Hukum Pemerkosaan dalam Islam

Oleh: Ustaz M. Shiddiq Al Jawi

MuslimahNews.com, FIKIH – Pemerkosaan dalam bahasa Arab disebut al wath`u bi al ikraah (hubungan seksual dengan paksaan). Jika seorang laki-laki memperkosa seorang perempuan, seluruh fukaha sepakat perempuan itu tak dijatuhi hukuman zina (had az zina), baik hukuman cambuk 100 kali maupun hukuman rajam.

Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkan dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al An’am: 145)

Sabda Nabi Saw., ”Telah diangkat dari umatku (dosa/sanksi) karena ketaksengajaan, karena lupa, dan karena apa-apa yang dipaksakan atas mereka.” (HR Thabrani dari Tsauban. Imam Nawawi menilainya hasan)

Pembuktian pemerkosaan sama dengan pembuktian zina, yaitu dengan salah satu dari tiga bukti terjadinya perzinaan;

Pertama, pengakuan orang yang berbuat zina sebanyak empat kali secara jelas, dan tidak menarik pengakuannya hingga selesainya eksekusi hukuman. Kedua, kesaksian empat laki-laki muslim, adil, dan merdeka yang mempersaksikan satu perzinaan pada waktu dan tempat yang sama. Ketiga, kehamilan pada perempuan tak bersuami.

Jika seorang perempuan mengklaim di hadapan hakim bahwa dirinya telah diperkosa oleh seorang laki-laki, sebenarnya dia telah melakukan qadzaf kepada laki-laki itu. Kemungkinan hukum syara’ yang diberlakukan oleh hakim dapat berbeda-beda sesuai fakta.

Pertama, jika perempuan itu mempunyai bukti perkosaan, maka laki-laki itu dijatuhi hukuman zina, yaitu dicambuk 100 kali jika dia bukan muhshan, dan dirajam hingga mati jika dia muhshan.

Kedua, jika perempuan itu tak mempunyai bukti, maka dilihat dahulu; jika laki-laki yang dituduh itu orang baik-baik yang menjaga diri dari zina, maka perempuan itu dijatuhi hukuman menuduh zina, yakni 80 kali cambuk. Jika laki-laki yang dituduh itu orang fasik, bukan orang baik-baik yang menjaga diri dari zina, maka perempuan itu tak dijatuhi hukuman menuduh zina. Wallahu a’lam. [MNews/Rgl]

2 thoughts on “Hukum Pemerkosaan dalam Islam

  • 22 Januari 2021 pada 14:53
    Permalink

    Lebih baik tdk menuduh… Karna Malaikat yg tahu.. Org yg hendak menipu kita… Artinya begini pacaran atau menikah tapi dipaksa berhubungan badan… Nah niat memaksakan itu adalah pemerkosaan.. Jujur.. Ada banyak pria yg ketika kita menolak.. Mengatakan kita jual mahal atau tidak cinta… Katanya… Tapi yg selalu memulai niat untuk berhubungan badan selalu dr pihak laki2.. Klo menolak selalu mengatakan tidak cinta… Atau tidak bisa membuktikan cinta alias tdk cinta klo menolak dicium, dipeluk aplg yg berhubungan badan…

  • 21 Januari 2021 pada 19:57
    Permalink

    Masya alloh smua permasalahan bs di selsaikn dlm islm.tdk seperti sstem saat ini.masalh menimbulkn masaalh .
    Mari kita perjuangan tegaknya aturan islam yg dtng nya dr alloh swt

Tinggalkan Balasan