umat Islam untuk memperkuat kedudukannya sebagai negara adidaya. Dengan berbagai tipu daya dan propaganda, umat Islam digiring untuk semakin menjauh dari ajarannya dan semakin tergantung dengan Amerika secara politik, ekonomi dll.

  • 25 Januari 2021 pada 19:08
    Permalink

    Jangan berharap pada sesuatu yang bukan kekuasaannya,hanya janji Alloh SWT yang pasti akan bisa memberikan keadilan pada seluruh makhluk

Tinggalkan Balasan