Sekolah Biar Tambah Takwa

Oleh: Ummu Fairuzah

MuslimahNews.com, KELUARGA – Menjadi ibu zaman sekarang perlu untuk banyak merenung. Peristiwa anak memenjarakan ibunya sekadar soal baju, ibu menjual anaknya untuk biaya membeli narkoba, entah apa lagi yang nanti akan terjadi. Capek rasanya memikirkan semua kejadian serupa. Kehidupan dunia apakah gerangan yang sedang kita hadapi, dan sampai kapan.

Bicara kerusakan sistem jelas bukan perkara yang bisa dibantah. Bicara buruknya kepemimpinan jelas sudah menjadi pemahaman umum. Namun sebagai orang tua pelajaran apa yang bisa kita gunakan untuk bermuhasabah diri dalam menjalankan proses pendidikan pada anak-anak kita.

Anak adalah amanah terbaik, harta titipan yang dipercayakan kepada setiap orang tua. Siapapun dan bagaimanapun kualitas kita sebagai orang tua, tanggung jawab mendidik mereka ada di pundak kita.

Menitik Harapan

Tak terasa bayi 50 centimeter itu kini sudah lima tahun, seolah baru kemarin dia digendong dalam buaian. Orang tua mulai berpikir keras memasukkan anak-anak ke bangku sekolah formal. Sebagai pengantar belajar formal dipilihlah taman kanak-kanak, minimal untuk membangun kebiasaan disiplin dalam belajar dan kecintaan pada ilmu.

Menginjak  usia 7 tahun, anak-anak rata-rata memasuki bangku sekolah dasar. Di hari pertama sekolah, orang tua umumnya memberi semangat anak dengan kalimat, “Alhamdulillah seragam baru. Kakak, hari ini sekolah, semangat belajar ya biar pintar. Kan Kakak nanti ingin menjadi bla bla bla.” Bagi orang tua ini kalimat biasa dan memang kalimat ini tidak salah. Orang tua berharap di kemudian hari anaknya menjadi orang berilmu yang bermanfaat bagi manusia lain.

Namun, ada hal yang sering tidak disadari bahkan terlupakan. Lihatlah sekarang ada banyak pemimpin jago korupsi. Profesor menjadi pelacur intelektual. Hakim menjual keadilan. Aparat main sikat harta rakyat. Mereka bukan warga negara tanpa gelar dan prestasi pendidikan.

Ya. Hal penting yang selama ini banyak diabaikan, yakni harapan orang tua agar anaknya menjadi manusia yang bertakwa perindu surga.

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (TQS al-A’raf: 26)

Asal Allah Rida

Ibn Abi Dunya dalam Kitab at-Taqwa mengutip pernyataan Umar bin Abbdul Aziz ra., “Takwa kepada Allah itu bukan dengan sering shaum di siang hari, sering salat malam, atau sering melakukan kedua-duanya. Akan tetapi, takwa kepada Allah itu adalah meninggalkan apa saja yang Allah haramkan dan melaksanakan apa saja yang Allah wajibkan.”

Menanamkan ketakwaan sejak dini butuh kesungguhan, kesabaran dan keteladanan. Menanamkan ketakwaan sama dengan membangun nilai rasa pada anak bahwa bahagia itu ketika Allah Swt meridai perbuatan mereka. Bahagia itu bukan ketika mendapatkan nilai bagus dalam ujian lalu mendapat pujian dari guru dan orang tua.

Maka orang tua baru akan merasa tenang ketika melihat anak-anak mereka gemar beramal saleh, bersemangat dalam menuntut ilmu dengan dorongan meraih pahala. Mereka tumbuh mencintai syariat, takut kepada Allah (khasyyah), tidak takut celaan para pencela. Pribadi yang kuat memegang kebenaran, kokoh bagai gunung yang tinggi menjulang.

“Sesungguhnya orang-orang yang takut (khasyyah) kepada Tuhannya, Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (TQS al-Mulk: 12)

Kurikulum Pendidikan Islam

“Telah aku tinggalkan kepada kalian semua dua perkara yang jika kalian berpegang teguh padanya maka tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunah Nabi-Nya.” (HR Hakim)

Hadis ini menjelaskan pentingnya kurikulum pendidikan Islam. Asas yang membangun pendidikan haruslah akidah Islam. Tidak boleh memisahkan agama dari kehidupan (sekularisme). Dan rancangan pembelajaran bagi peserta didik wajib bersumber dari al-Qur’an, hadis dan apa-apa yang tidak bertentangan dengan keduanya. Sebab pendidikan akan membentuk cara pandang terhadap kehidupan, cara berpikir, dan cara bersikap pada peserta didik.

Maka, bagi orang tua perlu untuk memilih referensi lembaga pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Memang pendidikan yang baik membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi dalam sistem kapitalistik hari ini, negara sama sekali tidak menutupi biaya pendidikan. Meski demikian, upaya maksimal yang bisa orang tua upayakan di tengah keterbatasan, Insya Allah akan membuahkan hasil yang maksimal pula.

Bila terpaksa harus memilihkan lembaga pendidikan yang tidak ideal kurikulumnya, sekolah di sekolah umum bukan sekolah berbasis Islam, orang tua tetap bisa berkontribusi dalam membangun visi pendidikan yang benar bagi anak: Sekolah adalah ibadah untuk menggapai takwa, bila lingkungan belum mendukung untuk takwa maka jadilah pengemban dakwah syariah dan Khilafah.

Sebagai penopang, orang tua memang harus menjadi ustaz/ustazah di rumah mengajarkan Islam kepada anak-anak. Maka saat ini orang tua harus memastikan dirinya mengikuti pembinaan Islam secara intensif dalam berbagai halqah, mengikuti taklim-taklim yang mengajarkan berbagai tsaqafah Islam baik bahasa Arab, ilmu hadis, tafsir, dan lain sebagainya. Insya Allah hasil tidak akan mengkhianati usaha. [MNews/Juan]

2 thoughts on “Sekolah Biar Tambah Takwa

  • 20 Januari 2021 pada 21:56
    Permalink

    Sekolah umum hanya formalitas akademis dlm sistem saat ini. Org tua hrs pandai menambah ruang agama dlm pemahaman anak2 kita. Modal takwa paling utama dr segala2nya.

Tinggalkan Balasan