Nasib para Janda pada Masa Khalifah Umar bin Khaththab ra.

MuslimahNews.com, TARIKH KHILAFAH — Pada masa pemerintahannya, Khalifah Umar bin Khaththab ra. pernah berjanji kepada para janda, yaitu selalu memberikan mereka minum pada malam hari. Pada suatu malam, Thalhah ra. melihat Umar bin Khaththab ra. memasuki rumah seorang wanita.

Siang harinya, Thalhah ra. mendatangi rumah itu. Ternyata, di dalam hanya ada seorang wanita tua yang buta. Wanita tua itu tidak bisa apa-apa dan hanya terdiam duduk.

Thalhah ra. bertanya kepadanya, “Apa yang dilakukan laki-laki yang datang semalam ke sini?”

Wanita tua itu menjawab, “Ini awalnya karena dia berjanji akan mendatangi janda-janda, memberi mereka bantuan pada malam hari, dan dia menjanjikan kepada saya. Dia datang kepada saya, memberikan yang saya butuhkan, dan menjaga saya dari hal yang berbahaya.”

Terkait kepeduliannya pada para janda, Khalifah Umar bin Khaththab ra. mendapatkan pujian dari Rasulullah Saw.

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم في حق سيدنا عمر رضي الله عنه عمر سراج أهل الجنة وقال أيضا نعم الرجل عمر يفتقد الأرامل والأيتام ويحمل لهم الطعام وهم نيام ومعنى يفتقد الأرامل والأيتام أي يطلبهم عند غيبتهم

“Rasulullah Saw. bersabda perihal Sayyidina Umar ra, ‘Umar itu lampu penerang penduduk surga.’ Rasulullah juga bersabda, ‘Sebaik-baik orang adalah Umar, ia mencari janda dan anak yatim dan membawakan mereka makanan. Sementara mereka dalam keadaan tidur.’ Pengertian “mencari janda dan anak yatim” adalah mencari mereka ketika mereka tidak hadir.” (Syekh M Nawawi, Syarah Nuruz Zhalam ala Aqidatil Awam).

Ketika memberikan bantuan, Khalifah Umar bin Khaththab ra. memikul sendiri karung gandum untuk diberikan kepada para janda.

كان يحمل جراب الدقيق على ظهره للأرامل والأيتام فقال له بعضهم دعني أحمل عنك فقال ومن يحمل عني يوم القيامة ذنوبي

“Sayyidina Umar ra. memikul sendiri kantong kulit berisi tepung di punggungnya untuk para janda dan anak-anak yatim. Melihat itu, seseorang menawarkan diri, ‘Biarkan aku memikulkannya untukmu?’ Sayyidina Umar menolak dengan menjawab, ‘Siapa yang siap memikul beban dosaku kelak di hari kiamat?’” (Syekh Abdul Wahhab As-Sya’rani, At-Thabaqatul Kubra). [MNews/Rgl]

*) Disarikan dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan