Nestapa Pengungsi Yaman di Tengah Fitnah Isu Sektarian

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL – Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan bahwa sekitar 172.000 warga Yaman telah mengungsi selama 2020 karena konflik berdarah selama bertahun-tahun di seluruh negeri. Sebanyak 82 persen pengungsian karena konflik, sementara 13 persen lainnya karena bencana alam, terutama di wilayah Marib, Al Hudaydah, Al Dhalee, Taiz, Al Jawf, dan Hadramout.

Sejak 2014, perang telah mendorong kemiskinan di Yaman dari 47 persen populasi menjadi 75 persen pada akhir 2019. PBB mengklasifikasikan situasi tersebut sebagai “krisis kemanusiaan terburuk di dunia”. Setengah juta balita sangat kekurangan gizi dan 2.135 orang telah meninggal dunia karena kolera dalam enam bulan terakhir.

Penjajahan dan Pengkhianatan

Hingga kini, kondisi di Yaman belum menunjukkan pemulihan. Perang masih terus berkecamuk.

Sebenarnya, konflik yang terjadi tidak berbasis sektarian. Tetapi sektarianisme sedang digunakan oleh pemerintah barat dan rezim agen mereka sebagai alat politik untuk mencapai tujuan kebijakan luar negerinya di negara tersebut. Ini adalah cara yang sama dengan yang digunakan dalam perang Irak dan Suriah.

Barat menggunakan “narasi sektarianisme” sebagai bagian dari kebijakan kolonialisme mereka di dunia Islam. Ini adalah cara yang digunakan negara-negara kapitalis untuk menjaga wilayah ini terbagi dan menimbulkan konflik antarumat Islam. Kondisi konflik akan membenarkan intervensi, interferensi politik, dan kolonisasi yang terus berlanjut.

Baca juga:  Wabah Kolera di Yaman Memburuk

Sektarianisme juga digunakan untuk menyebarkan kebencian antara Muslim Sunni dan Syiah seolah mereka tidak bisa bersatu dalam satu negara. Semua ini dilakukan Barat untuk mencegah berdirinya Khilafah.

Umat Islam di Yaman sangat menderita dan berharap untuk mampu memperbaiki krisis. Mereka mengharapkan pemimpin yang mampu membebaskan negeri mereka dari perang yang mengerikan.

Namun para penguasa di negara-negara Muslim abai. Para rezim Arab seperti Arab Saudi, Iran, Bahrain, dan Suriah justru memainkan “kartu konflik sektarian” untuk keuntungan domestik dan regional politik mereka.

Padahal Rasulullah Saw. telah memberi warisan yang sangat kuat yaitu ikatan Ukhuwah Islam. Ikatan ini lebih kuat daripada ikatan kebangsaan maupun darah keluarga. Ukhuwah Islam menjadikan umat Islam memiliki satu detak jantung, satu kekuatan, dan satu suara.

Ingat, Muslim Sunni dan Syiah di Yaman, Irak dan tempat-tempat lain pernah tinggal berdampingan dengan damai selama berabad-abad di bawah pemerintahan Khilafah Islam.

Muslim Sunni maupun Syiah saat ini sama-sama mengalami nasib tertindas di bawah sistem kapitalisme sekuler yang kejam. Mereka sama-sama mengalami kemiskinan massal dan krisis multidimensi. Ukhuwah Islam di bawah naungan Khilafah adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri nestapa mereka. [MNews/Rgl]

Baca juga:  Yaman Menghadapi Kelaparan Terburuk di Dunia dalam 100 Tahun

*) Disarikan dari berbagai sumber.

One thought on “Nestapa Pengungsi Yaman di Tengah Fitnah Isu Sektarian

Tinggalkan Balasan