[Hadits Sulthaniyah] Ke-8: Pokok-Pokok Hukum Syara’

MuslimahNews.com, HADITS SULTHANIYAH — “Bagaimana caramu memutuskan (bila engkau dihadapkan pada sebuah perkara?)”

Mu’adz menjawab, “Aku akan memutuskannya dengan Kitabullah.”

Beliau ﷺ bertanya, “Jika engkau tidak menemukannya dalam Kitabullah?”

Mu’adz menjawab, “Aku akan memutuskannya dengan Sunah Rasul-Nya.”

Nabi ﷺ bertanya kembali, “Jika engkau tidak menemukannya dalam Sunah Rasulullah?”

Mu’adz menjawab, “Aku akan berijtihad dengan pendapatku.” (Musnad Ahmad No. 21049)

Penjelasan:

a. Hadis ini berisi penegasan bahwa pokok-pokok pedoman dan sumber hukum bagi kaum Muslim adalah Al-Qur’an dan Sunah yang sahih.

b. Apabila tidak ada dalil langsung dari Al-Qur’an dan Sunah mengenai sebuah perkara, seorang ulama atau mujtahid bisa melakukan proses ijtihad, yaitu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menggali hukum-hukum syara’ terhadap persoalan tersebut.

c. Ada empat sumber hukum syara’ yang disepakati para ulama Ahlusunah, yaitu Al-Qur’an, Sunah, Ijmak Sahabat, dan Qiyas.


Sumber: Abu Lukman Fathullah, 60 Hadits Sulthaniyah (Hadits-Hadits tentang Penguasa), 2010; Dengan penyesuaian redaksi.


 

Baca juga:  [Hadits Sulthaniyah] Ke-2: Bisyarah Mengenai Kembalinya Sistem Khilafah yang Mengikuti Metode Kenabian

2 thoughts on “[Hadits Sulthaniyah] Ke-8: Pokok-Pokok Hukum Syara’

Tinggalkan Balasan