Perempuan Berkalung Kapital

Oleh: Asy Syifa Ummu Sidiq

MuslimahNews.com, OPINI — Perempuan, salah satu makhluk mulia di antara ciptaan Allah SWT. Kesuciannya dilindungi, kebutuhannya pun dicukupi. Namun, kapitalisme memaksa perubahan peran pada perempuan.

Demi pertumbuhan ekonomi, perempuan diberdayakan. Tidak salah mereka bekerja. Tapi jika harus mengorbankan perempuan demi kepentingan kapitalis, apakah harus didiamkan?

Pandemi lagi-lagi dijadikan alasan merosotnya perekonomian. Bukan hanya perekonomian negara-negara berkembang, tapi juga negara maju. Peluang yang cukup besar memberdayakan perempuan untuk meningkatkan perekonomian. Pasalnya, secara jumlah, perempuan memang lebih banyak daripada kaum lelaki.

Saat ini, dunia dalam “bimbingan” International Development Finance Corporation (DFC) telah membentuk 2X Women’s Initiative. Salah satu  peran nyata yang dilakukan DFC adalah memberikan bantuan dana sebesar US$35 juta untuk mengurangi sampah plastik di Asia Tenggara.

Di Jakarta sendiri, perusahaan yang memanfaatkan jaminan kredit adalah perusahaan Tridi Oasis, sbuah perusahaan yang bergerak dalam proses daur ulang sampah.

Perusahaan ini dinilai cocok menerima jaminan karena didirikan dan dikelola dua orang perempuan. DFC sendiri berkomitmen untuk memberikan modal dan insentif pada perusahaan swasta dengan alasan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Kenapa demikian? Ternyata alasannya cukup simpel. Menurut hasil penelitian, kemajuan kesetaraan perempuan di Asia Pasifik dapat menambah US$4,5 triliun ke Pendapatan Domestik Bruto (PDB) kawasan tersebut pada 2025. Sekitar 12 persen dari pertumbuhan rata-rata.

Namun demikian, usaha pemberdayaan perempuan ini cukup terganjal dengan beberapa hal. Menurut Chief Executive Officer DFC Adam Boehler, kesenjangan perempuan menjadi masalah utama dalam menjalankan program ini (cnnindonesia.com, 14/01/21).

Di Balik 2X Women’s Initiative

Perusahaan Tridi Oasis disebut sebagai perusahaan yang sejalan dengan visi misi 2X Women’s Initiative. yang dikelola dua orang perempuan. Komunitas 2X Women’s Initiative merupakan komunitas yang dibuat DFC dan bergerak untuk memberi modal pada para perempuan agar mereka mampu meningkatkan perekonomian global.

Menurut Kathryn Kaufman, Direktur Pelaksana DFC untuk Masalah Perempuan Global, perempuan yang memiliki pekerjaan akan menginvestasikan kembali 90% pendapatannya ke dalam keluarga mereka. Sedangkan pria hanya menginvestasikan kembali 30%. Oleh karena itu, dengan berinvestasi pada perempuan, DFC juga berinvestasi pada keluarga dan komunitas perempuan tersebut.

Selain itu, perempuan yang bekerja secara tidak langsung akan membantu meningkatkan perekonomian global. Sebab itulah, perempuan dianggap aset berharga untuk melakukan investasi.

Maka, untuk berinvestasi pada perempuan di seluruh dunia, 2X Women’s Initiative mendanai proyek yang dijalankan perempuan, dimiliki perempuan, atau memberdayakan perempuan.

Sejak didirikan pada 2018, inisiatif ini telah berhasil mengatalisasi $3 miliar dalam bentuk investasi untuk proyek-proyek ini.

Ibarat Sapi Perah

Dari uraian di atas, perempuan dianggap mampu berperan sebagai penggerak roda ekonomi kapitalisme. Hal itu dapat dilihat dari dua sisi.

Pertama, sebagai pelaku ekonomi. Posisi pelaku ekonomi tentu sangat menguntungkan bagi pengusaha. Sebagai pekerja, tenaganya ulet, rajin, penurut, dan tidak banyak menuntut dalam hal upah. Tentu berbeda dengan laki-laki.

Jika perempuan memiliki keinginan untuk bekerja, pastinya akan butuh modal. Hal ini kemudian dijadikan kesempatan bagi para pemilik modal untuk menanamkan uang sebagai modal usaha. Bisa jadi juga sebaliknya, sengaja merayu perempuan agar kerja dengan diberi iming-iming modal kerja. Seperti kursus-kursus pelatihan membuat kue, menjahit, dll., sengaja dilakukan agar perempuan jadi pelaku ekonomi.

Siapa yang diuntungkan? Tentu  para pemberi modal atau para pengusaha yang mempekerjakan perempuan. Jadi semakin banyak perempuan bekerja, akan sangat menguntungkan para kapitalis dan akan memutar uang untuk kepentingan mereka.

Kedua, sebagai konsumen barang dan jasa. Banyak produk dan jasa yang sengaja dibuat dan ditawarkan kepada perempuan. Pasalnya para perempuan cenderung mudah dipengaruhi berbagai iklan yang berseliweran.

Sebagai makhluk yang secara fitrah menyukai keindahan, perempuan menjadi sasaran pemasaran. Tidak penting apakah itu kebutuhan atau sekadar keinginan. Food, fesyen, kosmetik, perawatan tubuh, semua ditawarkan demi menumpuk pundi-pundi uang oleh para pengusaha.

Tidak Menyelesaikan Masalah Perempuan

Dengan membuat perempuan bekerja, apakah persoalan yang dialami perempuan selesai? Masalah kemiskinan, kekerasan, pelecehan dan lain-lain, ternyata masih terus terjadi, meski telah banyak perempuan bekerja.

Artinya, pemberdayaan ekonomi perempuan tak akan mampu menyelesaikan masalah yang ada. Kerena apa yang dialami perempuan saat ini hanya masalah cabang, bukan masalah utama.

Penerapan sistem kapitalisme sekuler adalah penyebab utama masalah ini. Tidak hanya menimpa perempuan, tapi juga menimpa laki-laki. Menyelesaikan masalah hanya dari sisi peningkatan ekonomi perempuan jelas tidak nyambung dengan akar masalah. Perempuan justru menjadi korban eksploitasi. Ibarat kondisi, perempuan telah terjerat oleh para kapitalis.

Perlu Menemukan Solusi Hakiki

Islam sebenarnya menawarkan solusi yang pas untuk masalah ini. Islam tidak memandang perempuan sebagai pemutar roda ekonomi, Islam justru mendudukkan para perempuan sesuai fitrahnya.

Dalam Islam, perempuan adalah makhluk yang dipandang sama dengan laki-laki. Hanya saja, ia memiliki peran yang berbeda.

Peran utama perempuan adalah ibu dan pengatur rumah tangga (istri). Islam tidak akan menghapus peran utama ini. Kalaupun ada perempuan yang ingin bekerja, Islam akan membolehkan dan memfasilitasi. Asalkan tidak melanggar hukum syariat dan meninggalkan kedua peran utama tadi.

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita (perempuan).” (HR Muslim)

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita (perempuan) dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An Nisa [4]: 19)

Wallahu a’lam bishshawab. [MNews/Gz]

 

3 thoughts on “Perempuan Berkalung Kapital

Tinggalkan Balasan