[News] Israel Serang Suriah dan Palestina Setelah Normalisasi

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL — Sebuah kelompok pemantau perang, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, melaporkan pada Rabu (13/1/2021) malam telah terjadi serangan terhadap depot senjata dan titik militer di Suriah.

Setidaknya 57 pasukan tewas dalam 18 serangan itu. Kantor berita Suriah, SANA, mengatakan, “Musuh Israel melakukan serangan udara di kota Deir Ezzor dan wilayah Albu Kamal.”

Serangan ini terjadi kurang dari sepekan sejak gelombang serangan Israel ke Suriah terakhir kali. Pada Kamis (7/1/2021), Israel menyerang wilayah selatan dan pinggiran selatan Damaskus hingga menewaskan tiga milisi.

Israel rutin melakukan serangan di Suriah, sebagai upaya untuk mencegah Iran mengonsolidasikan pijakan di perbatasan utara.

Donald Trump dan Israel meningkatkan ancaman terhadap Iran dan sekutu regionalnya di hari-hari terakhir masa jabatan presiden AS. Pemerintahan Trump memberikan dukungan kuat kepada pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Di hari-hari terakhir pemerintahan Trump, Netanyahu berusaha melakukan kerusakan sebanyak mungkin di Suriah sebelum Biden menjabat.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pada Selasa (12/1/2021) menyatakan, “Kami telah mengambil tindakan dan akan terus mengambil tindakan terhadap siapa pun yang mencoba menantang kami, dari dekat atau jauh. Kami tidak duduk dan menunggu.”

Menurut laporan tahunan yang dirilis militer Israel, sepanjang tahun 2020, Negara Yahudi ini mencapai sekitar 50 target serangan di Suriah.

Masjid Al Aqsa Diserang

Selain menargetkan Suriah, Israel juga menyerang Palestina. Sekelompok tentara Israel dilaporkan menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa pada Selasa (5/1/2021). Mereka juga menyerang seorang penjaga dan melarangnya masuk ke kompleks suci dan sekitarnya selama enam bulan.

Departemen Wakaf dan Wakaf Islam Palestina melaporkan, tentara Yahudi menyerbu Al-Aqsa dari Gerbang al-Magharba serta melakukan konvoi provokatif. Tentara Israel memberlakukan pembatasan berat pada orang-orang Palestina dan melarang mereka mengakses situs suci.

Mufti Agung Yerusalem dan Palestina, Khatib Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Amin Hussein, mengecam seruan Israel membongkar Al-Aqsa untuk membangun kuil. Dia mengatakan, kelompok penjajah Israel telah mengajukan proposal kepada pemerintah Israel untuk mengizinkan pembongkaran situs suci bersejarah tersebut.

Semua serangan ini terjadi setelah penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain pada September 2020.

Negara-negara Arab menyatakan bersedia membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebagai imbalan jika negara Yahudi itu menghentikan pendudukannya atas Palestina.

Namun, setelah bergabungnya UEA dan Bahrain dalam gerbong Amerika-Israel, kemerdekaan Palestina makin sulit terwujud dan hanya mimpi belaka.

“Tidak ada keraguan kalau ini pukulan telak bagi Palestina dan pesimisme kalau Palestina tidak lagi menjadi prioritas bagi negara-negara Arab,” kata Ian Black, pengamat dari Middle East Centre di London School of Economics. [MNews/Rgl]

*) Disarikan dari berbagai sumber.

One thought on “[News] Israel Serang Suriah dan Palestina Setelah Normalisasi

  • 22 Januari 2021 pada 19:53
    Permalink

    Satu sisi penghinaan atas wajah hitam Arab Saudi.
    Di sisi yg lain keniscayaan bhw Palestina hny dpt dibebaskan oleh Khilafah Islamiyah..

Tinggalkan Balasan